Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Anak Muda Bicara

Hai Para Istri, Izinkan Suami Mencari Surganya

2020/01/11
in Anak Muda Bicara
0
ilustrasipasangan unsp.mustafa
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Suatu hari menjelang sore, Ustad Aceng Karimullah nasehat di taman. Ia bernasehat tentang bagaimana seharusnya laki-laki yang sudah menikah berbakti pada orang tua. Aku yang masih single kut mendengarkan.

Ustad H. Aceng berkata, “Kalau kita merujuk firman Allah surat Bani Isroil ayat 23, disitu difirmankan kalau Allah membuat peraturan dan membuat ketetapan. Pertama agar kita menyembah Allah tanpa kita mempersekutukannya, semata-mata tanpa unsur-unsur sirik dan menaati peraturannya. Kedua, berbuat baik kepada kedua orangtua kita, setelah menyembah kepada Allah tanpa syirik.”

Penjelasan selanjutnya, jika dilihat dari resiko, manusia akan mendapatkan dosa yang besar, dosa yang paling besar diantara dosa-dosa yang besar yang pertama adalah dosa mempersekutukan Allah, dan yang kedua adalah durhaka terhadap kedua orang tua.

Aku yang sedang mendengarkan pun bertanya-tanya dalam hati, ”Kok bisa dosa besar kedua itu durhaka kepada orang tua? Ah, lagipula nasehatnya belum selesai, tidak sopan kalau langsung dipotong.” Lantas lanjut mendengarkan.

Ustad yang sudah beruban namun masih tampak bugar itu kemudian dengan tegas bilang, ”Masa kita berani kepada kedua orang tua kita yang sudah membimbing sampai kita besar? Sebagai orang Islam kita harus memperhatikan betul diri kita, agar tidak menjadi anak yang durhaka dan menyakiti orang tua.”

Bagaimana tidak, resiko orang yang menyekutukan Allah atau syirik bisa dikatakan, orang yang mati dalam keadaan syirik tidak akan mendapat pengampunan. Sementara, dosa selain syirik masih ada kemungkinan untuk mendapat pengampunan.

“Demikian dosa besar yang kedua adalah durhaka terhadap kedua orang tua, biasanya azabnya dari Allah tidak ditangguhkan di akhirot. Anak yang durhaka oleh Allah sudah pasti diazab,” ujarnya menambahkah. Terlintas rasa ngeri dalam benakku rupanya setelah mendengar penjelasan sang ustad.

Kelihatannya sederhana saja. Kapan kita pernah menyadari ketika kita bicara keras kepada orang tua, disuruh membeli cabe ke pasar dengan malas, dan segudang alasan lain yang kesannya menyepelekan.

“Pak ustad, aku yang masih single begini terkadang ada kurangnya. Tapi sebisa mungkin tetap berusaha untuk berbakti pada orang tua. Tapi bagaimana dengan lelaki yang sudah menikah?” aku bertanya padanya.

“Mas, jadi intinya simple aja. Istri harus memberikan kesempatan untuk bisa berbakti pada ibunya selagi masih hidup sampai suaminya durhaka kepada ibu karena dia lebih mementingkan istrinya dibandingkan ibunya,” ujarnya.

Begitulah. Rupanya ketika menikah pun kewajiban kita berbakti pada orang tua tidak putus. Mungkin cuma beda atap saja, hehehe.

“Ustad, sayang banget nggak sih, misalkan dia ahli ibadah tapi hanya karena dia tidak berbakti pada ibunya malah jadi tergolong orang yang durhaka,” aku kembali bertanya.

“Sekali lagi bagi para istri, doronglah suami kalian supaya bisa berbakti kepada ibunya. Beri kesempatan untuk berbuat baik kepada ibunya. Karena ibu adalah prioritas yang pertama, yang kedua adalah ibu, yang ketiga juga ibu, dan yang keempat juga bapak,” Pak Aceng memberi penjelasan.

Oke, mudah-mudahan Allah memberi kekuatan lahir batin kepada kita, sehingga kita bisa menjadi orang yang sholeh, amin.(antho/lines)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.