Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Menyelamatkan Ekonomi Bangsa dengan Sistem Syariah

2014/02/24
in Organisasi
0
ldii-ekonomi-syariah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

LDII meyakini prinsip kehati-hatian dalam ekonomi syariah adalah penyelamat dari krisis. Sebab pada dasarnya kegiatan ekonomi yang dibiarkan tak terkendali, akibat keserakahan mampu menciptakan krisis yang menyebabkan penderitaan yang luas dan dalam jangka waktu yang panjang.

Melihat krisis Amerika Serikat lalu Eropa sejak 2008, merupakan gambaran nyata bagaimana kegiatan ekonomi yang riba, membuat utang sebagai jaminan, permainan valas, dll mengakibatkan dunia masuk dalam belenggu hutang luar negeri lebih dalam.

“Prinsip kehati-hatian dalam ekonomi syariah dimulai dengan hal-hal yang kecil, misalnya transaksi harus melibatkan barang secara konkrit. Terdapat larangan menjaminkan utang untuk memperoleh utang. Inilah yang membuat usaha dan perbankan dengan sistem ekonomi syariah selalu selamat dari ancaman krisis maupun kerugian yang besar,” ujar Ketua DPP LDII yang juga Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel Hidayat Nahwi Rasul.

LDII bahkan telah mengembangkan sistem pembiayaan dan kredit secara syariah sejak 1990-an. Tak kurang 10 Baitul Mal Watanwil yang dikelola warga LDII, menjadi tulang punggung pembiayaan UKM di kota-kota tempat mereka beroperasi. Momentum untuk berbagi keberkahan ekonomi syariah ini, kembali didengungkan LDII dalam acara Seminar Nasional Ekonomi Syariah: “Pengembangan Ekonomi Syariah Menghadapi ASEAN Economic Community”, sebagai rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII pada April mendatang.

Acara yang dihelat di Makassar, Sulawesi Selatan pada 22-24 Februari itu didahului dengan gerakan menabung di perbankan syariah. Acara ini diprakarsai oleh MUI Sulsel, LDII, dan MES. Gerakan yang dinamai  Gerakan Menabung Syariah (Gemesy) itu diresmikan di Training Center Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin itu, mampu menarik nasabah baru dengan tabungan senilai Rp 700 juta. Targetnya, mampu menghimpun 33 ribu nasabah baru dengan setoran Rp 4 milliar.

ldii-seminar-ekonomi-syaria

“Asumsinya dengan warga LDII sekitar 33 ribu orang menyumbang Rp 33 miliar dengan setoran Rp 100 ribu per orang, dan Rp 700 juta dari kalangan luar. Jadi totalnya Rp 4 miliar,” Ketua DPW Sulsel Profesor Haryanto. Kendala gerakan ini, menurut Haryanto adalah masih minimnya cabang-cabang perbankan syariah di seluruh Sulsel. Meskipun menghadapi kendala, Haryanto menegaskan, Gemesy harus mampu menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan kegiatan ekonomi dan pembiayaan berdasarkan syariah.

“Kami menginginkan sistem perekonomian yang berbasis sosial dan memihak ke semua pihak dengan sistem syariah. Langkah awal dengan mengadakan seminar ini. Didalamnya akan dibahas mengenai konsep ekonomi syariah,” ujar Haryanto.

Hidayat Nahwi Rasul menegaskan dengan Gemesy, masyarakat semakin sadar mengenai prinsip kehati-hatian dalam melakukan kegiatan ekonomi. Dengan demikian, meskipun setiap usaha memiliki risiko, dengan ekonomi berbasis syariah, kerugian dapat ditekan seminimal mungkin. “Kami berharap langkah LDII ini diikuti oleh komunitas-komunitas lain untuk perbaikan ekonomi, baik pertumbuhan, pemerataan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi,” ujarnya.

Hidayat meyakini ekonomi syariah bisa mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dibandingkan ekonomi kapitalisme liberal, yang cenderung menguntungkan diri sendiri, mendorong terciptanya kesenjangan sosial di berbagai belahan dunia.

Sistem bagi hasil yang diterapkan bank syariah akan saling menguntungkan sehingga tidak mengenal rugi karena akan dibagi merata. “Gerakan ekonomi syariah merupakan contoh ekonomi kerakyatan yang mendorong kemakmuran bersama dan tidak menimbulkan kesenjangan antara miskin dan kaya,” ujarnya. Ketua Gerakan Menabung Syariah (Gemesy), H Ishak Andi Ballado, mengatakan, gerakan menabung syariah untuk menyadarkan masyarakat agar kembali beraktivitas secara syariah.
 
“Semua bank syariah akan kami libatkan, potensi bisa mencapai Rp 4 miliar setiap bulan jika para anggota LDII mengajak keluarganya. Dan pengusaha ikut bergabung,” ujar Ishak. Pengamat Ekonomi Syariah dari LDII sekaligus ekonom Universitas Hasanuddin, Dr Sanusi Fattah, mengatakan, ekonomi syariah merupakan sistem yang telah lama hilang. Saat ini harus digelorakan karena sudah lama tidak pernah dikaji. “Sistem syariah penting karena dalam kegiatan ekonomi tujuannya untuk meningkatkan pendapatan, pemerataan, kesempatan kerja, dan mengurangi tingkat kemiskinan,” jelasnya.
 
Sanusi mengatakan, setiap seminar ekonomi syariah, panitia seharusnya langsung mengarahkan peserta untuk mempersiapkan data-data untuk pembukaan tabungan. “Potensi ini harus dimanfaatkan untuk membangkitkan gerakan menabung syariah. Sulsel merupakan penggagas sistem ini,” tutupnya. Keinginan LDII menghimpun dana masyarakat patut diacungi jempol. Dengan adanya program tersebut diharapkan mampu mendongkrak kinerja perbankan syariah khususnya dalam hal penarikan dana dari masyarakat.
 
Kabar bagus lainnya datang dari data Bank Indonesia (BI), bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah mengalami pertumbuhan 39,50%. Pada 2013 realisasi DPK mencapai Rp 2,8 triliun atau mengalami peningkatan dibandingkan 2012 yang mencapai Rp2,06 triliun. Inilah nikmatnya prinsip kehati-hatian, negara maju dan masyarakat makmur. (LINES/LC/Foto: Ilmadin Husain)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

March 11, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.