Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai: Burung Sayap Sebelah

2020/10/07
in Nasehat
3
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang

Ketidakcocokan ada dimana-mana. Di masyarakat misalnya, bisa tidak cocok dengan RWnya, tidak nyetel dengan RTnya, dan tidak akur dengan salah satu tetangganya. Di perusahaan, bisa berseberangan dengan pucuk pimpinan, bersitegang dengan atasan, menjaga jarak dengan rekan sejawat ataupun berseteru dengan bawahan. Tadinya, saya menduga kalau seorang teman yang hobby pindah kerja itu mencari posisi lebih atas dan penghasilan lebih tinggi. Setelah mendengarkan sepenuhnya, ternyata ia mempunyai problema dengan lingkungan kerjanya. Ternyata di tempat sebelumnya, dia selalu bertemu dengan orang yang tidak cocok. Namun, begitu pindah begitu lagi dan lagi. Di rumah tangga juga serupa. Ada seorang kawan yang setiap ketemu berganti pasangan. Tadinya, saya menyangka mencari yang lebih molek, mapan, mandiri dan menarik. Setelah berganti pasangan lebih dari tiga kali, ia baru sadar. Ia merasa capek dengan kegiatan berganti-ganti pasangan ini, karena selalu saja bertemu ketidakcocokan dengan berbagai coraknya. Ketidakcocokan selalu berkelana.

Bercermin dari semua ini, izinkan untuk merangkum; kalau motif, tujuan dan maksud kita mencari pasangan – entah pasangan hidup, pasangan kerja, pasangan berusaha – adalah mencari orang yang cocok di semua bidang, sebaiknya dilupakan saja. Forget it! Dunia ini penuh dengan perbedaan dan ketidakcocokan. Dan tugas utama manusia adalah menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan sebagai suatu kekayaan dan kekuatan. Bukan memberangus, membenci apalagi menghilangkan perbedaan itu sendiri.

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ ذَكَرٍ وَّاُنۡثٰى وَجَعَلۡنٰكُمۡ شُعُوۡبًا وَّقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوۡا‌ ؕ اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal (ta’aruf). Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.” (QS Al-Hujurat:13)

Sayangnya, menerima dan mentransformasikan perbedaan itu tidaklah mudah. Hal ini terjadi, karena banyak orang yang menganggap dirinya seperti burung yang bersayap lengkap. Bisa terbang (baca: hidup dan bekerja ) sendiri tanpa kebergantungan kepada orang lain. Padahal, meminjam apa yang pernah ditulis Luciano de Crescendo, kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah. Dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat bersama orang lain. Anda boleh berpendapat lain, namun hal ini seirama dengan sabda indah Baginda Rasul dalam hadits berikut ini.

عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ‏”‏‏.‏ وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ

Dari Abu Musa ra., sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda; ”Orang mu’min dengan mu’min yang lain bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan antara mukmin satu dengan mukmin lainnya, kemudian beliau menggenggamkan jari-jarinya”. (Rowahul Bukhari)

Di perusahaan kelas dunia, hampir semua pemimpin yang berhasil pasti mempunyai kemampuan bekerja sama yang baik dengan orang lain. Di keluarga tidak pernah saya temukan keluarga bahagia tanpa kesediaan mau ‘berpelukan’ dengan mesra antar anggota keluarga yang lain. Di tingkat yang lebih tinggi seperti negara misalnya, pemimpin sehebat Nelson Mandela bahkan mau berpelukan bersama orang yang dulu pernah menyiksanya. Apalagi kalau kegiatan berpelukan ini dilakukan dengan sadar dan penuh cinta. Ia tidak saja merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, namun juga membuat semuanya tampak indah dan menyenangkan. Menghilangkan prasangka dan syak wasangka, menumbuhkan kekuatan dan kekompakan, bahkan mentransformasikan kegagalan menjadi keberhasilan.

Kembali ke pengandaian burung dengan sebelah sayap, Allah memang tidak pernah menciptakan manusia paripurna. Kita selalu lebih di sini dan kurang di sana. Atau kurang di sini dan lebih di sana. Kesombongan atau keyakinan berlebih hanya akan membuat kita menderita. Salah-salah bisa senasib dengan burung yang bersayap sebelah tetapi memaksa diri untuk terbang. Sepintar dan sehebat apapun kita, tidak bisa sukses sendiri tanpa bantuan orang lain. Mau belajar, berjuang, berdoa atau sebesar dan sehebat apapun usaha kita, semuanya akan diakhiri dengan jumlah sayap yang hanya sebelah. Tak lebih. Oleh karena itu, dengan pemahaman simpatik seperti ini, alhamdulillah pelan tapi pasti mendidik saya menghargai sepenuhnya arti “pelukan-pelukan” di belantara cinta.

Maka, tak salah pesan Sang Guru bijak untuk selalu memulai kehidupan setiap hari dengan pelukan cinta. Mulai bangun tidur sampai ke kembali peraduan lagi, cobalah untuk mengisi kegiatan-kegiatan dengan pelukan-pelukan cinta. Pelukan bisa sebenarnya juga bisa hanya kinayah atau ibarat saja. Cobalah untuk mulai memeluk diri sendiri, dengan rutin menjalankan kewajiban-kewajiban dengan riang dan penuh integriti. Kemudian sediakan waktu dan sempatkan memeluk anak, si buah hati. Juga kepada istri yang melayani kita setiap hari, peluklah dan bisikkan kata-kata indah setulus hati. Berikutnya jangan lupa memeluk kehidupan sekitar, memeluk alam semesta serta memeluk yang empunya cinta Allah, Tuhannya Alam Semesta. Dan ini mengiringi sabda indah Utusan Allah ﷺ;

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَعِنْدَهُ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ جَالِسًا فَقَالَ الْأَقْرَعُ إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

Sesungguhnya Abu Hurairah ra, berkata; “Rasulullah ﷺ mencium Al-Hasan bin Ali sedangkan di samping beliau ada Al-Aqra’ bin Habis At Tamimi sedang duduk, lalu Aqra’ berkata; “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah mencium mereka sekali pun, maka Rasulullah ﷺ memandangnya dan bersabda: “Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.” (Rowahul Bukhari)

Tags: BurungldiinasehatPasangan

Comments 3

  1. Fauzi Achmadi says:
    5 years ago

    Ajkh Mas Kus atas sharingnya yang sangat bermanfaat…semoga Allah paring barokah

    Reply
  2. Ana dwi rofiq says:
    5 years ago

    Jazakumullahu khoiro untuk semua timny,,,nasehat sperti amat sangat bermanfaat bagi kami jauh di pelosok…muga allah senantiasa memberikan ilham ilham yg baik untuk kedepannya. Barokalloh

    Reply
  3. Imron says:
    5 years ago

    Sebuah tulisan yg sangat indah untuk direnungkan dan diamalkan. Kita memang perlu refrensi yg banyak tentang kehidupan ini dari Rosululloh Muhammad SAW

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Yusuf on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Angka DH on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Media Tour Dakwah on Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF
  • RAHMAT WAHID on LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital
  • Soedradjat on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

January 23, 2026
Siskohat Kunci Akurasi Data Penyelenggaraan Haji

Siskohat Kunci Akurasi Data Penyelenggaraan Haji

January 23, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

6
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

5
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

6
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

4
Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

January 28, 2026
LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

January 28, 2026
170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

January 28, 2026
Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

January 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni January 28, 2026
  • LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah January 28, 2026
  • 170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas January 27, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.