Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Kongres Umat Islam untuk Perbaiki Kualitas SDM Umat

2015/02/07
in Organisasi
0
kongres umat
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (5/2). LDII bersama MUI menggelar Pra-Kongres Umat Islam Indonesia, untuk menggali masukan-masukan yang penting untuk Kongres Umat Islam ke-6, yang sedianya akan dilaksanakan di Yogyakarta pada 8-11 Februari 2015. KUII ke-6 sangat penting bagi umat Islam, sebagai momentum kebangkitan umat Islam di tengah penggerusan budaya, liberalisme, dan keterpurukan ekonomi di sebagian besar negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.

Untuk mendapat masukan dari berbagai komponen umat Islam, MUI dan DPP LDII menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) bertema Penguatan Politik, Ekonomi dan Budaya Indonesia Sebagai Manifestasi Komitmen Umat Islam Terhadap NKRI Berdasarkan Pancasila” pada Kamis (5/2/2015) di Gedung DPP LDII Senayan, Jakarta.

Dalam acara itu tersebut Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI, KH Adnan Harahap, menyampaikan demokrasi berakibat besar terhadap akhlak umat Islam. Tokoh-tokoh Islam yang berada di dalam partai politik saling serang dan membuka aib, yang menurutnya jauh dari nilai-nilai Islam. “Korupsi, kemiskinan, dan kebodohan tak pernah dikikis penyebabnya namun selalu diributkan akibatnya. Itulaah yang membuat umat Islam di Indonesia tertinggal dengan bangsa lain,” ujar KH Adnan Harahap.

Untuk itu KH Adnan Harahap berharap KUII ke-6 di Yogyakarta nanti benar-benar fokus kepada bagaimana membentuk umat Islam yang sebaik-baiknya umat, sebagaimana hadist Rasulullah SAW, di tengah-tengah keributan partai politik dan antara tokoh-tokoh Islam sendiri. “Pertama, Allah memuliakan umat Islam agar menjadi sebaik-baiknya umat. Umat Islam menjadi umat terbaik karena menyerukan kebaikan dan mencegah kejelekan,” ujarnya. Kedua, umat Islam disebut umatan watsaqo atau umat penengah yang netral. Dengan dua poin ini, ia berharao umat Islam menjadi kritis terhadap dirinya sendiri, sehingga selalu berbuat yang terbaik di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Senada dengan KH Adnan Harahap, Ketua Bahtsul Matsail, KH Arwani Faisol menyatakan umat Islam sebagaimana sabda Rasulullah SAW yatlu walayuala alaih, agung, tinggi berharga sebagaimana konsep umat di dalam Alquran dan Alhadits. “Allah menyatakan menjadi sebaik-sebaiknya umat, sedangkan Rasulullah bersabda sebaik-baiknya umat adalah yang bermanfaat bagi orang lain, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya,” papar KH Arwani Faisol. Bila umat Islam melaksanakan hal tersebut, maka tak ada kepentingan pribadi karena semua orang mengerjakan kepentingan umat manusia.

Tak seperti saat ini, konflik terus berlangsung, salah satunya KPK dengan Polri. Bila semua orang bekerja untuk umat tak ada kepentingan pribadi atau kelompok yang terus-menerus menciptakan konflik. Demikian halnya, di bidang ekonomi, seharusnya dengan kekayaan alam seperti ini, Indonesia kaya raya. Akibat prilaku umat Islam sendiri, umat Islam Indonesia mengalami kemiskinan. “Orientasi kebangsaan telah lenyap untuk membuat negeri gemah ripah, justru setelah merdeka banyak pemain yang membawa kepentingan. Hubud dunya, cinta dunia menjadi sumber kejahatan,” ujar KH Arwani Faisol.

Di lain sisi, KH Arwani Faisol memandang, pemerintah dan bangsa Indonesia sulit memberikan penghargaan bagi orang-orang yang terbaik. Para siswa pemenang olimpiade sains misalnya, masyarakat tak pernah tahu dapat apa dari pemerintah dan mereka saat ini bekerja di mana. Bahkan tokoh selevel Habibie, yang dapat berbagai penghargaan dari pemerintah Jerman, saat pulang ke Indonesia akhir tahun 1970-an sulit memperoleh pekerjaan dalam birokrasi.

Pada kesempatan yang sama  Asrori S Karni dari Komisi Media dan Komunikasi MUI Pusat yang bertindak sebagai Panitia Pengarah KUII menyatakan harapannya memperoleh masukan dari FGD yang diadakan MUI dan LDII. Menurut Asrori, perhatian umat Islam yang mengikuti perbincangan-perbincangan sebelum KUII, mengerucut pada kepemimpinan, “Umat Islam itu merindukan pemimpin yang mampu mengatasi problem pokok umat Islam, seperti fragmentasi, friksi, dan konflik. Ukhuwah islamiyah harus menjadi prinsip pokok. Tanpa persatuan umat Islam sangat sulit untuk membangun kekuatan peran,” ujar Asrori. Dalam sejarah bangsa, aspirasi umat Islam selalu heterogen terhadap partai politik.

Pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana umat Islam yang heterogen ini tidak menjadi lemah. KUII sejak 1907 hingga saat ini, pada dasarnya mencari format penyelesaian masalah tersebut, “KUII sebenarnya mencari formulasi yang tepat untuk mencari solusi dari persoalan tersebut, termasuk di bidang politik. Apakah model seperti Masyumi, Majelis Ala Islam Indonesia, atau Majelis Syuro Umat Islam Indonesia,” ujar Asrori. Sementara itu, tantangan lainnya menurut Asrori, di dalam suasana kebatinan bangsa Indonesia pascareformasi adalah lebih memilih desentralisasi dibanding sentralisasi. “Ketika ada upaya penyatuan atau Majelis Syuro, muncul pula gugatan-gugatan, siapa yang memimpin? Sejauh apa wewenangnya? Atau mengapa dia yang memimpin?” ujar Asrori.

Asrori mengusulkan formula umat Islam yang terdiri dalam kelompok-kelompok agar menyatu, saling memperkuat satu sama lain, sesuai bidangnya masing-masing. “Bingkai NKRI, Pancasila, suka tidak suka menjadi pegangan. Peran partai politik, terutama ormas Islam yang bahkan lebih tua dari negara ini yang seharusnya menunjukkan peran. Jangan sampai umat Islam yang jadi mayoritas, menjadi minoritas karena terabaikan,” kata Asrori. (Noni/LINES)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.