Pengembangan Kesehatan Berbasis Herbal

ilustrasi jamu

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang dipakai sejak jaman dahulu dan sudah terbukti khasiatnya, tidak kalah dengan obat herbal impor yang selama ini membanjiri pasar Indonesia karena era perdagangan bebas.

Melalui pengelolaan dan langkah yang tepat, jamu yang dapat dikembangkan nilai kekayaannya mampu mendorong pengembangan ekonomi rakyat yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kabupaten Tegal telah memiliki potensi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan tradisional dengan menggunakan jamu.

Konsep yang mewacana yakni pelayanan kesehatan jamu yang terintegrasi dengan program pariwisata yang telah ada. Tanaman obat keluarga (toga) tidak hanya bermanfaat untuk diolah menjadi jamu. Di Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, toga juga dapat menjadi daya tarik wisata, yaitu wisata kesehatan jamu (WKJ) Kalibakung.

Pengurus DPP LDII yang diwakili oleh Ketua DPP LDII, Prasetyo Sunaryo, Sekretaris DPP LDII, Rioberto Sidauruk dan Dewan Pakar LDII, Nana Maznah Prasetyo mengunjungi Unit Pelaksana Teknis Daerah Wisata Kesehatan Jamu (UPTD WKJ) di Desa Kalibakung, Tegal. Tujuan kunjungan ini untuk mengetahui pentingnya khasiat jamu untuk kesehatan dengan biaya terjangkau.

Di areal seluas 3,2 hektare di lereng Gunung Slamet itu, 245 jenis toga ditata menjadi taman yang rimbun. Gerbang melengkung dirambati tanaman markisa dan kuku bima menyambut pengunjung. Di tengah taman, terdapat kolam berair jernih yang dikelilingi jalan setapak dari batuan kali.

Selain taman toga, UPTD WKJ Kalibakung juga melayani pasien pengobatan herbal seperti rumah sakit kecil. “UPTD WKJ Kalibakung ini seperti rumah sakit kecil tersedia ruang pendaftaran, ruang tunggu pasien, ruang periksa. Bedanya, peranan UPTD WKJ Kalibakung ini tidak mempunyai wilayah kerja namun membuka pelayanan secara umum”ujar Kepala UPTD WKJ Kalibakung, Indah Hastuti.

Setelah mengidentifikasi penyakit yang diderita pasien, dokter yang bertugas jaga akan langsung berkoordinasi dengan apoteker. Selanjutnya, para asisten apoteker bergegas menyiapkan racikan jamu yang terdiri dari bermacam ramuan.

Dari sekian banyak ramuan yang disiapkan dalam seratusan toples plastik, yang paling sering digunakan antara lain daun kumis kucing, temu ireng, daun seledri, pulasari, rosella, tapak liman, kayu putih, daun pepaya, temulawak, legundi, cengkeh, brotowali, secang, hingga lengkuas.

Kabupaten Tegal telah memiliki potensi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan tradisional dengan menggunakan jamu. Konsep yang mewacana yakni pelayanan kesehatan jamu yang terintegrasi dengan program pariwisata yang telah ada. Di Kabupaten Tegal yaitu "Obyek Wisata Kalibakung" Kabupaten Tegal dengan ketinggian kurang lebih 650 m di atas permukaan laut dengan luas lahan sebanyak 3,2 Ha.

Dengan melihat potensi yang ada, Pemerintah Kabupaten Tegal ingin mewujudkan konsep pelayanan kesehatan jamu yang terintegrasi dengan program pariwisata, kesehatan, dan pendidikan melalui sebuah program yang diberi nama "Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Kalibakung Kabupaten Tegal".(wicak/lines)

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found

Alamat Surat

DPP LDII
Jl. Tentara Pelajar No. 28
Patal Senayan 12210
Jakarta Selatan
Telp. 021-57992547, 0811 860 4544
Fax 021-57992950

dpw-se-indonesia

Informasi resmi dari DPP LDII melalui internet hanya disampaikan dari website resmi LDII - www.ldii.or.id. Informasi di media lain seperti wikipedia, blog, dll, yang menggunakan nama LDII belum tentu merupakan tulisan pengurus LDII maupun warga LDII.

GABUNG MAILINGLIST LDII