Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

DPP LDII: Reformasi Seharusnya Melahirkan Pemimpin Inovatif

2019/05/02
in Organisasi
0
reformasi ldii
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp


Jakarta (1/5). Pascapilpres masyarakat masih terlibat ketegangan, baik di dunia maya dan di dunia nyata.. Masyarakat saling serang di media sosial dan bahkan terjadi ketegangan saat aparat hendak menurunkan baliho salah satu kandidat.

Persoalan ini menunjukkan bahwa kedewasaan demokrasi masyarakat belum terbentuk. Padahal di level atas, elit politik meskipun bersitegang di media massa dan sosial, bila bertemu bersalaman dan berpelukan. Ketegangan-ketegangan di level bawah ini, mengakibatkan kontraproduktif.

“Untuk menghindari hal tersebut, sebenarnya proses demokrasi harus berjalan hari demi hari, bukan lima tahun sekali,” ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo. Masyarakat bisa memberi masukan bahkan menilai mana yang tidak benar kepada pejabat negara dan wakil rakyat.

Menurut Prasetyo, dengan demikian masyarakat tak menahan aspirasinya, lalu meluapkannya setelah lima tahun, “Dengan proses demokrasi yang sehari-hari, pada akhirnya masyarakat bisa memutuskan mana kandidatnya tanpa tekanan, politik uang, atau sebab-sebab di luar diri masyarakat,” ujar Prasetyo.

Ia mengingatkan Reformasi ternyata tak menghasilkan demokrasi yang lebih baik. Karena yang terjadi adalah keterpilihan bukan keterwakilan, akibatnya tak selalu memberikan contoh yang ideal. Prasetyo menyebut, seharusnya demokrasi menghasilkan pemimpin yang inovatif dan bermental melayani masyarakatnya.

Prasetyo Sunaryo proses demokrasi dalam skala mikro bisa menghasilkan pemimpin yang inovatif dan kreatif. Ia menyontohkan Abdul Haris Suhud seorang Kepala Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Lamongan, membangun pariwisata berbasis agrobisnis.

Di atas lahan bengkok – lahan yang menjadi gaji kepala desa — seluas 4 ha, Haris menanami lahan tersebut dengan sembilan jenis varietas padi. Ia ingin melihat kelebihan masing-masing padi, misalnya yang hasil panennya terbanyak, minim penggunaan air, rasa, hingga mana varietas yang tahan hama.

“Dua di antara varietas tersebut berasal dari Jepang. Pak Haris ingin meneliti apakah beras Jepang tersebut cocok ditanam di Indonesia,” pungkas Prasetyo. Haris juga menanam bunga di sekitar areal persawahan. Fungsinya, untuk mengundang predator hama padi ke areal persawahan.

Selain itu, Haris juga membuat sarang-sarang burung yang diperuntukkan bagi burung hantu. Burung-burung itulah yang mengendalikan hama tikus.

Dengan adanya pemimpin yang inovatif dan melayani rakyatnya, dana desa seharusnya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama petani. Namun, triliunan rupiah tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kepala desa dan warga.

Menurut Prasetyo, inovasi Haris itu menumbuhkan bisnis pariwisata berbasis agrobisnis. Masyarakat ia dorong untuk menjual kuliner hingga souvenir, dari kunjungan masyarakat yang ingin menikmati keindahan taman bunga dan persawahan. Hal ini memberi nilai lebih kepada sawah dan petani, dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

Penduduk sekitar lahan dapat menjual makanan bagi wisatawan, hingga menyediakan berbagai kebutuhan wisata, “Bila 72.000 desa se-Indonesia memiliki 20 persen kepala desa yang inovatif, bisa meningkatkan kemakmuran desa,” ujar Prasetyo.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Dedi Century Kenya on Renungan Hari 23
  • joko raharjo on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Sulaeman on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • wahyu hidayat on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Mustiko on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

March 7, 2026
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

March 11, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

15
Renungan Hari 18

Renungan Hari 18

6
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Nasehat untuk Para Istri

Nasehat untuk Para Istri

3
Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

Catatan Umroh Ramadan 2026 (2):

March 13, 2026
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

March 13, 2026
Keistimewaan Lailatul Qodar

Keistimewaan Lailatul Qodar

March 13, 2026
LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil

LDII, Persinas ASAD, dan Senkom Mitra Polri Kotabaru Bagikan Ratusan Paket Takjil

March 13, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Catatan Umroh Ramadan 2026 (2): March 13, 2026
  • Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa March 13, 2026
  • Keistimewaan Lailatul Qodar March 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.