Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Seputar LDII Liputan Media

Rukun Meski Berbeda Agama

2017/10/26
in Liputan Media
0
Asmat1
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dobo (20/10). Matahari mulai meninggi di cakrawala Kepulauan Aru, Pulau Dobo. Terlihat sekumpulan nelayan dan kapal perintis hilir mudik meramaikan aktivitas pelabuhan Kota Dobo. Meski bukan pelabuhan yang besar, akan tetapi pelabuhan Kota Dobo ramai dikunjungi, terutama bagi pendatang dari pulau Jawa yang sedang mencari peruntungan.

Pukul 10.00 WIT di hari yang sama, KRI Banjarmasin bersama Rombongan Ekspedisi Bhakti PMK dan bantuan sosialnya tiba di pelabuan Kota Dobo. Meski kemarin malamnya sudah bisa merapat ke pelabuhan, KRI Banjarmasin melego jangkar di tengah laut menunggu kedatangan pejabat kemenko PMK, Asisten Deputi Kebencanaan Herbin yang baru terbang dari Jakarta menuju Dobo.

Setelah bersandar di pelabuhan, rombongan langsung disambut oleh arak-arakan warga sekitar dengan parade kabaret. Namun demikian, penyerahan bantuan secara simbolis kepada pemda baru bisa dilakukan pada malam hari. Tanpa menunggu lama, Ekspedisi Bhakti PMK LDII langsung bergerak bersama Fadli salah satu warga LDII Dobo memberikan bantuan. Bersama mobil ambulance milik DPW LDII DKI Jakarta dan Mobil Rescue, Satuan Petugas (Satgas) Bhakti PMK LDII menyusuri jalanan kota Dobo.

Dalam perjalanan, Satgas Bhakti PMK LDII menemui Majelis Taklim Nurhasanah Ursiyaurlima. Fadli memperkenalkan satgas kepada pengurus Dewan Takmir Masjid (DKM) Nurhasanah Ursiyaurlima, Lagani. Ustad Fahmi salah satu Satgas Bhakti PMK LDII menjelaskan maksud kedatangannya.

“Kami ingin silaturahim dengan saudara kami di pulau terujung di Indonesia, bagaimana perkembangan masyarakatnya terutama umat Islam yang kami kunjungi,” ujarnya.

Ustad Fahmi sedikit bercerita mengenai Ekspedisi Bhakti PMK. Ekspedisi ini merupakan bagian dari Ekspedisi NKRI 2017 yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lewat bantuan sosial. Ada dua jenis bantuan sosial yang diberikan yaitu bantuan fisik dan non fisik seperti workshop dan pelatihan.

Saat di pulau ketiga yang disinggahi KRI Banjarmasin ini, LDII memberikan 67 dus bantuan yang terdiri dari pakaian barokah, mukena, kerudung barokah, baju koko, perlengkapan sekolah, dan serta beasiswa pendidikan di pesantren.

Sedikit menyingkap keadaan masyarakat Pulau Dobo, Lagani bercerita bahwa sebenarnya interaksi sosial masyarakat di daerah nya sangat kuat. Bahkan ketika meletus konflik Ambon 1999 silam, wilayahnya yang pertama meletus konflik namun hanya dalam waktu tiga hari masyarakat kembali berdamai.

“Persoalan tradisi mampu meredam konflik. Ikatan emosional persaudaraan tinggi dengan adanya tradisi Pela Gandong dan Jabu. Apabila ada yang melanggar, sanksinya akan kena kualat, entah itu azab Allah, akhirnya masyarakat mau berdamai,” ujar Ustad Lagani.

Sejak dahulu sebelum masuknya pengaruh agama Islam dan agama Nasrani, setiap masyarakat desa sudah terikat perjanjian leluhur seperti meminum darah dengan tujuan ikatan kuat lebih dari saudara kandung.

“Untuk tradisi Jabu, kalau kami tiba di desa mereka apa saja yang bisa diambil tidak boleh dilarang, begitu pula tetangga yang datang ke kampung. Kini diperingati dengan simbol hantar-hantaran padi. Tradisi ini cukup meriah dengan diadakan setiap 5 tahun sekali,” ceritanya.

Ditanya sedikit soal penyebab konflik, Lagani mengakui bahwa banyak isu-isu tidak benar yang beredar juga kesalahpahaman. Menurut apa yang Ustad Lagani alami, konflik bermula dari remaja masjid Agung yang sedang membangun gapura untuk menyambut Idul Fitri. Salah satu remaja masjid menemui temannya yang non muslim di kelompok pemuda lain yang sedang mabuk, temannya menyuruh pergi karena sedang mabuk, namun sang pemuda menganggapnya penghinaan.

“Ada isu tidak benar dan pada akhirnya emosi tersulut. Isu masjid Agung terbakar, padahal tidak dibakar,” kata Ustad Lagani menambahkan.

Sejak saat itu terjadi saling serang, ketika Polisi Brimob datang, kerusuhan mulai mereda. Konflik pulau Dobo memang lebih cepat teredam dibanding Kota Ambon dan Pulau Tual yang membutuhkan waktu bertahun-tahun agar kembali berdamai.

Berdasarkan cerita Lagani, persaudaraan antar umat beragama ternyata tidak bermasalah. Bahkan menurutnya dalam satu keluarga, anggota keluarganya bisa menganut agama yang berbeda, pun mereka tetap nyaman. “Pulau Dobo salah satu pulau yang menjadi Laburatorium Perdamaian Kepulauan Aru, karena dianggap daerah konflik yang cepat teredam,” ujarnya.

Namun demikian, Lagani kembali bercerita bahwa pemahaman masyarakat Dobo tentang agama Islam masih kurang. Masyarakat Dobo mengenal Islam hanya sebatas permukaan saja.” Untuk syiar islam sangat rendah karena terbatasnya mubaligh, ” ia menambahkan.

Untuk itu, Satgas Bhakti PMK LDII menawarkan 10 beasiswa pesantren bagi generasi muda muslim Dobo untuk menjadi mubaligh di tempat kelahirannya kelak. Ketika ditawarkan demikian, Lagani nampak senang dan bersyukur. Nantinya, calon penerima beasiswa pesantren akan di Bina oleh Fadli sebagai perwakilan warga LDII di Dobo yang kelak akan menjadi PAC LDII Dobo dibawah DPW LDII Ambon.

Di akhir pertemuan, Satgas Bhakti PMK LDII memberikan bingkisan kepada Ustad Lagani sebagai tanda kenangan. Lalu tim pun segera melanjutkan perjalanan menuju tujuan berikutnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.