Hikmah Corona, Kualitas Udara Dunia Lebih Bersih

adityacs unsplash UDARA JKT BERSIH

Jakarta (10/05) - Tahukah anda? Karantina wilayah yang ditetapkan sejumlah negara untuk mencegah penyebaran wabah virus corona atau dikenal dengan Covid-19 menyebabkan kuaitas udara dunia lebih bersih.

Belakangan juga beredar dikalangan warga net foto-foto biru dan bersihnya langit kota Jakarta dan sekitarnya akibat dampak kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Pembatasan sosial dan pembatasan arus lalu lintas udara yang diterapkan sejumlah negara mengakibatkan polusi udara menurun, termasuk di Ibu Kota Jakarta.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam salah satu unggahan media sosial Instagram di awal akhir Maret menyatakan penelitian yang disajikan Prof. Dr. Donny Kushardono, seorang peneliti LAPAN juga menampilkan perubahan kualitas udara (partikular PM10) di wilayah Indonesia Barat saat ini jauh lebih bersih dibandingkan kualitas udara setahun yang lalu.

"Pada bulan Maret 2020 ini kualitas udara jauh lebih bersih dibandingkan bulan yang sama tahun 2019 dan tahun sebelumnya," dikutip dari pernyataan yang diunggah @lapan_ri, (28/3/2020)

Perubahan kualitas udara ini mirip dengan yang terjadi di wilayah Wuhan, China, dan Eropa saat wabah virus corona melanda.

Tidak hanya itu, di India tingkat polusi udara telah menurun secara signifikan, sampai-sampai puncak Himalaya bisa terlihat dari sebagian wilayah di India sejalan dengan diterapkannya karantina wilayah (lockdown).

Dikutip dari National Geographic Indonesia, di tempat-tempat seperti Jalandhar di Punjab, kabut asap telah berkurang drastis sehingga pegunungan Dhauladhar, yang terletak lebih dari 160 kilometer jauhnya, terlihat untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Tidak hanya itu, sejumlah hewan pun berani menampakan diri di tempat-tempat yang biasanya terdapat banyak manusia. Dikanal venesia misalnya, air yang biasanya keruh menjadi jernih membuat warganya dapat melihat ikan-ikan kecil terlihat berenang menikmati air yang tenang. Ditempat lain bahkan mereka melihat lumba-lumba yang berenang bebas di pantai yang biasanya ramai dengan kapal barang dan feri.

Hewan-hewan liar yang biasa bersembunyi di hutan, berani menampakan dirinya di jalan-jalan protokol yang biasanya diramaikan manusia.

Seolah-olah Allah sedang menyembuhkan bumi dari keriuhan yang diperbuat manusia dengan wabah Covid-19.

“Manusia ketika diberi kenikmatan seperti biasa-biasa saja, tidak berkomentar, tidak mengungkapkan rasa syukur. Tapi ketika mendapat musibah, maka semua diberitakan. Maka dikatakan sedikit orang-orang yang bersyukur,” demikian penjelasan Ustadz Thoyibun dalam siaran Oase Hikmah.

Dalam menyikapi musibah wabah Covid-19 yang Allah timpakan kepada orang di seluruh dunia ini hendaklah ingat dan mendekat kepada Allah, karena semua ini berasal dari Allah.

“Mintalah pada Allah dengan sabar dan shalat. Berdoa, banyak shalat malam, banyak shodaqoh dan membaca Al-quran. Selain itu juga berusaha secara fisik dan secara duniawi atau secara lahiriyah dengan menjaga kesehatan, membersihkan rumah dan lingkungan, serta mencuci tangan,” ujar Ustadz Thoyibun.

Bisa jadi, Allah meng-qodar dengan menciptakan wabah virus Covid-19 di tahun ini merupakan salah satu cara bagi Allah untuk menjaga keseimbangan makhluk hidup yang ada di bumi.(laras/lines)

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found

Alamat Surat

DPP LDII
Jl. Tentara Pelajar No. 28
Patal Senayan 12210
Jakarta Selatan
Telp. 021-57992547, 0811 860 4544
Fax 021-57992950

dpw-se-indonesia

Informasi resmi dari DPP LDII melalui internet hanya disampaikan dari website resmi LDII - www.ldii.or.id. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

GABUNG MAILINGLIST LDII