Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Haji Mabrur

2008/01/06
in Opini
1
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp
Apa sih tanda-tanda hajji mabrur? Salah satu tanda-tanda dari orang yang hajjinya mabrur ialah setelah pulang dari hajji dia selalu mempunyai jiwa senang menolong kepada yang berhak ditolong, hatinya longgar, ’nyegoro’, senang membantu, dan mempunyai jiwa dermawan.

ABU HUROIROH meriwayatkan, bahwasanya ketika Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam ditanya, “Manakah amalan yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Alloh dan Rosulnya.” Ditanyakan kepadanya, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Hajji yang mabrur.”

Sementara, dari Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha, ia berkata, “Aku berkata, ya Rosululloh, kami (wanita) menilai jihad itu seutama-utama amalan. Apakah kami tidak jihad? Beliau bersabda, tetapi yang lebih utama daripada jihad adalah hajji mabrur.”

 

Rowahu al Buhori kitab al Hajj, “Barang siapa yang berhajji karna Alloh kemudian dia tidak menjima’ istrinya (dalam keadaam ihrom) dan tidak melanggar (larangan agama secara umum maupun larangan-larangan dalam hajji) maka dia kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.”

“Dan berkata Husin (perowi hadits), hajji mabrur itu kalau pulang dari hajji berhati-hati dalam urusan dunia dan senang dalam urusan akhirat.”

Ditanya Rosululloh SAW apakah baiknya hajji? Nabi menjawab: Memberi makan dan baik ucapannya. (Dalam riwayat Ahmad dan al Baihaqi: memberi makan dan menyiarkan salam).

Hajji mabrur, yang hasilnya luar biasa, adalah hajji yang dalam mengerjakannya benar-benar sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan al Baihaqi an Jabar, Rosululloh bersabda, “Ambillah diriku (Nabi) tentang ibadah hajji kalian, barangkali setelah tahun ini saya tidak melihat kalian..” Jadi kesimpulannya:

  1. Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang hajjinya sesuai dengan tuntunan Rosululloh SAW.

  2. Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang hajjinya tidak dicampuri dengan pelanggaran-pelanggaran, tidak dicampuri dengan dosa-dosa.

  3. Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang dalam hajji dan setelah pulang dari hajji selalu mempunyai jiwa senang menolong kepada yang berhak ditolong, hatinya longgar, nyegoro, senang membantu, dan mempunyai jiwa dermawan.

  4. Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang meningkat akhlak budi pekertinya yang luhur, sopan santun dan andap asornya meningkat, tata kramanya meningkat, yang semuanya itu ditandai dengan ucapannya yang baik dan lemah lembut.

  5. Orang yang hajjinya mabrur ialah orang yang setelah pulang dari hajji dalam urusan dunia tambah mutawari’, tambah zuhud, tambah hati-hati, lebih menjaga tentang halal-harom, haq dan bathil, sah dan tidak sah, melanggar dan tidak melanggar, sehingga urusan dunianya tidak mempengaruhi/merusak ibadahnya. Dalam urusan ibadah dia lebih bersemangat, lebih nggedodor, lebih methithi, lebih dipolkan lagi daripada sebelum hajji.

Untuk itu bagi umat Islam yang sudah bisa melaksanakan ibadah hajji semestinya bisa menjadi semakin banyak syukur kepada Alloh, karena sudah di-qodar oleh Alloh bisa memenuhi kewajiban ibadah hajji. Perhatikanlah firman Alloh dalam surat Ali Imron ayat 97, “Dan bagi Alloh wajib atas manusia hajji ke Baitulloh yaitu bagi yang sudah mampu jalannya.”

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim, Rosululloh SAW bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya Alloh telah mewajibkan hajji kepada kalian, maka berhajjilah.”

Umat Islam yang sudah melaksanakan ibadah hajji berarti mereka sudah mendapatkan kefadolan-kefadolan hajji, antara lain:

Mereka telah menjadi tamu kehormatan dari Alloh (dluyufur rohman) sesuai dengan sabda Rosululloh (rowahu Ibnu Majjah), “Orang-orang yang hajji dan orang-orang yang umroh itu menjadi tamu Alloh. Jika mereka berdoa kepada Alloh maka Alloh mengabulkan doa mereka, dan jika mereka mohon ampun kepada Alloh maka Alloh mengampuni kepada mereka.”

 Rowahu Al Baihaqi: “Ya Alloh ampunilah orang yang hajji dan orang yang didoakan ampunan oleh orang yang hajji.” RowahuThobroni: “Diampuni orang yang hajji dan orang-orang yang didoakan ampunan oleh orang yang hajji.

Orang yang hajji itu doanya maqbul, pahala atas biaya yang telah dikeluarkan untuk hajji dilipat-gandakan, dan biaya yang telah dikeluarkan untuk hajji diganti oleh Alloh, dan dihilangkan kefakirannya.

Sabda Rosululloh SAW rowahu Al Baihaqi: “Orang-orang yang hajji dan orang-orang yang umroh itu menjadi tamu Alloh, jikamereka minta pasti diberi, dan jika mereka berdoa pasti dikabulkan, dan jika mereka mengeluarkan biaya untuk hajji pasti diganti.

Rowahu Ahmad wa Thobroni: “Biaya dalam hajji itu seperti biaya dalam sabilillah (dilipatkan 700 kali lipat).

Rowahu Thobroni wal Bazar: “Orang yang hajji tidak akan al im’aru sama sekali, ditanyakan kepada Jabir apa yang dimaksud  al im’aru? Jabir menjawab: melarat.

Rowahu Tirmidzi: “Ikutkanlah antara hajji dan umroh karena keduanya itu menghilangkan fakir dan dosa seperti ububan         menghilangkan kotoran besi, emas dan perak, dan tidak ada pahala hajji mabrur kecuali surga.

Orang yang hajji mendapatkan lipatan pahala Tanah Harom, yaitu satu kebaikan yang dikerjakan di Tanah Harom sama dengan 100.000 kebaikan yang dikerjakan di luar Tanah Harom (hadits rowahu Ibnu Khozimah wal Hakim).

Sholat di Masjidil Harom lebih baik dan lebih utama 100.000 kali dibandingkan dengan sholat yang dikerjakan di luar Masjidil             Harom walaupun masjid-masjid lain itu sama-sama di Tanah Harom Mekah (hadits rowahu Ibnu Majjah).

Towaf di Baitulloh mendapatkan 60 rohmat (hadits rowahu Thobroni). Towaf di Baitulloh pahalanya seperti pahala memerdekakan satu orang budak. Setiap kali orang towaf, ketika mengangkat kakinya yang satu dan meletakkan kaki yang lainnya di bumi, maka dihapuslah satu kesalahannya dan ditulislah baginya satu kebaikan. Mengusap hajar aswad dan Rukun Yaman maka dihapus kesalahannya (hadits rowahu at Tirmidzi).

Sholat dua rokaat di belakang maqom Ibrohim setelah towaf pahalanya seperti pahala memerdekakan seorang budak. Sa’i antara Sofa dan Marwah pahalanya seperti pahala memerdekakan 70 orang budak. Wuquf di Arofah semua dosanya diampuni oleh Alloh walaupun dosa-dosanya sebanyak hitungan pasir atau sebanyak hitungan tetesan hujan dari langit, atau dosanya sebanyak hitungan buih di lautan.

Melempar jumroh pahalanya setiap kali lemparan batu menghapus satu dosa besar. Adapun menyembelih hadyu di hari nahr  merupakan simpanan/tabungan di sisi Alloh. Dan mencukur rambut kepala ketika tahallul setiap satu rambut yang dicukur  pahalanya mendapat satu kebaikan dan dihapus satu kesalahan (hadits rowahu at Thobroni wal Bazzar).

 

Jadi ibadah hajji disamping secara umum pahalanya jelas maka setiap bagian-bagian manasik hajji juga ada pahalanya  sendiri-sendiri.

 

Orang yang melaksanakan ibadah hajji bisa berdoa di tempat-tempat mustajabah yang tidak ada di luar Makkah Madinah dan sekitarnya, seperti berdoa di Multazam, berdoa di Maqom Ibrohim (setelah sholat 2 rokaat sehabis towaf), berdoa di Shofa dan Marwah, berdoa di Arofah pada sore hari ketika wuquf, berdoa di Mash’ar al Harom Musdzalifah dan tempat-tempat lainnya.

 
Orang yang berhajji secara langsung sudah membuktikan adanya tempat-tempat bersejarah dalam perkembangan Islam sehingga hatinya semakin mantab, keimanannya semakin bertambah, keyakinannya semakin meningkat, dan sudah tahu sendiri Makkah-Madinah sebagai sumber tempat keluarnya syari’at Islam.

Masih banyak lagi kefadolan-kefadolan ibadah hajji lainnya yang tidak tertulis di sini. Semoga Alloh paring manfaat dan barokah.

Comments 1

  1. Fathuroyan Aulia says:
    3 years ago

    Ajzklh

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Rahmat Abadi on Pesan Moral Salat Idul Fitri dari Ponpes Wali Barokah: Tekunkan Ibadah dan Perkuat Ukhuwah
  • Sudibyo on Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat
  • Nanang Naswito on FKUB Kota Kediri dan Tokoh Lintas Agama Kunjungi Ponpes Wali Barokah
  • Nanang Naswito on Polda Sumut Kunjungi LDII, Ajak Jaga Kondusivitas Wilayah
  • Wahyu on Silaturahim LDII-Polres Enrekang Dorong Peran Tokoh Agama Cegah Penyakit Sosial
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

March 26, 2026
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

March 30, 2026
Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

Perkuat Toleransi, Tokoh Katolik Silaturahim dengan Ketua LDII Kebumen

March 29, 2026
ldii ntb

Pengurus LDII Hadiri Open House Gubernur NTB Perkuat Silaturahim

March 27, 2026
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

13
Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

Pengurus Ponpes Wali Barokah Silaturahim Idul Fitri dengan Ketua Umum MUI Pusat

8
ldii ntb

Pengurus LDII Hadiri Open House Gubernur NTB Perkuat Silaturahim

4
LDII Jabar Hadiri Festival Dulag, Jaga Tradisi Idul Fitri

LDII Jabar Hadiri Festival Dulag, Jaga Tradisi Idul Fitri

3
LDII Sulawesi Utara Turut Pantau Hilal 1 Syawal, Perkuat Sinergi dengan Kemenag

LDII Sulawesi Utara Turut Pantau Hilal 1 Syawal, Perkuat Sinergi dengan Kemenag

March 31, 2026
Hujan Tak Halangi Polresta dan LDII Manokwari Berbagi Takjil Ramadan

Hujan Tak Halangi Polresta dan LDII Manokwari Berbagi Takjil Ramadan

March 31, 2026
Pesan Idul Fitri Warga LDII Matuari: Jaga Semangat Ibadah Setelah Ramadan

Pesan Idul Fitri Warga LDII Matuari: Jaga Semangat Ibadah Setelah Ramadan

March 31, 2026
Road to Munas, LDII Kuantan Singingi Silaturahim dengan Wakil Bupati

Road to Munas, LDII Kuantan Singingi Silaturahim dengan Wakil Bupati

March 30, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Sulawesi Utara Turut Pantau Hilal 1 Syawal, Perkuat Sinergi dengan Kemenag March 31, 2026
  • Hujan Tak Halangi Polresta dan LDII Manokwari Berbagi Takjil Ramadan March 31, 2026
  • Pesan Idul Fitri Warga LDII Matuari: Jaga Semangat Ibadah Setelah Ramadan March 31, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.