Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Menjadi Orang Kuat

2010/08/13
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Ketika Sri Mulyani mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri keuangan, banyak kalangan yang merasa kehilangan. Sebab dia termasuk orang yang mampu menjadi soko guru perekonomian Indonesia. Dia mampu memainkan perannya sebagai punggawa keuangan yang kredibel dan diakui oleh pasar. Ekonomi stabil, moneter terjaga dan financial terkontrol. Sayang beberapa kasus merundungnya, dan semua orang tahu, bahwa pengunduran dirinya karena didaulat IMF sebagai direktur tingkat dunia. Jadi, bukan hanya macan keuangan Asia, duniapun angkat topi untuknya. Cari penggantinya pun susah. Dan banyak orang sepakat menyebutnya sebagai orang kuat di bidang ekonomi.
Di dunia olah raga kita mengenal Mike Tyson, petinju yang menjadi jawara kelas berat dengan rekor yang fantastis. Pilih tanding. Pada masa jayanya, sekolah – sekolah pun libur kala dia naik ring untuk menyaksikannya. Lawan – lawannya tumbang dalam hitungan detik, tak lewat dari 1 ronde. Walau tubuhnya tidak tinggi – tegap, semua sepakat memanggilnya orang kuat karena torehan prestasinya dan menjulukinya si leher beton. Di dalam dongeng pun tak ketingalan, kita mengenal Hercules, si anak dewa Zeus. Tokoh Yunani ini disebut sebagai orang kuat karena kepahlawanannya dan sepak terjangnya dalam menghadapi segala macam cobaan dan gangguan. Para raksasa tumbang di tangannya. Kahyangan pun tembus oleh kakinya. Bahkan gunung pun bisa dipindahkan. Sama juga di jagad pewayangan. Banyak tokoh orang kuat yang menjadi setting ceritanya. Gatotkaca, Anoman, Arjuna, dan banyak lagi yang lain.

Kembali ke keseharian, kita juga mengenal beberapa tokoh ormas dan pimpinan partai sekarang dengan label orang kuat dengan berbagai alasan dan argument yang ada. Ada yang disebut kuat karena banyak massa dan pengikutnya. Kuat karena kekayaan dan financial yang melimpah. Kuat karena kedigdayaan kanuragannya. Kuat karena tak tersentuh oleh hukum dan aparatnya, dan berbagai latar belakang lainnya, sehingga cap orang kuat itu begitu melekat dengan segala atributnya.

Menjelang ramadhan tahun ini, semua orang sibuk bersiap diri. Sangat menarik menyimak perkembangan budaya masyarakat kita menjelang datangnya ramadhan. Kian banyak orang yang tahu dan melakukan permohonan maaf sebelum memasuki bulan ramadhan. Bertubi – tubi email, sms masuk untuk menyatakan permohonan maaf lahir – batin atas segala kesalahan dan kekhilafan. Didasari atas pengetahuan yang benar atau sekedar ikut – ikutan, tak masalah. Yang jelas, ada tren positif seiring ajakan menjadi orang yang bertakwa lewat jalan puasa ini. Allah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqoroh 183).

Yang kemudian menarik adalah apa relevansi takwa dengan orang kuat yang saya sebutkan di atas? Inilah yang perlu saya ketengahkan sebagai bahan renungan panjang selama berpuasa. Maksudnya agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna lagi, dengan dimensi puasa yang lebih komplit, pelengkap dan pewarna 5 sukses yang harus digapai. Mudah – mudahan berkenan dan menjadi perkeling, walau cuma seperti selilit yang tertinggal di gigi.

Untuk menjadi orang yang takwa semua orang harus menapaki sebuah anak tangga dan memperoleh predikat yang disebut kuat. Sebab semua orang yang takwa adalah orang kuat. Bahkan melebihi kekuatan yang disebutkan di atas, walau dalam bentuk fisiknya ia bahkan dipandang sebelah mata. Dan dengan berpuasalah orang dilatih untuk menjadi kuat sebagaimana riwayat – riwayat berikut.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw bersabda: “Orang yang kuat itu bukanlah bukanlah orang yang menang berkelahi, tetapi orang yang kuat adalah yang dapat menguasai dirinya di waktu marah.”(Rowahu Bukhory).

Dari Abu Hurairah ra., katanya: “Yang bernama pendekar bukanlah orang yang banyak menjatuhkan lawan. Tetapi pendekar sejati ialah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika sedang marah.” (Rowahu Muslim).

Berpuasa adalah pelatihan paling lengkap, paling sempurna, untuk kemajuan dan kehakikian manusia. Berpuasa melatih jiwa dan raga manusia secara jitu. Raga dilatih meninggalkan ketergantungan yang dalam atas keduniaan. Materi memang dibutuhkan tetapi tidak harus berlebihan. Berpuasa melatih keterikatan jasmani dengan materi dengan cara yang efektif. Dan mengupayakan bagaimana bisa memanfaatkan materi itu kepada yang lebih membutuhkan lewat konsep berbagi. Kemudian juga dimensi social seorang manusia dipertaruhkan untuk saling menghormat, meminta maaf dan menyayangi orang lain seperti diri sendiri. Lewat puasa mental dilatih lebih mendekatkan diri ke asal – usul kehidupan, berbuat baik kepada sesame dan mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan semesta alam. Inilah tipologi orang kuat yang sebenarnya. Punya dedikasi yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya dan bertanggung jawab terhadap penciptanya. Maka tak heran, sebab saking kuatnya orang iman disebut sebagai tiang penyangganya langit, dan cahayanya bumi sebab Allah sudah meridhoi dan para malaikat menaungi. Dan maaf, saya tidak bisa berkata panjang – lebar lagi, sebab lagi asyik menikmati indahnya berpuasa kali ini.

Oleh :Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Angka DH on Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
  • Nanang Naswito on Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
  • Mulyadi on Diagnosis Waktu
  • wisterson Alam on Diagnosis Waktu
  • Hendi on Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

January 3, 2026
Ponpes Wali Barokah Tuan Rumah Seminar Pemuda, Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

Ponpes Wali Barokah Tuan Rumah Seminar Pemuda, Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

December 30, 2025
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

January 7, 2026
Diagnosis Waktu

Diagnosis Waktu

January 5, 2026
Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

3
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

2
Diagnosis Waktu

Diagnosis Waktu

2
Pemprov Jabar Salurkan Hibah 8 Unit Sepeda Motor untuk Guru Ngaji LDII Kota Bekasi

Pemprov Jabar Salurkan Hibah 8 Unit Sepeda Motor untuk Guru Ngaji LDII Kota Bekasi

1
LDII Ngawen dan Muspika Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

LDII Ngawen dan Muspika Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

January 7, 2026
Refleksi Awal Januari 2026:  Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI

January 7, 2026
LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun

January 7, 2026
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

January 7, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Ngawen dan Muspika Santuni Anak Yatim dan Dhuafa January 7, 2026
  • Refleksi Awal Januari 2026: Belajar Bekerja Sama yang Baik dari Sejarah Yogyakarta, Ibu Kota Perjuangan RI January 7, 2026
  • LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun January 7, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.