Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Mendorong Kemandirian Ekonomi secara Digital dan Syariah

2019/09/10
in Organisasi
0
UMKMLoknas2019
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (9/10). LDII memiliki komitmen untuk meningkatkan kemandirian ekonomi di era 4.0. Bersama Kementerian Koperasi UMKM, upaya itu diwujudkan dalam Lokarya Nasional Digital Ekonomi yang dihelat DPP LDII di Kantor DPP LDII, Patal Senayan.

Era Industri 4.0 sudah tidak dapat dihindari. Ini disampaikan oleh Narsun Siregar, Deputi Pengembangan Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (KUMKM). Ia menjadi pemateri pada Lokakarya Nasional Ekonomi Digital. Menurutnya, masyarakat sekarang perlu memiliki pola pikir wirausaha dengan memanfaatkan pertumbuhan digital.

Untuk itu, Kementerian KUMKM fokus pada pemberdayaan masyarakat, apalagi sekitar 63 juta pelaku usaha adalah Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM). Hal ini pun tidak terlepas dari permasalahan dasar UMKM, terutama sisi produksi, pemasaran, dan modal. Perlu ada regulasi, norma, tenaga terampil, lembaga penunjang usaha, dan faktor lainnya.

“Ketika UMKM dibantu untuk pemasaran di era digital dan e-commerce, kadang-kadang UMKM kita ada keterbatasan. Ketika yang diminta besar, UMKM menurunkan kualitas dan tidak mampu menyiapkan barang atau jasa sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Maka UMKM memerlukan pendampingan untuk memproduksi barang berkualitas. Kementerian KUMKM mendorong LDII membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Hal itu bisa terwujud dengan membentuk koperasi, BMT, atau market place.

“Saya menginisiasi supaya lembaga seperti ini membentuk bisnis BMT atau market place untuk anggota agar bisa memasarkan lewat koperasinya. LDII anggotanya banyak dan luas, ada potensi yang besar. Saya harap LDII bisa melakukan ekspansi bisnis yang sangat luas, mulai retail sampai agribisnis,” ujarnya.

Menurut Nasrun Siregar, LDII memiliki potensi yang besar apalagi memanfaatkan teknologi. Jika LDII punya startup yang anggota sangat luas, maka keuntungannya tidak keluar mengalir ke asing. Agar gerakan ekonomi umat berjalan, pemerintah mendorong unicorn baru yang berbasis komunitas. LDII tepat untuk itu.

“Kami punya anggaran dan kesempatan pelatihan wirausaha berbasis sosial dan digital, mungkin ini bisa disinergikan dengan LDII. Ada peluang untuk pengembangan ekonomi umat berbasis digital,” ujarnya.

Ketua DPP LDII Ardhito Bhinadi turut mengapresiasi langkah Nasrun Siregar mewujudkan kemandirian ekonomi umat. Ketika krisis ekonomi tahun 1998, warga LDII jatuh bangun bertahan dengan kemandirian ekonomi komunitas. Dari krisis ekonomi itu, LDII mengembangkan dan menumumbuhkan Usaha Bersama atau UB yang dibangun dari sekelompok masyarakat yang menjual sembako murah.

Pada perkembangan selanjutnya, LDII membentuk Bisnis Lembaga Keuangan Syariah untuk menyelamatkan keuangan dari riba berupa Baitul Mal wa Tamwil atau BMT. Perbedaan BMT dan Bank Syariah, BMT merupakan perantara keuangan masyarakat juga perantara sosial sedangkan Bank Syariah perantara keuangan masyarakat.

“Kita membangun strategi ekonomi syariah untuk menguatkan tiga pilar ekonomi LDII, yaitu membangun SDM Syariah untuk pengembangan Ekonomi Syariah, Halal Industry Supply Chain, dan pengembangan Pikub. Kalau ini bisa terwujud maka dapat meningkatkan sumber daya manusia yang syariah, dapat meningkatkan pemahaman hukum-hukum halalan toyyiban,” ujar Ardhito Bhinadi.(khoir/lines)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.