Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

LDII Kediri Buka 4 Posko Penampungan Kelud

2014/02/17
in Organisasi
0
posko-kelud-ldii
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jawa Timur-Bencana letusan Gunung Kelud, Jawa Timur (13/2) 23.00 malam hari menggemparkan warga di Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status awas hingga Sabtu (15/2) hingga beberapa hari ke depan. Ketua DPP LDII sekaligus Ketua DPW LDII Jawa Timur Ir Chriswanto Santoso, Msc, melakukan peninjauan langsung dampak gempa bagi masyarakat.

Chriswanto memastikan bahwa pos-pos yang berada di pesantren yang dikelola warga LDII siap membantu para pengungsi, “Dari empat posko, Pesantren Babussalam adalah pesantren resmi yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Kediri,” ujar Chriswanto Santoso.

Dari pengamatan Chriswanto, kebutuhan makanan untuk pengungsi tercukupi baik fdari bantuan warga LDII maupun dari pemerintah. “Persoalan utama adalah air bersih dan MCK,” papar Chriswanto, yang ditemui di lokasi pengungsian Pesantren Babussalam. Pelayanan medis menurut Chriswanto terkendala, minimnya jumlah relawan yang harus menangani ribuan pengungsi.   

DPP LDII bekerja sama dengan DPD LDII Kediri membuka 4 posko pengungsian di regional Kediri. Posko 1 terletak di Pondok Pesantren Babussalam, Desa Siman, Kecamatanamatan Kepung dengan jumlah pengungsi yang terdata mencapai 3.901 jiwa serta 300 tambahan pengungsi dari SD Berumbung. Posko 2 terletak di Masjid Nurul Izzah, Desa Kepung Tengah, Kecamatanamatan Kepung dengan pengungsi sebanyak 25 jiwa.

Posko 3 terletak di Masjid LDII Desa Gadungan, Kecamatan Wates dengan pengungsi sebanyak 411 jiwa. Posko 4 terletak Masjid Baitil Karim, Desa Sidomulya, Kecamatanamatan Puncu dengan pengungsi sebanyak 180 jiwa. Keempat posko pengungsian tersebut terletak di daerah sebelah Selatan dan Timur dari Gunung Kelud sehingga tidak terkena dampak letusan begitu besar sebesar di barat.

posko-pengungsian-kelud

Selain bantuan dari DPP LDII dan DPW LDII Jawa Timur beberapa bantuan telah berdatangan dari pemerintah dan TNI. Sebagai bentuk kepedulian antara umat beragama para suster dari Gereja Santa Maria, Tulungagung juga membantu LDII Posko 3 dalam penyediaan makanan. Meskipun sudah banyak bantuan yang berdatangan akan tetapi menurut Setya, Posko 1, Ponpes Babussalam mengaku pihaknya kekurangan air bersih karena air tanah di lokasi setempat tercemar abu letusan Kelud.

Pada Posko 2, Masjid Nurul Izzah, yang didominasi oleh anak-anak ini menurut penanggung jawabnya, Abdul Kawab menyatakan membutuhkan banyak popok, bubur, dan susu bayi. Sedangkan pada Posko Desa Gadungan menyatakan pihaknya masih membutuhkan bantuan berupa alas tidur, selimut, dan masker, papar Syai’in saat diwawancara Lines.

Akibat letusan Kelud dua hari terakhir, para pengungsi Ponpes Babussalam mulai ada yang terserang penyakit pernafasan dan mata. Tercatat 50 orang lebih di pengungsian tersebut terkena berbagai penyakit pascamengungsi.

Kekurangan masker dan debu yang menumpuk di lokasi menjadi penyebab utama penurunan kesehatan para pengungsi. Mahalnya harga masker yang dijual di pasaran pascaerupsi Kelud menyebabkan sebagian warga kesulitan untuk membelinya. Hujan lebat yang sempat dikeluhkan warga Jakarta kini sangat dinantikan kedatangannya oleh masyarakat Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta yang terkena dampak langsung hujan debu Kelud. Mereka berharap hujan dapat membantu membersihkan debu-debu di jalan dan di atap bangunan rumah mereka.

Debu yang masih menyelimuti Kediri dan sekitarnya ini tidak hanya berdampak pada penurunan kesehatan warga akan tetapi juga berdampak lumpuhnya aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi. Para siswa di berbagai sekolah di Kediri terpaksa diliburkan karena gangguan jarak pandang dan rusaknya beberapa bagunan sekolah. Tidak hanya itu abu vulkanik Kelud juga menutupi tiga candi di Klaten seperti Candi Plaosan, Candi Sewu, Candi Sajiwan serta beberapa candi lainnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Meskipun terlihat mulai membaik, akan tetapi  M Hendrasto, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum menurunkan status Kelud (tetap awas). “Saya malah khawatir tiba-tiba akan naik lagi seperti Gunung Papandayan,” jelas Hendrasto. Meskipun telah diperingatkan oleh pemerintah untuk menjauhi Kawah Kelud sejauh 10 km, akan tetapi masih banyak pengungsi yang nakal dan kembali ke rumah mereka masing-masing.

posko-ldii-kelud
 
Mereka kembali ke rumah mereka dengan alasan untuk memberi makan ternak mereka dan menyapu debu di atas atap rumah mereka karena takut akan membuat roboh. Hal ini menurut Hendarsto sangat berbahaya. Para pengurus DPD LDII Kediri yang bertugas di lokasi pengungsian juga menghimbau hal yang sama agar warga tetap berada di posko hingga status membaik. Para relawan ini meminta agar warga lebih bersabar dan lebih mementingkan keselamatan dirinya.

 Hingga kini, pihaknya tidak dapat memastikan kapan semburan asap dari Kawah Kelud dapat berakhir. Asap putih keabuan sesekali masih terhempas ke atas langit Kediri. Hal ini menurut Hendrasto disebabkan kerena sumbatan di bibir Gunung Kelud sehingga semburan ini berlangsung lama dan sangat tinggi.  Berdasarkan hasil pantauan tim  PVMBG hingga Sabtu sore masih terlihat semburan debu vulkanik hingga setinggi 3 km di atas permukaan kawah.  Hendrasto juga menambahkan saat ini sudah tidak terjadi gempa lagi, semburan dan suara gemuruh yang terjadi di kawah saat ini menurutnya lebih disebabkan karena tremor.

Ketua DPW LDII Jawa Timur Chriswanto meminta kepedulian masyarakat yang tak terdampak bencana untuk membantu para pengungsi pascaerupsi Gunung kelud, “mereka membutuhkan biaya untuk memperbaiki rumah dan kebun mereka yang rusak,” ujar Chriswanto. (Bahrun/LINES)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.