Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Hiburan, Fisika dan Marabahaya di Balik Lato-lato

2023/01/17
in Artikel
0
Ilustrasi: LINES.

Ilustrasi: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Anton Kuswoyo*

Baru-baru ini lagi booming permainan lato-lato di kalangan anak-anak dan remaja. Apalagi dengan adanya media sosial, lato-lato pun cepat viral ke segala penjuru tanah air dalam waktu singkat. Awalnya lato-lato hanya dimainkan oleh anak-anak, namun belakangan para orangtua pun ikut mencoba juga, karena penasaran.

Lato-lato adalah sebuah permainan tradisonal sederhana, terbuat dari sepasang bola kecil dan diikat pada sisinya dengan seutas tali. Cara memainkan lato-lato adalah dengan menggantungkan kedua bola mengunakan seutas tali dengan telapak tangan. Lalu membenturkan kedua bola kecil tersebut berkali-kali tanpa berhenti hingga keluar bunyi “tek tek tek tek”. Tak heran jika di Jawa permainan lato-lato lebih familiar disebut permainan “tek-tek”, menyesuaikan dengan bunyi yang ditimbulkannya. Siapa yang berhasil memainkannya paling lama, maka dialah pemenangnya. Alhasil, lato-lato bukan hanya menjadi sebuah permainan tetapi sekaligus menjadi hiburan di sela-sela waktu senggang.

Dulu lato-lato merupakan permainan yang juga viral di tahun 1990-an. Umumnya anak-anak di pedesaan gemar memainkan Lato-lato. Apalagi waktu itu memang hiburan anak-anak desa ya hanya permainan tradisional termasuk Lato-lato. Meskipun demikian, rupanya lato-lato berasal dari Amerika Serikat pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an.

Sebenarnya di dalam permainan lato-lato ini bisa dijadikan bahan pembelajaran sekolah. Terutama pelajaran fisika. Kedua bolah lato-lato yang bertumbukan satu sama lain memiliki momentum dan energi kinetik yang sama besar — baik sebelum maupun setelah terjadi tumbukan. Selain itu, pada tumbukan lato-lato juga berlaku hukum kekelan energi, yakni energi yang dimiliki kedua bola sebelum terjadi benturan sama besarnya dengan energi kedua bola setelah terjadi benturan. Dengan adanya Lato-lato, tentu pelajaran Fisika terutama tingkat SMP dan SMA lebih mudah difahami siswa.

Namun balakangan ini permainan lato-lato mulai memakan korban. Korbannya adalah anak-anak usia di bawah 10 tahun yang terkena benturan bola lato-lato pada kepalanya hingga benjol. Bahkan ada kasus lain yang bola matanya terkena pecahan bola lato-lato, hingga harus dioperasi di rumah sakit.

Peristiwa kecelakaan saat bermain lato-lato sontak saja viral di berbagai berita media online dan dalam waktu singat sudah menyebar di grup-grup WA. Tentu saja berita tersebut benar adanya. Yang menjadi pertanyaan, apakah memang sebahaya itu lato-lato bagi anak-anak?

Ditinjau dari rumus persamaan fisika, bahwa gerakan lato-lato membentuk gerakan melingkar. Umumnya pemain lato-lato membenturkan kedua bola makin lama makin cepat. Jika diasumsikan kecepatan gerak melingkar bola tadi 50 putaran per detik dan panjang tali 0,3 meter (30 cm), maka secara linear kecepatan bola sebesar hasil kali keduanya yaitu sebesar 15 meter per detik (hasil kali antara kecepatan putaran dengan panjang tali). Artinya ketika bola terlepas dari talinya, maka bola akan meluncur dengan kecepatan 15 meter per detik.

Jika bola mengenai kepala atau bagian tubuh lainnya, maka kekuatan energi yang menghantam bagian tubuh dapat dihitung dengan persamaan energi kinetik yaitu hasil kali massa bola dengan kuadrat kecepatan lalu dibagi dua. Anggap massa bola 0,1 kg (1 ons) dan kecepatan 15 meter per detik, maka besar energi yang menghantam bagian tubuh kita adalah 11,25 joule. Energi sebesar 11,25 joule ini setara dengan kalau kita kejatuhan sebongkah batu (dengan bobot 0,25 kg) dari ketinggian 4,5 meter. Tentu akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, apalagi jika jatuhnya tepat mengenai kepala.

Pada kasus yang lain, jika benturan kedua bola menyebabkan bola menjadi percikan kecil sepersepuluh bagian, maka berdasarkan persamaan kekekalan energi, kecepatan serpihan yang kecil tadi menjadi 10 kali lebih besar dari kecepatan bola awal. Jika kecepatan bola awal hanya 15 meter per detik, maka kecepatan serpihan kecil bola lato-lato menjadi 150 meter per detik. Kecepatan ini hampir menyamai kecepatan peluru senapan angin yaitu berkisar 300 meter per detik.

Maka sudah dapat ditebak jika serpihan lato-lato tadi mengenai bola mata, hal buruk tentu saja terjadi. Inilah yang menimpa anak usia delapan tahun di Kalimantan Barat. Pecahan bola lato-lato menyebabkan mata anak tersebut luka dan menjadikan pandangan mata pun kabur. Salah-salah malah dapat menyebabkan kebutaan. Tentu hal ini tidak kita inginkan.

Apalagi jika sekumpulan anak-anak yang bermain lato-lato terjadi perkelahian, bisa jadi lato-lato berubah menjadi senjata yang sangat membahayakan. Jika salah satu bola dipegang sedangkan bola lainnya diayunkan, maka lato-lato menjadi semacam senjata yang menyakitkan lawan. Pukulan tepat di belakang kepala tentu dapat menyebabkan gegar otak.

Fenomena booming lato-lato di satu sisi berdampak positif yaitu agar anak mengenal kembali permainan tradisional. Selain itu permainan ini sebenarnya juga melatih perkembangan motorik pada anak. Namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan bahaya cedera pada anak.

Oleh sebab itu anak di bawah umur yang bermain lato-lato sebaiknya di bawah pengawasan orangtua. Sedangkan bagi remaja dan dewasa yang gemar bermain Lato-lato, hendaknya memainkannya dengan kecepatan yang sedang saja agar lebih aman.

Selamat bergembira, namun jangan abaikan keselamatan. (*)

*Penulis adalah Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Yusuf on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Angka DH on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Media Tour Dakwah on Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF
  • RAHMAT WAHID on LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital
  • Soedradjat on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

January 23, 2026
Siskohat Kunci Akurasi Data Penyelenggaraan Haji

Siskohat Kunci Akurasi Data Penyelenggaraan Haji

January 23, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

6
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

5
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

6
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

4
Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

January 28, 2026
LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

January 28, 2026
170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

January 28, 2026
Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

January 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni January 28, 2026
  • LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah January 28, 2026
  • 170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas January 27, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.