Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Mengenal Tan Sri, Sosok Islam yang Melawan Penjajahan Kolonialisme

2021/12/20
in Nasional
0
Sumber foto: kaskus.co.id

Sumber foto: kaskus.co.id

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Bogor (12/12). International Institute of Islamic Thought (IIIT) bersama dengan Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar, dan Universitas Al-Azhar Indonesia mengadakan webinar mengenai Kontribusi Cendekiawan Muslim di Asia Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, hadir cendekiawan muslim, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah berbicara tentang tokoh kita ini Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas atau yang kerap disapa Tan Sri.

“Banyak negara muslim yg walaupun sudah bebas dari penjajahan, namun masih banyak yg dijajah dalam bentuk pemikiran, pandangan alam dan sudut ilmu sekularisme,” ujar Prof. Abdul Malik.

Sebelum masuk ke materi, Prof. Abdul Malik membahas mengenai biodata Tan Sri. Sebagai informasi, Tan Sri merupakan keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Syaidina Husain yang memiliki ilmu agama kuat dan ulama kerohanian.

“Melihat dari sudut keilmuan dapat dilihat dari International Institute of Islamic Thought and Civilization atau sering disebut Institut Antarabangsa Pemikiran dan Tamadun Islam di tahun 1989 hingga 200, kehebatan Tan Sri adalah kemurnian ilmunya dan juga disiplin,” katanya

Tan Sri juga memliki keistimewaan dapat menggabungkan beberapa paham ilmu menjadi satu kesatuan yang harmonis.

“Peranan Tan Sri yang memiliki displin diri dan kreativitas di antaranya tradisi tradisi ketentaraan di Eaton Hals, Wales dan royal Military Academy, Sandhursi England, Keindahan senibinia, dan kaligrafi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Tan Sri juga memliki karya karya buku salah satunya Islam And Secularism.

“Buku ini merupakan karya yang penting karena Tan Sri menjelaskan tentang sekularisme, perbedaan dengan islam dan perbedaan antara barat yang dipengaruhi oleh banyak ide ide sekuler.

Sementara itu, Tan Sri menjelaskan Islam itu berasal dari agama Tanzilan yang berasaskan wahyu. Sementara itu, pandangan alam yang dipancarkan oleh Islam adalah pandangan alam yang cukup jelas dan tetap walaupun padangan secularism itu juga kuat.

Prof. Abdul Malik juga mengatakan, Tan Sri juga menulis tentang risalah untuk kaum muslimin. Ia menambahkan, penjajahan memilukan yang datang dari barat datang dan berkaitan dengan umat islam. Di antaranya, falsafah ilmu, yang menjadikan kekeliruan agama yang tercampur dari falsafah barat dan tradisi-tradisi.

“Tujuan utama Tan Sri adalah memberikan counter natarive terhadap falsafah dan pandangan alam yang dibawa oleh kebudayaan barat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP LDII, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, pemimpin islam pada waktu itu semangat berjuang untuk melawan kolonialisme penjajah.

“Sebuah perjuangan untuk melawan kolonialisme membutuhkan sebuah ideologi nasionalisme. Pada saat itu, ideologi nasionalisme dan sosialisme belum berkembang,” katanya.

Sementara itu, Prof. Singgih melanjutkan, Islam sudah mendapat pijakan yang kuat di wilayah Indonesia. “Meskpun pada waktu itu islam yang dianut masyarakat masih relatif tercampur dengan budaya lokal,” ujarnya.

Salah satu Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang ini mengatakan, sebagian para pemimpin Islam mencoba mengadopsi nilai-nilai ideoogi Islam.

“Hal ini dalam rangka melawan ideologi kolonialisme dan ingin membangun satu negara dengan membawa nilai-nilai islam yang tidak keluar dari ideologi Pancasila,” pungkasnya. (Indah/Wicak/LINES)

Tags: Pejuang IslamsosokTan Sri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.