Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai kehidupan (18)

2009/08/20
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Seorang anak manusia paro baya merasa hidupnya dalam kesulitan besar. Ia merasa keberuntungan dan kebahagian sepertinya menjauh dari dirinya. Ia tidak bahagia menjalani hidup ini. Maka pada suatu kesempatan dia munajat kepada Allah meminta kebahagiaan. Tidak henti – hentinya dia berdoa, akhirnya Allah mendengarkan doanya. Diutuslah malaikat yang datang dalam mimpinya dengan menjelma menjadi seorang Resi dan berkata kepadanya, “Melihat usaha dan kesungguhanmu, Allah mengabulkan doamu. Sekarang silahkan meminta tiga hal saja yang akan membuatmu bahagia.”

Lelaki itu sangat gembira sekali dengan berita itu. Segera ia ajukan permohonan yang pertama untuk menjadi bahagia. Ia merasa bahwa kebahagiaannya selama ini terganggu oleh sekelilingnya. Menurutnya, dia tidak bahagia lantaran dia punya isteri yang cerewet. Sangat cerewet, sehingga kemana pun mata memandang dan kaki melangkah seakan terngiang terus kecerewetan istrinya. Kegaduhannya, kejelekannya, suka ngaturnya, ceriwisnya yang nerocos bagai senapan mesin otomatis. Rasanya dia akan merasa damai dan bahagia jika isterinya itu tidak bersamanya, maka setelah dipikir masak – masak dia berkata, “Wahai Resi, dapatkah engkau mencabut nyawa istriku.”  Itulah permintaan pertamanya. Sesuai yang dijanjikan, permintaan itu ternyata dikabulkan. Keesokan harinya, setelah sang suami bangun, ia mendapati sang istri telah meninggal dunia.

Pagi itu menjadi hari yang ramai dan sibuk. Para tetangga, kerabat dan handai – taulan datang dan berkumpul di rumahnya untuk mengucapkan bela sungkawa. Takziyah. Mereka amat kaget dan sedih mendengar kematian sang istri yang mendadak. Dan mereka berkumpul saling menceritakan kenangan mereka mengenai sang istri tersebut, yang akan dikuburkan esok hari. Ternyata, hampir semua kenangan yang disebutkan oleh para pelayat adalah hal – hal yang baik. Tak satu pun pengunjung yang mempunyai kenangan jelek tentang istrinya. “Orang baik seperti dia memang biasanya cepat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Tak disangka dia telah meninggalkan kita,” kata  mereka. Mendengar perkataan – perkataan itu, sang suami menjadi salah tingkah. Dia panik. Dia merasa telah salah melihat dan menilai kehidupan istrinya. Akhirnya secepat kilat dia menuju ke kamar dan bermunajat lagi kepada Sang Pencipta. Malam itu sang Resi datang menemuinya kembali untuk menjawab permintaan sesuai yang dijanjikan kepadanya. Sang suami berkata, “Hai Resi hidupkan kembali istriku. Ternyata dia orang yang baik. Selama ini aku telah salah menilainya,” pintanya. Sang istri pun hidup kembali.

Kembalinya sang istri, ternyata tak juga membuatnya bahagia. Kesan kebaikan yang diberikan kepada sang istri oleh tetangga dan kerabatnya belum ditemukan juga oleh sang suami. Cara pandang dan perlakuannya masih tetap sama seperti dulu. Tak ada yang berubah. Hanya satu yang dia tahu ternyata istrinya itu orang baik, tetapi dia belum bisa menemukan di sisi mana kebaikan itu. Lama dia termenung dan akhirnya bertanya ke sana – kemari untuk memperoleh jawabannya. Sebab dia masih ingat masih ada satu lagi permintaan yang akan dikabulkan untuk menggapai kebahagiaan. Sedangkan yang dua kesempatan telah sirna karena salah sangka, malpraktek. Oleh karena itu, dia akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik – baiknya. Tidak boleh sembrono. Tidak boleh gegabah. Harus presisi, tepat guna dan tepat sasaran. Dalam pencariannya sang suami bertanya kepada beberapa teman, sahabat dan orang yang dia anggap tahu masalah kebahagiaan ini. Darinya ia memperoleh beberapa jawaban, bahwa untuk bahagia harus punya istri muda yang cantik, harus punya jabatan dan kekuasaan, punya harta berlimpah, mobil banyak, rumah indah dan lain sebagainya. Nasehat – nasehat ini membuat dia terombang – ambing dalam kebingungan dan kebimbangan, jauh dari kebahagiaan.

Sampai beberapa tahun kemudian sang suami belum juga memutuskan apa yang terbaik dan dipilihnya. Ia masih bingung dan limbung. Pada suatu malam sang Resi datang kembali kepadanya. “Aku masih punya hutang kepadamu satu permintaan lagi. Silahkan kau meminta satu lagi sekarang,” katanya.  
“Wahai sang Resi, aku bingung, tolong berikan aku petunjuk untuk memperoleh kebahagiaan itu,” pintanya.
“Baiklah,” kata sang Resi dengan lembut, “Agar engkau senantiasa merasa bahagia, mintalah kepada Yang Maha Kuasa diberi hati yang nrimo dan penuh kesyukuran.”

Pernyataan ini sejalan dengat nasehat bahwa hati yang syukur dan pasangan yang baik akan menolong perkara duniamu. Pada kenyataannya masih banyak para pecinta kehidupan ini salah arah dalam mencari dan meraih kebahagiaan. Kebahagiaan adalah perjalanan ke dalam, bukan keluar. Perjalanan mengenali diri sendiri. Sifat dasar yang harus dimiliki untuknya adalah nrimo – menerima segala sesuatu yang telah diberikan kepada kita dan mensyukurinya. Terlebih bagi kita yang ngepasi dalil berikut ini, “Sungguh beruntung orang yang memeluk islam, diberi rejeki yang cukup dan Allah memberikan sifat qona’ah (nrimo ing pandum) dengan apa yang Dia berikan kepadanya.” (Rowahu Muslim, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Untuk mendalaminya lebih lanjut mari resapi untaian sajak berikut ini.

Bersyukurlah karena belum punya semua hal yang kau inginkan, jika sudah apalagi yang kau cari?
Bersyukurlah saat kau tidak tahu sesuatu, karena kau berkesempatan untuk belajar
Bersyukurlah atas saat-saat sulit, pada masa itulah kau bisa berkembang
Bersyukurlah atas keterbatasanmu, karena ia memberi kesempatan bagimu untuk jadi lebih baik
Bersyukurlah atas setiap tantangan baru, karena tantangan itu akan membuatmu lebih kuat dan berkarakter
Bersyukurlah atas kesalahan yang kau lakukan, kesalahan memberimu pelajaran yang sangat berharga
Bersykurlah saat kau merasa letih dan jemu, artinya kau sudah menemukan hal yang berbeda.
Bersyukurlah atas masalah yang kau hadapi, dan masalah itu bisa jadi adalah karuniamu

Dengan begini, adakah yang lebih berarti ketika diri sudah diliputi aras kesyukuran yang tinggi? Karena bersamalah ada kebahagiaan yang abadi. Kebahagiaan yang banyak orang cari.
 
Oleh :Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.