Tangerang (24/2). Asisten Deputi Restrukturisasi dan Revitalisasi Kementerian Koperasi, Ruli Nurdina Sari, mengapresiasi pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dilakukan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mal wa Tanwil (BMT) Rukun Abadi (RA), pada Sabtu (22/2).
Ia menegaskan bahwa RAT merupakan kewajiban berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Koperasi, “BMT RA sudah sangat baik dalam menjalankan regulasi, terbukti dengan pelaporan yang selalu dilakukan melalui ODS. Laporan keuangan dan pertanggungjawaban juga sudah lengkap, dan transparan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan RAT yang lebih cepat dari batas maksimal Juni menunjukkan kesiapan dan profesionalisme BMT RA. Menyoroti potensi perekonomian syariah di Indonesia, Ruli menekankan pentingnya penguatan kebijakan serta implementasi di lapangan agar lebih masif dan dapat merangkul lebih banyak masyarakat.
“Perekonomian syariah di Indonesia sudah berkembang, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perekonomian syariah di Indonesia, tinggal bagaimana kita memastikan pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan prinsip syariah agar memberikan keamanan bagi masyarakat,” tambahnya.
Ketua BMT Rukun Abadi, Supartono, melaporkan bahwa RAT tahun ini berjalan dengan baik dan diikuti oleh 87 kantor cabang. Ia juga mengungkapkan peningkatan laba sebesar 18,20% dengan total aset mencapai sekitar Rp484 miliar. “Kami memiliki program khusus tahun depan yang berfokus pada pengembangan pemuda agar BMT dapat lebih merealisasikan harapan mereka dalam ekonomi syariah,” jelasnya.
Salah satu Pendiri BMT Rukun Abadi, Nahdatul Choir, menilai pelaksanaan RAT kali ini semakin profesional. “Mulai dari kepengurusan, bidang usaha, hingga review kinerja telah dilakukan dengan baik dan terbuka kepada seluruh perwakilan anggota. Tentu masih ada ruang untuk peningkatan agar BMT RA semakin maju dan lebih baik lagi,” tuturnya.
Dewan Pengawas Syariah BMT RA, Imam Rusdi, menyatakan bahwa ini merupakan RAT ke-13 yang dilaksanakan BMT RA. Ia bersyukur karena pendapatan BMT RA terus meningkat dan Non-Performing Financing (NPF) tetap stabil meskipun ada beberapa tantangan.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun pendapatan BMT RA terus meningkat. Meskipun ada tantangan, kami tetap berkomitmen menunaikan amanah anggota dalam upaya menyelamatkan umat dari riba,” ujar Imam.
Sementara itu, Dewan Pengawas KSPPS BMT Rukun Abadi, Maman Surrachman, menegaskan bahwa visi BMT RA tetap berfokus pada upaya menyelamatkan umat dari riba. “Walaupun terlihat seperti bisnis, pada hakikatnya transaksi ini adalah bentuk ibadah dan bagian dari pertolongan Allah,” ujar Maman.
RAT BMT Rukun Abadi dilaksanakan secara hybrid dengan studio utama di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Nurul Aini, Tangerang, Banten, serta diikuti oleh 87 kantor kas se-Indonesia. BMT Rukun Abadi terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan keuangan syariah yang profesional dan amanah, serta berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Semoga terus bisa tumbuh berkembang profit untung barokah aamiiiin.
Alhamdulillah..Allah Parig lancar n barokah..aamiin
Alhamdulillah..Allah Paring lancar n barokah..aamiin