Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Lokakarya Pendidikan III: Tantangan Pengajaran Masa Kini

2019/07/28
in Organisasi
0
LokakaryaPendidikanIII
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

DPP LDII kembali menggelar FGD mengenai pendidikan. Acara ini merupakan tindak lanjut dari FGD pendidikan sebelumnya mengenai taxonomy bloom dan pengembangan kepribadian psikososial.

FGD kedua menjadi penting pula, karena cara mendidik juga penting diketahui, melalui ilmu pedagogi.

Taxonomy bloom membahas dari aspek perilaku seperti afektif, kognitif, psikomotorik, serta perkembangan psikososial untuk kepribadian seseorang, kali ini Tim Education Clearing House (ECH) LDII membahas mengenai ilmu pedagogi yakni strategi pembelajaran dengan tantangan perilaku murid generasi masa kini yang digelar pada Lokakarya Pendidikan di gedung DPP LDII hari Sabtu (27/7).

Pembicara pertama yang hadir saat itu, Siti Nurannisaa yang merupakan pakar pendidik menyampaikan dihadapan para peserta lokakarya bahwa pengajar umumnya menyampaikan ilmu, tapi pendidik juga harus bisa memiliki kompetensi memahami perilaku anak didik untuk mencapai tujuan yakni mencetak generus alim, fakih, profesional.

Proses belajar mengajar harus tahu ‘medan peperangan’ atau situasi kondisi yang dihadapi.
Era saat ini yang dihadapi adalah pekerjaan yang belum ada, masalah yang belum diketahui asal-usulnya. Karenanya dalam berperang, kita harus tahu medan perang, struktur organisasi perangnya seperti apa, dan strategi perangnya bagaimana. Jika memahami aspek-aspek tersebut, arahnya akan jelas bagaimana.

“Diungkapkan salah satu sekretaris pendidikan Amerika, Richard Riley pada masa pemerintahan Clinton, ia mengatakan perubahan yang terjadi saat ini memiliki arus yang tenang sehingga orang tidak sadar bahwa ada yang berubah,” kata Nisa, demikian ia akrab dipanggil. Perubahan yang terjadi secara masif, salah satunya cara komunikasi, kemampuan berpikir kritis kreatif, sikap motivasi integritas gaya hidup.

Beberapa perubahan yang terjadi:
Kemampuan dan penguasaan iptek berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan
Keunggulan sumber daya alam kearah keunggulan sumber daya manusia dalam hal persaingan
Tolak ukurnya saat ini adalah industri cepat dengan industri lambat
Masyarakat saat ini berorientasi pada masyarakat berpengetahuan
Pergeseran persaingan dan sistem kerja (individu ke kelompok)

Kebenaran mengenai situasi yang sedang dihadapi menjadi penting. Karena masalah yang dialami anak didik sebelumnya juga berpengaruh pada bagaimana anak itu menerima pembelajaran. Apalagi menilik institusi pendidikan sekarang cenderung sulit memahami, apa yang sedang dihadapi akibat zaman yang berubah, dan sama sekali berbeda dengan sebelumnya.

Katakanlah murid sekarang adalah generasi Z, lebih aktif, cepat mencari informasi, sedangkan guru atau pengajarnya atau bahkan dosennya adalah generasi-generasi sebelumnya, yakni generasi Y yang lahir pada kisaran 1977-1995, generasi X yang berkisar 37-52 tahun atau generasi baby boomers yang kisaran usianya 52-70 tahun.

Tentunya antar generasi memiliki ciri masing-masing dan sangat berbeda satu sama lain. Jika generasi sebelum Y adalah generasi ‘pejuang’, artinya dalam mendapatkan sesuatu harus proses panjang dan tidak terlalu memahami teknologi, sedangkan generasi Y sudah memahami teknologi dan mampu mempersingkat proses dalam mencapai suatu hal.

Hal inilah yang ditegaskan Nisa, antara guru dan siswa yang memiliki age gap, jangan sampai terjadi ketidakpahaman dalam proses belajar. Pasalnya, para anak didik dari generasi masa kini adalah tipe yang sangat mudah mencari informasi, namun belum bisa mengelola bagaimana informasi itu. Kedua, sikap dan perilaku yang mereka miliki serba instan serta sedikit belajar tentang proses dan kesabaran.

Guru, pendidik, pengajar, orang tua serta lingkungan pada situasi yang dijelaskan tadi sangat berperan dalam mengingatkan serta mengarahkan tentang sikap dan perilaku tersebut. Pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah tugasnya mengajarkan hal-hal diluar akademis. Pengalaman untuk mengalami proses itu yang harus diajarkan.

Oleh karena itu, “Pendidik dituntut harus memiliki empati kepada anak didik, senang menantang diri sendiri, dan perasaannya harus gembira. Dimulai dari sikap menyayangi diri sendiri dan senang melakukan apa yang dikerjakan. Meski merasakan ketidaknyamanan, tapi mengetahui tujuan hidup,” demikian papar Nisa.(laras/prima/lines)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Angka DH on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Media Tour Dakwah on Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF
  • RAHMAT WAHID on LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital
  • Soedradjat on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Nanang Naswito on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

January 23, 2026
Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

January 20, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

6
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

6
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

4
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

4
Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

January 28, 2026
LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

January 28, 2026
170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

January 28, 2026
Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

January 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni January 28, 2026
  • LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah January 28, 2026
  • 170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas January 27, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.