Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

MUI dan LDII Minta Pemerintah Sejahterakan Para Dai

2010/10/26
in Organisasi
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (ANTARA News) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan (nasib) para guru agama Islam non formal  seperti dai, ustad dan mubalig diseluruh Indonesia.

Keterangan tertulis Humas DPP LDII di Jakarta, Minggu, menyebutkan bahwa permintaan tersebut disampaikan Ketua MUI KH Umar Shihab yang menyatakan bahwa pemberian insentif yang layak kepada para dai dan guru akan merangsang mereka lebih mendedikasikan pengangajarannya kepada masyarakat mengerti hakekat dan makna yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran. “Dengan adanya insentif yang diberikan kepada para dai dan mubaleg seperti apa yang dilakukan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan ini, maka membuat mereka akan lebih giat dalam mensiarkan segala ajaran yang terkandung di Al-Quran. Ini perlu dicontoh oleh daerah lain,”katanya seusai pertemuan bersama seluruh ormas Islam dan pemerintah provinsi Sulsel di Makassar, Ahad.

Menurut Umar Shihab, pemahaman ajaran Islam yang menyeluruh dan mendalam di masyarakat dapat meminimalisir dan menghilangkan praktik radikalisme yang sering terjadi saat ini. “Pemahaman Agama Islam yang etengah-setengah menyebabkan timbulnya raikalime disebagian besar negara yang berpenduduk mayoritas muslim bahkan tidak terkecuali di Indonesia,” katanya.

Lebih jauh, Umar Shihab mengatakan banyaknya praktik radikalisme di Indonesia ditengarai adanya beberapa faktor antara lain kurangnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap kelompok-kelompok yang merasa termajinalkan, sehingga mereka selalu menggunakan ajaran Agama tertentu sebagai pembenaran.

“Ini jelas tidak bisa dibiarkan, MUI dan Orma Islam tidak bisa berkerja sendiri tanpa adanya dukungan dan perhatian pemerintah baik di pusat atau di daerah bahkan hingga ke pedesaan kalau perlu membantu mereka (para Ustad dan Mubalig),” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam mengatakan, pembinaan terhadap para guru agama non formal ini tidak bisa dibebankan kepada MUI saja melainkan tanggung jawab seluruh Ormas Islam di Indonesia dan peran serta pemerintah.

“Tugas MUI adalah menjaga Ukhuwah Islamiayah atau persatuan dan perdamaian umat di Indonesia. Nah tugas Ormas Islam dan Pemerintah baik pusat atau daerah adalah berusaha untuk memperhatikan nasib para dai di daerahnya masing-masing,” katanya.

LDII berharap Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional bisa membuat program yang sinergi dalam memberantas buta aksara Al-Quran seperti halnya pendidikan dasar 9 tahun yang telah dilaksanakan saat ini.

“LDII dan MUI berharap adanya program yang komperhensif dari pemerintah untuk menangani masih banyaknya umat Islam di Indonesia yang masih belum bisa membaca dan memahami makna yang terkandung didalam Al-Quran,” tambahnya.

Sementara itu,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku akan lebih memperhatikan nasib para dai,ustad dan mubalig di daerahnya dengan memberikan insentif kepada mereka.

“Di setiap desa di Sulsel, pemprov akan memberikan insentif bagi para guru ngaji yang ada di desa tersebut. Tolong MUI, LDII dan ormas Islam di Sulsel sebagai motor penggerak program tersebut,” tegasnya.

Menurut Syahrul, pemprov Sulsel akan menargetkan sebanyak 3.018 penduduknya yang memeluk agama Islam terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. “Target kami setiap tahun mayarakat yang buta aksara Al-Quran dapat berkurang secara signifikan,” katanya.(*)

Sumber: http://www.antaranews.com

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.