Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Merancang Proses Pembelajaran di Era Digital

2019/09/12
in Organisasi
0
MbakNisa Loknas2019
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Pesatnya kemajuan teknologi digital di masa sekarang memungkinkan anak-anak kita mendapatkan segala macam informasi secara mudah. Dan menggunakan gadget untuk segala keperluan, baik dalam urusan berbelanja, interaksi, hingga belajar.

Besar kemungkinan dengan tanpa adanya ‘rambu-rambu’ dari para pendidik, maka mereka malah terjerumus ke hal-hal negatif efek dari derasnya arus informasi yang tidak terbendung. Ibarat dua mata pisau, teknologi memiliki sisi negatif dan positif.

“Perubahan yang sangat cepat, menuntut setiap pendidik untuk meng-update literasi, model pendidikan agar disesuaikan kondisi sekarang” tutur Siti Nurannisa Paramabekti, praktisi pendidik dari LDII dalam acara Lokakarya Nasional DPP LDII, di Patal Senayan Jakarta, 12/09.

“Mereka (siswa) itu pintar, dan lebih update ketimbang guru-gurunya. Informasi aktual bisa didapat dengan mudah. Begitu pun aplikasi-aplikasi dan fitur di dalam gadget mereka. Tugas kita adalah memberikan pembelajaran agar mereka dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, dan bisa mengambil keuntungan melalui kemudahan informasi via internet.”

Dalam era revolusi industri ke-4 saat ini, kebutuhan manusia telah banyak menerapkan teknologi digital dalam berinteraksi maupun bertransaksi. Berbagai platform berbasis digital inilah yang akan menjadi masa depan para generasi muda. Sebagai pendidik kita harus tahu seberapa jauh memahami perubahan era digital yang tentunya akan berdampak pada proses pendidikan generasi ini?

“Untuk memberikan pembelajaran di era digital ini, kita memerlukan prinsip-prinsip dasar yaitu memahami perubahan lingkungan yang cepat, memahami perangkat teknologinya, kemampuan literasi baru berupa literasi data yaitu kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di era digital, literasi pendidikan mencakup memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artifical intelligence, & engineering principles) dan literasi manusia (humanis, komunikasi dan desain).

Kemudian para pendidik mampu memahami karakteristik siswa, apa yang menjadi minat mereka, sehingga kita bisa merancang materi apa yang pas buat mereka. Yang terakhir adalah merancang pembelajaran fokus partisipasi aktif siswa, agar dapat melihat kompetensi peserta didik” jelas ibu muda yang biasa disapa Nisaa di hadapan ratusan peserta lokakarya.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, paradigma pendidikan mengalami perubahan besar, dimana keberagaman pembelajaran dapat diakses dengan mudah melalui internet. Waktu belajar pun tidak terbatas lagi, artinya dapat belajar hingga akhir hayat tanpa ada batasan waktu, tempat, fasilitas dan usia.
Perbedaan yang nyata pendidikan era digital dengan model pendidikan tradisional dapat dilihat dari karakteristik siswanya.

Biasanya, para siswa pengguna teknologi digital (native digital) memiliki karakter: perpindahan antara satu hal dan hal lainnya sangat cepat, menguasai IT (Orientasi Gadged), Multi Tasker, lndividual dan global, sangat terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja, memiliki mental wirausahawan, dan memiliki jaringan sosial. Namun permasalahan yang mereka hadapi pun lebih kompleks.

Ada tahapan-tahapan dalam merancang pembelajaran di eral digital. Pertama, kita harus pahami proses pembelajaran apakah sudah efektif dalam melakukan transfer informasi kepada peserta didik? Apakah metode kita sudah memenuhi syarat dalam mengembangkan individu sehingga memiliki kemampuan untuk bertanya, menganalisis, kemudian menerapkan informasi atau pengetahuan yang didapat. 

Jika menggunakan pembelajaran digital (e-learning) apakah menjadi cara baru untuk meningkatkan fleksibilitas dan sumber daya yang tersedia melalui internet?

Kedua, cara mengajar kita seperti apa? apakah sudah sesuai dengan kebutuhan para siswa? Kompetensi apa yang dibutuhkan? Dan sumber daya apa saja? Di era tradisional, biasanya para murid hadir di kelas untuk menerima pembelajaran dari guru, kemudian mengerjakan tugas-tugasnya di rumah. Sementara di era sekarang menggunakan metode flipped teaching, dimana seorang guru di rumah, membuat materi pendidikan berupa video atau presentasi kemudian di upload di internet untuk di-download para siswa.

Kemudian para siswa membahas materi tersebut dan mempersiapkan pertanyaan kepada guru. Di sekolah, guru menyediakan waktu diskusi bagi para murid dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Sementara para murid mengajukan pertanyaan pada bagian-bagian yang tidak dimengerti dan berperan aktif dalam diskusi sesama siswa.

Ketiga, membentuk tim pembelajaran yang terdiri dari ahli materi, desainer pembelajaran, tim IT, desainer web dan desainer grafis. Tim ini dibentuk sesuai kebutuhan.

Keempat, sumber daya apa saja yang dibutuhkan? Apakah kita membuat konten baru, atau menggunakan sumber daya yang sudah ada dari internet. Apakah kita yang memilih materi, atau memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari, memilih sendiri materi, menganalisa, mengevaluasi dan menerapkan informasi.

Kelima, penguasaan teknologi pembelajaran. Antara lain: sistem manajemen pembelajaran seperti Blackboard, Moodle, Desire2Learn, Canvas, Teknologi rekaman ceramah seperti podcast dan tangkapan kuliah, Tablet dan perangkat seluler seperti iPad, ponsel, dan aplikasi yang menjalankannya, MOOC dan banyak variannya seperti SPOC dan TOOCs, Media sosial seperti blog, wiki, Google Hangout, Google Documents, dan Twitter.

Keenam, menetapkan tujuan pembelajaran sesuai dengan perencanaan kurikulum, namun pada parkteknya mencakup antara lain pengembangan pengetahuan, pengembangan keterampilan, atau pada pengembangan operasional.

Ketujuh, Desain struktur pembelajaran dan kegiatan pembelajaran. Penetapan berapa banyak waktu yang harus digunakan siswa setiap minggu untuk belajar online, dan penjelasan tentang apa yang harus siswa lakukan dan kapan perlu dilakukan.

Kedelapan, komunikasi. Kehadiran seorang guru baik di ruang kelas, maupun di dunia maya bagi para siswanya dapat mendorong mereka, memantau diskusi secara teratur, dan sesekali melakukan intervensi jika perlu, tanpa menghambat diskusi.

Kesembilan, evaluasi dari hasil metode pembelajaran, apakah ada peningkatan atau tidak. Kemudian menemukan inovasi agar perkembangan pembelajaran dapat meraih hasil lebih baik lagi di masa mendatang.

Tantangan para pendidik saat ini adalah bukan menentukan seperti apa platform digital atau e-learning yang akan dirancang, tetapi bagaimana menjaganya agar tetap bisa dilakukan dengan fleksibel, tetap mutakhir (current), mengalir dengan mudah (fluid). Pendidik juga dituntut mampu mendidik siswanya agar menjadi seorang digital native yang memiliki digital wisdom, bijak dalam memanfaatkan teknologi, sesuai dengan 6 thabiat luhur. (eko/lines)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Angka DH on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Media Tour Dakwah on Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF
  • RAHMAT WAHID on LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital
  • Soedradjat on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Nanang Naswito on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

January 23, 2026
Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

Diskusikan Pembinaan Generasi Muda, LDII Silaturrahim dengan Kepala Desa Pematang Kabau

January 20, 2026
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

6
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

6
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

4
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

4
Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni

January 28, 2026
LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah

January 28, 2026
170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas

January 28, 2026
Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

Menhaj Pantau Kesiapan Petugas Haji 2026, Tekankan Peran Vital di Tanah Suci

January 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Meraih Keberkahan Rezeki Menuju Keluarga Harmoni January 28, 2026
  • LDII Bengkulu Utara Silaturahim dengan Bupati Dukung Program Mahabbah January 28, 2026
  • 170.000 Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Wamenhaj Tekankan Pelayanan Maksimal Petugas January 27, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.