Keramahan Masyarakat Asmat Di Tanah Papua

Dobo4

Agats (22/10). Daratan Papua terlihat di ujung horizon kala fajar. KRI Banjarmasin dan Satuan Petugas (Satgas) Ekspedisi Bhakti PMK beserta bantuan sosial akhirnya telah tiba di Agats. Pada pendaratan kali ini berbeda dari yang sebelumnya, KRI Banjarmasin menjangkar sekitar 17 mil dari pelabuhan Agats sebelum merapat.

Berdasarkan hasil musyawarah Peserta Bhakti PMK semalam, Laut Arafuru di sekitar Agats tidak bisa dilalui oleh KRI yang pernah berpartisipasi memberantas perompak Somalia ini karena kedalamannya hanya 4 meter. Sementara tinggi KRI Banjarmasin 5 meter dibawah permukaan laut, akan kandas jika memaksakan diri berlabuh.

Akhirnya kru KRI Banjarmasin mengantar Satgas dan bantuan sosial menggunakan sebuah LCVP (Landing Craft Vehicle Personel) dan LCU (Landing Craft Utility). Peserta Bhakti PMK siap menurunkan bantuan di Agats. LCVP meluncur dengan cepat menuju pelabuhan Agats. Dibandingkan Laut Kepulauan Aru yang kebiruan, Laut Arafuru terlihat berwarna coklat, selain tercampur air tawar sedimentasi dan lumpur dari daratan Agats. Wilayah Papua bagian Selatan memang memiliki kontur daratan berupa rawa-rawa dan sungai-sungai.

Rombongan yang tiba di pelabuhan langsung menurunkan barang, kemudian bersiap-siap menuju tempat upacara penyambutan. Kehadiran Satgas PMK berbarengan dengan Festival Budaya Asmat semakin memeriahkan acara. Satgas pun berbaris rapih. Baru beberapa langkah berjalan, mereka sudah disambut tarian masal Suku Asmat, yaitu Tarian Orang Awyu.

Mereka mengenakan penutup kepala yang khas, yaitu bulu burung cendrawasih yang dipilin menggunakan akar hutan. Kebanyakan mereka mengenakan penutup kepala dengan bulu berwarna hitam, ada beberapa yang mengenakan bulu berwarna putih dan kuning dengan paruh burung cendrwasih. Biasanya melambangkan jabatan yang tinggi dalam suku tersebut.

Wanita suku Asmat juga tidak kalah menarik. Dengan hiasan tas nuken, mereka turut menari bersama para pria Asmat. Satgas Bhakti PMK juga tidak mau kalah, mereka saling sahut menyahut dengan yel-yel. "Siapa kita? Agats. Siapa kita? Bhakti PMK. Siapa Kita? NKRI," sahut rombongan Satgas Bhakti PMK.

Rombongan di arak menuju tenda penyambutan. Bupati Agats, Eliza Kambu langsung menyambut Satgas Bhakti PMK. Atas nama Pemerintah Kabupaten Agats, Ia berterima kasih dan mengucapkan selamat datang di tanah Asmat kepada satgas.

"Terimakasih atas kepedulian dan niat baik untuk membangun negeri bersama-sama. Saya percaya pertemuan dan kehadiran kita bukan kali ini terakhir, tapi jalan menuju masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Eliza juga meminta kepada masyarakat Indonesia, khususnya Satgas PMK untuk tidak takut datang ke Tanah Asmat. Asmat merupakan bagian dari NKRI dan menjadi tanggung jawab bersama. Orang Asmat selalu terbuka bagi siapa saja yang datang untuk membangun tanah Asmat. Eliza juga berharap, kelak suatu saat masyarakat Asmat bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di mata dunia.

"Kondisi kehidupan dan masyarakat asmat memang berat, tapi jika bisa bersinergi antar masyarakat dan pemerintah, saya pikir berat ini bisa dipukul bersama sama. Yang ringan bisa dijinjing bersama-sama," ujarnya.

Usai simbolisasi penyerahan bantuan, Tim Satgas Bhakti PMK LDII segera menemui Ustad Zaenudin, salah satu pengurus Masjid An-nur Agats yang berjarak 6 Kilometer dari pelabuhan. Satgas menyerahkan bantuan 41 dus bantuan yang terdiri dari pakaian barokah, mukena, kerudung barokah, baju koko, dan perlengkapan sekolah. Berdasarkan penuturan Ustad Zaenudin, meski hanya ada 3.000 minoritas muslim di seluruh kabupaten Agats, toleransi dan kerukunan antar umat beragama berjalan dengan baik.

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found

Alamat Surat

DPP LDII
Jl. Tentara Pelajar No. 28
Patal Senayan 12210
Jakarta Selatan
Telp. 021-57992547, 0811 860 4544
Fax 021-57992950

dpw-se-indonesia

Informasi resmi dari DPP LDII melalui internet hanya disampaikan dari website resmi LDII - www.ldii.or.id. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

GABUNG MAILINGLIST LDII