Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Sederhana Bagian Dua

2020/08/02
in Nasehat
4
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Lines (02/08) – Resep jitu dalam menghadapi persoalan hidup dalam dinamika kehidupan ini adalah menyederhanakan pikiran. Manjur, jika mampu sejauh mungkin menghindari pikiran yang kaku.

Ciri pikiran yang kaku sederhana, selalu memaksa kehidupan dan orang lain agar bertumbuh sesuai dengan kemauannya. Begitu kehidupan melenceng ke tempat lain, sedikit saja, maka kecewalah buahnya. Belajar dari sini, sangat-sangat penting melatih diri untuk memiliki pikiran yang lentur.

Caranya, menyangkut usaha Anda boleh melakukan yang terbaik. Tapi menyangkut hasil, belajar membekali diri dengan keikhlasan. Keikhlasan membuat jiwa terbang tinggi dan bebas, tanpa beban.

Sejalan dengan semakin tingginya pendidikan, semakin majunya ekonomi dan persaingan, bertambah kompleknya hubungan, kehidupan memang menghadirkan semakin banyak kerumitan. Dan kerumitan adalah cara kehidupan untuk mengundang datangnya tamu yang bernama kesederhanaan. Kesederhanaan adalah keberanian untuk memperkecil jumlah-jumlah faktor penyebab, lalu mengkonsentrasikan energi hanya di sana. Fokus pada hal-hal yang bisa dilakukan.

Untuk itu, belajar sederhana dalam berfikir, sederhana dalam berucap, sederhana dalam bertindak, sangat mengagumkan, dipenuhi keberuntungan dan jejaring keterhubungan. Kesederhanaan adalah taman indah di mana mekar bunga-bunga kedamaian dan penuh jalan keluar.

Di hari-hari libur, banyak orang yang ingat mengistirahatkan badannya, namun sangat sedikit yang ingat mengistirahatkan pikirannya. Menyederhanakan pikiran adalah memberi waktu istirahat padanya. Pikiran yang tidak pernah istirahat cirinya sederhana, ia terus-menerus berfikir, membandingkan, menghakimi dan membuat rencana-rencana serta perhitungan.

Mending membandingkan yang bermanfaat, di sini justru menambah rasa sakit, beban hidup dan luka jiwa. Bahkan setelah sakit pun, tetap pikiran sebagian orang tidak pernah istirahat. Akibatnya, kehidupan jadi resah dan gelisah.

Untuk itu, belajar mengalirkan jiwa-jiwa yang indah. Lepaskanlah. Konkritnya, apa pun berkah saat ini, menjengkelkan atau menyenangkan, belajarlah mendekapnya dengan erat.

Terimalah, syukurilah. Ingatlah, kehidupan bukan masalah yang harus diselesaikan, kehidupan adalah bunga indah yang selayaknya disyukuri.

Faidzunal A. Abdillah

Dengan pikiran yang sederhana lebih mungkin menemukan kedamaian di tengah riuhnya kehidupan. Pikiran yang sederhana mengolah keriuhan kehidupan sebagai vitamin, bukan racun kehidupan.

Keriuhan kehidupan menjadi vitamin sebab memperkuat perjalanan spiritual. Keriuhan menjadi vitamin pertumbuhan dengan belajar melihat, memahami dan menyadari bahwa semua bertumbuh, semua sedang berproses, menuju kebaikan dan kemenangan. Ia sesederhana sampah bertumbuh jadi bunga.

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِحْصَنٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Dari Salamah bin Ubaidillah bin Mihshan Al-Anshary, dari bapaknya, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Barangsiapa yang pagi-pagian dari kamu sekalian (melewati harinya) dengan perasaan aman di dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki seluruh dunia.” (HR Tirmidzi)

Selanjutnya disarankan untuk mengikuti langkah sederhana berikut; berhenti mengeluh dan berusaha semakin dekat dengan alam. Berhenti mengeluh menciptakan ruang kebebasan berfikir dan mengurangi risiko terkena penyakit. Di samping itu, di zaman ini, satu-satunya orang yang bisa peduli sepenuhnya pada diri Anda adalah diri Anda sendiri. Orang lain hanya bisa membantu.

Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bisa melihat cahaya dalam diri Anda. Cara ini tidak saja menyembuhkan diri Anda dengan tidak meracuni pikiran, tapi juga menyembuhkan lingkungan.

Tujuannya agar jiwa selalu berbagi cahaya dan terus berbahagia. Kemudian semakin dekat Anda dengan alam, pikiran semakin tidak tertarik dengan keriuhan perdebatan. Jangan pernah lelah untuk tersenyum jiwa-jiwa yang indah. Senyuman di bibir Anda bisa jadi lentera di hati orang-orang. Tatkala orang terlihat baik, ikuti dan tauladani langkah-langkahnya. Saat orang terlihat buruk, periksa kembali pikiran Anda sendiri.

Kebaikan adalah cara sang jiwa untuk memberikan bunga. Bila Anda terus menerus memberikan bunga kebaikan ke orang lain, insya Allah bau wanginya akan tersisa di dalam hati Anda. Dan jika Anda tidak melihat bunga di hati Anda, jangan berharap orang melihat bunga keindahan dalam diri Anda. Walau sudah bersikap sederhana.

Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang.

Tags: bersyukurDinamikakehidupanKesederhanaanldiinasehatpikiransederhana

Comments 4

  1. sjamsuddar says:
    6 years ago

    Alchamdulillaah

    Reply
  2. Zanuar Rima Nasrullah says:
    6 years ago

    Indah yang menentramkan, sekaligus pukulan yang mengingatkan

    Reply
  3. Andi Wahyupik says:
    6 years ago

    Sederhana indah bagi semua kalangan

    Reply
  4. Nadhira says:
    6 years ago

    Alhamdulillah jazakallahu khoiro siraman rohaninya

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.