Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Wawasan Kesehatan

Alat Masak dari Silikon, Amankah?

2023/06/03
in Kesehatan
1
Ilustrasi: LINES.

Ilustrasi: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Tren alat masak berbahan silikon saat ini mendominasi pasar peralatan rumah tangga. Patut diakui, selain memiliki tekstur yang fleksibel, warna yang memanjakan mata, kitchenware berbahan silikon juga memiliki kemudahan lain yang ditawarkan setiap produknya.

Kanal youtube Motherhood with Teya dari Amerika Serikat membahas informasi mengenai pengalaman serta pengetahuannya mengenai alat dapur berbahan silikon.

Silikon bermanfaat, tetapi apa sebenarnya silikon itu?

Silikon termasuk di tabel periodik bahan kimia yang bukan alami. Silikon terbuat dari silica, atau silikon oksida. Sedangkan yang kita gunakan sehari-hari adalah bahan silikon olahan.

Silika ada banyak bentuk mulai dari pasir hingga bebatuan alami, dan masih banyak lagi namun itu beracun bagi manusia.

Jika terhirup dan menyebabkan penyakit seperti paru-paru dan bahkan kanker. Maka, hindari area yang terdapat pasir silika, karena hal itu sangat berbahaya ketika terhirup atau berhembus terbawa angin. Debu silika itu hinggap di bagian tubuh tertentu yang rentan sehingga mengganggu kesehatan.

Bagaimana silikon dibuat?
Pembuatan unsur dan senyawa silikon dapat diperoleh dengan cara mencampurkan silika dan kokas (sebagai reduktor) dan memanaskannya di dalam tanur listrik pada suhu 3.000 derajat celcius dengan reaksi SiO2(l) + C(s) Si(l) + 2 CO(g).

Teya mengatakan, prosesnya seperti bahan kimia yang ditambahkan ke dalamnya dan menjadi polimer sintetik untuk kemudian membentuk untaian spageti yang menggumpal, itulah cikal bakal silikon. Dan itu benar-benar aman bahkan aman untuk makanan menurut FDA (Food and Drug Administration).

Lalu pertanyaannya ‘aman’ seperti apa?

Jenis silikon apa saja yang saat ini ada?

Ada tiga jenis silikon, yakni silikon padat, silikon berbentuk gel dalam wadah silikon padat, serta silikon cair. Penting untuk diketahui bahwa sama seperti Anda memiliki banyak jenis plastik, ada banyak jenis silikon, ada minyak, ada gel, ada silikon dengan konsistensi seperti karet.

Jenis silikon ada minyak, gel, dan ada konsistensi seperti karet silikon. Hal ini semacam pangkal diagram pohon untuk semua jenis silikon yang berbeda.

Fakta Keamanan Silikon Setelah Pengujian

“Saya pikir sangat aman untuk menggunakan silikon di dapur, lalu saya menemukan penelitian yang menunjukkan bahwa ketika silikon yang dipanaskan benar-benar dapat membocorkan zat siloxanes ke dalam makanan secara menyeluruh,” ucap Teya menceritakan pengalamannya.

Ingatlah bahwa panas yang digunakan untuk membuat produk tersebut, sehingga mungkin saja ketika penggunaanya untuk temperatur panas maka itu benar-benar menghancurkan integritas silikon.

Peneliti menguji peralatan dapur berbahan silikon yang memperhatikan perubahan yang terjadi selama pengujian berlangsung. Alat dapur tersebut ditimbang beratnya diawal, kemudian dipanaskan, lalu digunakan, kemudian dipanaskan lagi hingga akhirnya mereka menimbang lagi sesudahnya.

Hasil yang mereka temukan ternyata alat dapur berbahan silikon menjadi lebih ringan dibanding sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa ada bagian silikon yang telah menghilang atau bercampur ke makanan atau ke udara. Dari pengujian bisa disimpulkan menggunakan silikon mungkin bukan ide yang bagus.

“Kita tidak tahu apakah siloxanes berbahaya bagi tubuh manusia atau tidak, jadi saya pikir yang terbaik adalah berada di sisi yang aman dan mencoba untuk menghindari penggunaan silikon pada suhu maksimal 440 fahrenheit (226 derajat celcius) atau saat menaruh spatula ke dalam masakan yang sedang mendidih atau bertemperatur panas,” tutur Teya menegaskan.

Selalu ada hal-hal baru di pasaran sehingga perlu beberapa saat sebelum studi dapat dilakukan untuk membuktikan pengujian tadi, kesimpulan itu berbahaya atau tidak, sampai mengetahui keamanan yang pasti.

Serupa juga seperti penggunaan plastik saat menghangatkan makanan di microwave, yang sudah terbukti bahwa zat-zat yang dipanaskan tersebut ikut larut kedalam makanan.

Bahan-bahan seperti BPA (Bisphenol A), mikroplastik, nanoplastik yang tak sengaja larut di makanan, akan membahayakan kesehatan kita semua. “Jadi, jangan membuat kesalahan yang sama dengan silikon,” ujarnya.

Sebaiknya gunakan peralatan yang aman seperti wadah stainless untuk memasak, wadah kaca seperti pyrex untuk memanggang, kayu untuk pengaduk makanan dengan suhu panas, dan sebagainya. (inggri/LINES)

Sumber: youtube Motherhood Teya – US

Tags: alat dapurkesehatansilikon

Comments 1

  1. Teguh Suyatno says:
    3 years ago

    Semoga Allah paling lancar barolah, saya selalu mengikuti dan selalu baca. Aljkr

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Muhkhamim on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • sitimustholikah on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Angka DH on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Angka DH on Bersama Babinsa dan Warga Desa, LDII Pamenang Selatan Bangun Masjid Baitul Ghofur
  • Pri Adhi Joko Purnomo on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak

Pimpin Apel Malam, Wamenhaj Dahnil: Presiden Pasti Bangga Lihat Diklat Ini

January 16, 2026
Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam

Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam

January 15, 2026
LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib

LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib

January 15, 2026
Itjen Kemenhaj: Tak Ada Ruang Bagi Pelaku Pelecehan Seksual Haji 2026

Itjen Kemenhaj: Tak Ada Ruang Bagi Pelaku Pelecehan Seksual Haji 2026

January 17, 2026
LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib

LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib

30
Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam

Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam

6
LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama

LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama

2
Wali Kota Bandung Ajak Warga LDII Kelola dan Pilah Sampah

Wali Kota Bandung Ajak Warga LDII Kelola dan Pilah Sampah

2
Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof. Abdul Mujib

Guru Besar UIN Jakarta Tekankan Kompetensi Psikologis untuk Petugas Haji

January 20, 2026
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak

Tinjau Diklat Minggu Kedua, Wamenhaj Dahnil: Petugas Harus Faham pada Tusi Masing-masing

January 20, 2026
Direktur Pendidikan Pontren Kemenag RI Tinjau Pelaksanaan Imtihan Wathani PDF Ponpes Minhaajurrasyidin

Direktur Pendidikan Pontren Kemenag RI Tinjau Pelaksanaan Imtihan Wathani PDF Ponpes Minhaajurrasyidin

January 19, 2026
Petunjuk

Petunjuk

January 19, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Guru Besar UIN Jakarta Tekankan Kompetensi Psikologis untuk Petugas Haji January 20, 2026
  • Tinjau Diklat Minggu Kedua, Wamenhaj Dahnil: Petugas Harus Faham pada Tusi Masing-masing January 20, 2026
  • Direktur Pendidikan Pontren Kemenag RI Tinjau Pelaksanaan Imtihan Wathani PDF Ponpes Minhaajurrasyidin January 19, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.