Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Membangun Ketahanan Pangan Melalui Lumbung Padi dan Diversifikasi Pangan Lokal

2021/03/06
in Opini
1
Penggunaan halaman rumah sebagai area bercocok tanam dengan sistem hidroponik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dok. LINES

Penggunaan halaman rumah sebagai area bercocok tanam dengan sistem hidroponik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dok. LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Anton Kuswoyo, S.Si., M.T, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi, Politeknik Negeri Tanah Laut
Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut

Persediaan bahan makanan pokok, khususnya padi, sangat penting di suatu daerah. Hal ini karena kebutuhan makanan pokok adalah yang utama dan tidak bisa ditunda-tunda. Bahkan sulit digantikan dengan jenis bahan makanan lainnya. Ketersediaaan yang dimaksud meliputi ketercukupan dari segi jumlah, kemudahan akses untuk memperolehnya, dan keberlanjutan dalam jangka waktu tertentu.

Kita saat ini dihadapkan pada ketidakpastian situasi dan kondisi. Bencana alam yang dapat menimpa kapan saja cukup mengancam konsisi persawahan sebagai sumber produksi tanaman padi. Belum lagi berbagai jenis hama yang juga bisa menggagalkan panen kapan saja.

Sementara pandemi Covid-19 juga belum tahu kapan akan berakhir. Adanya pandemi ini juga menyulitkan impor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Apalagi selama ini negara kita sudah terbiasa impor beras dari luar negeri. Oleh sebab itu, guna mengantisipasi krisis pangan, Pemerintah Daerah sangat perlu segera memiliki lumbung padi di masing-masing kecamatan. Hal ini agar padi dari daerah, tidak dijual keluar daerah. Ketersediaan padi perlu ditampung dalam lumbung-lumbung padi sebagai persediaan disaat paceklik nanti.

Dimungkinkan daerah-daerah lain juga akan mengalami kekurangan padi akibat banjir yang melanda hampir seluruh wilayah di Kalimantan Selatan awal tahun tadi. Juga melanda provinsi lainnya sehingga banyak area persawahan yang rusak dan gagal panen.

Pemerintah daerah perlu segera berkoordinasi dengan para camat agar realisasi lumbung padi dapat segera diwujudkan. Hal ini karena jika lumbung padi tidak diwujudkan, maka para petani akan menjual padi ke tengkulak untuk kemudian dijual lagi keluar daerah. Lambat laun padi dari dalam daerah akan didistribusikan ke daerah-daerah lainnya.

Lumbung padi ini ibarat tandon air di sebuah rumah. Tatkala air PDAM tidak mengalir dalam waktu tertentu, penghuni rumah masih punya persediaan air yang bisa digunakan setiap saat. Semakin besar tandon air, akan semakin lama air dapat digunakan. Demikian pula halnya dengan lumbung padi.

Tentunya secara teknis, padi dari petani dibeli oleh pengelola lumbung padi untuk disimpan dan dijual kembali saat krisis pangan melanda. Pengelola lumbung padi bisa dibentuk dari kelompok tani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan). Bisa juga dari koperasi, BUMDes, maupun lembaga lain yang dibentuk oleh pemerintah setempat. Poin penting dari lumbung padi ini ialah untuk melindungai masyarakat dari krisis pangan terutama disaat terjadi puso, gagal panen, bencana alam, dan lain sebagainya.

Hal lain yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan ialah dengan melakukan gerakan diversifikasi pangan nonberas. Diversifikasi pangan ialah program yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan terdorong untuk juga mengonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya.

Sebenarnya Indonesia cukup kaya dengan pangan lokal pengganti beras. Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman, (Dirjen Tanaman Pangan, 2020).

Beberapa bahan pangan lokal Indonesia yang memiliki potensi cukup tinggi diantaranya ialah singkong atau ubi kayu, ubi jalar, pisang, kentang, sukun, jagung, sorgum, keladi, ganyong, gadung, gembili, garut, porang, hanjeli, dan hotong.

Selain berbagai jenis pangan lokal tersebut banyak di berbagai daerah, juga memiliki keunggulan dari sisi kandungan gizi antara lain: singkong memiliki kandungan serat tinggi dan angka indeks glikemik rendah, ubi jalar kaya akan vitamin dan antioksidan, pisang kaya akan vitamin dan mineral, serta talas memiliki kandungan kalsium yang tinggi (Badan Ketahanan Pangan, 2020). Fakta tersebut menunjukkan bahwa konsumsi pangan yang beragam merupakan aspek penting untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Diversifikasi pangan lokal merupakan sebuah keniscayaan bagi 267 juta rakyat Indonesia, agar terhindar dari krisis pangan. Hal ini karena selain ribuan hektare sawah di berbagai daerah terendam banjir awal tahun 2021. Sementara fakta lainnya ialah luasan sawah sebagai sumber produksi padi, tiap tahun kian menyusut luasannya.

Penyusutan luasan sawah paling besar disebabkan oleh meluasnya daerah pemukiman dan proyek infrastruktur. Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada tahun 2018, mengatakan bahwa setiap tahun luas area pertanian yang hilang mencapai 150.000 hingga 200.000 hektar. Berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan akan berdampak pada semakin melebarnya impor bahan pangan beras.

Menyusutnya luasan sawah yang berarti bahwa produksi padi juga kian berkurang, harus diimbangi dengan program diversifikasi pangan lokal nonberas. Pemerintah perlu segera mengkampanyekan program ini, agar masyarakat pun mulai terbiasa dengan pangan lokal dan terhindar dari krisis pangan. (Artikel ini dimuat di Koran Banjarmasin Post edisi 5 Maret 2021)

Tags: diversifikasi panganketahanan pangan

Comments 1

  1. Fahriah says:
    5 years ago

    Menambah ilmu pengetahuan smoga bisa menerapkan, Ajkro pa

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.