Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Sejarah Kebangsaan Indonesia Ditulis Ulang, Prof. Singgih: Ini untuk Kepentingan Bangsa

2025/07/04
in Artikel, Nasional
3
Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Singgih Tri Sulistiyono, di kanal YouTube Inspirasi Untuk Bangsa pada 17 Mei 2025. Foto: LINES

Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Singgih Tri Sulistiyono, di kanal YouTube Inspirasi Untuk Bangsa pada 17 Mei 2025. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (4/7). Upaya penulisan ulang sejarah kebangsaan Indonesia kini tengah berlangsung, dipimpin langsung oleh sejumlah sejarawan terkemuka di tanah air. Program besar yang digagas Kementerian Kebudayaan ini bukan sekadar proyek akademis, melainkan ikhtiar serius untuk merumuskan narasi sejarah yang lebih lengkap, jernih, dan relevan dengan kebutuhan bangsa hari ini dalam rangka meningkatkan kohesi sosial sesama anak bangsa guna mencapai cita-cita kita Bersama, yaitu negara Pancasila yang paripurna.

“Ini bukan penulisan ulang yang dimaksudkan untuk mengganti sejarah seenaknya. Kita ingin memperkuat kohesi sosial, memelihara ingatan kolektif bangsa, sekaligus menyempurnakan narasi sejarah Indonesia dengan temuan-temuan terbaru,” ujar Guru Besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Singgih Tri Sulistiyono, di kanal YouTube Inspirasi Untuk Bangsa pada 17 Mei 2025.

Penulisan ulang ini, kata Singgih, sudah berjalan sejak Januari lalu dengan diawali pembentukan tim editor umum kemudian dilanjut dengan editor-editor jilid. Ia sendiri tergabung dalam jajaran para editor tersebut, bersama sejumlah sejarawan, arkeolog, dan antropolog lintas kampus. Proyek ini menargetkan sepuluh jilid buku sejarah Indonesia, dengan cakupan mulai dari asal-usul geografi Nusantara, perjumpaan budaya (cultural encounter) dengan India, Islam, kolonialisme Barat, hingga babak reformasi dan era pemerintahan Presiden Joko Widodo,” kata Ketua DPP LDII, Singgih.

Menurut Singgih, progres penulisan saat ini berkisar 80 persen lebih. Namun, ia menegaskan bahwa proses ini bukan pekerjaan ruang tertutup. “Kita membuka ruang masukan seluas-luasnya, baik dari akademisi, masyarakat umum, maupun pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Semua masukan, lanjut dia, akan dikaji dalam rapat-rapat tim editor, sebelum diolah menjadi bagian dari narasi besar sejarah kebangsaan, dan bahkan akan dilakukan sosialisasi publik yang dipusatkan di berbagai universitas di Indonesia.

Yang membedakan penulisan ulang kali ini, kata Singgih, adalah pengayaan substansi dan metodologinya. Selain tetap menggunakan sumber sejarah lama yang masih relevan, tim juga menggali temuan-temuan baru dari dua dekade terakhir, termasuk sumber lisan yang selama ini kerap terpinggirkan.

“Kita ingin sejarah ini lebih objektif, lebih Indonesia-sentris, tapi tetap memiliki perspektif global. Peristiwa sejarah Indonesia tak bisa dilepaskan dari dinamika global,” tuturnya.

Narasi sejarah ini, tambah Singgih, juga dirancang agar lebih otonom. Artinya, tidak didikte oleh bias kolonial dan kepentingan politik praktis. Isu-isu krusial seperti tragedi 1965 atau Reformasi 1998, yang selama ini sensitif dibicarakan, akan tetap diakomodasi sepanjang ada bukti dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Suara korban tetap kita dengarkan. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tapi semua harus berbasis sumber Sejarah yang otentik dan kredibel” tegas dia.

Menanggapi kekhawatiran sebagian kalangan soal potensi intervensi pemerintah, Singgih memastikan, proyek ini murni untuk kepentingan bangsa, bukan untuk propaganda rezim tertentu. Ia bahkan menyebut, sejarah yang ditulis ulang ini tetap membuka ruang bagi munculnya versi sejarah alternatif.

“Kita tidak sedang menciptakan sejarah tunggal. Ini sejarah kebangsaan yang ditulis dengan pespektif kebangsaan yang menarasikan perjalanan bangsa Indonesia sejak awal hingga masa kontemporer, sehingga bisa memupuk kesadaran siapa diri kita, dari mana kita berasal, dan mau kemana arah perjalanan kita sebagai sebuah komunitas bangsa, yang dalam Bahasa Jawa disebut sebagai ‘sangkan paraning dumadi’. Tentu kita tetap dengan senang hati membuka ruang dari berbagai pihak untuk penulisan Sejarah dengan perspektif yang lain” katanya.

Rencananya, hasil penulisan ini bisa menjadi rujukan utama buku-buku teks di sekolah. Namun, Singgih mengingatkan, materi sejarah tidak bisa diberikan mentah-mentah. Harus ada proses seleksi dan adaptasi agar sesuai dengan usia peserta didik.

“Untuk anak SD dan SMP, fokusnya pada pewarisan nilai kebangsaan. Sementara di tingkat SMA, di samping sebagai Pendidikan moral, pendidikan sejarah harus jadi intellectual training atau latihan berpikir kritis, bukan indoktrinasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, perspektif global juga akan ditonjolkan. Misalnya, peristiwa 1965 akan dipahami dalam konteks Perang Dingin dunia, bukan sekadar konflik domestik. Dengan begitu, generasi muda bisa melihat posisi Indonesia dalam percaturan global, sekaligus memahami akar masalah kebangsaan dari kacamata yang lebih luas.

“Kita ingin sejarah tidak berhenti jadi hafalan, tapi menjadi cermin dan pelajaran untuk masa kini dan masa depan yang lebih gemilang,” pungkas Singgih.

Tags: Prof. SinggihSejarah BangsaSejarah Indonesia Ditulis Ulang

Comments 3

  1. Supardo bin Kayat says:
    1 year ago

    Menjaga generasi agar tetap memiliki semangat kebangsaan mendukung terwujudnya Indonesia maju dan sejahtera

    Reply
  2. Budi Muhaeni ST says:
    1 year ago

    Bangsa yg besar harus mengetahui sejarahnya. Sejarah bs jadi cermin untuk mencari hikmah masa lalu, tetapi juga bisa menjadi jati diri bangsa. Bangsa yg tdk memahami sejarahnya akan kehilangan orientasi, berada dimana dan hendak kemana.

    Semangat terus untuk menuliskan sejarah bangsa ini dg benar, agar kelak generasi penerus kita tidak kehilangan arah.

    Reply
  3. Angka DH says:
    1 year ago

    semoga manfaat barokah utk NKRI yg utuh tangguh tumbuh dan barokah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Sakinah Journey Perkuat Ketahanan Keluarga
  • Sudibyo on Jelang Muswil 2026, LDII DIY Perkuat Sinergi dengan Pemda Dukung Panca Mulia
  • Sudibyo on LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026
  • Hendi on Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ
  • Priyo on Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

July 11, 2026
LDII dan MTA Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Bangun Kolaborasi

LDII dan MTA Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Bangun Kolaborasi

July 9, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

July 11, 2026
Atlet Muda Persinas ASAD Nunukan Sabet Juara 1 O2SN untuk Silat Seni Tunggal Putra

Atlet Muda Persinas ASAD Nunukan Sabet Juara 1 O2SN untuk Silat Seni Tunggal Putra

July 5, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

2
Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

2
LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

2
Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

2
Isi Libur Sekolah, LDII Paser Tanamkan 29 Karakter Luhur melalui PPLS dan Munaqosah

Isi Libur Sekolah, LDII Paser Tanamkan 29 Karakter Luhur melalui PPLS dan Munaqosah

July 12, 2026
LDII Kotim Resmikan TK Baitul Ilmi dan Pembangunan Sekolah Dasar

LDII Kotim Resmikan TK Baitul Ilmi dan Pembangunan Sekolah Dasar

July 12, 2026
LDII Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kesbangpol Jelang Musda

LDII Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kesbangpol Jelang Musda

July 12, 2026
LDII Kabupaten Bandung Helat Rakorda Perkuat Kepemimpinan dan Konsolidasi

LDII Kabupaten Bandung Helat Rakorda Perkuat Kepemimpinan dan Konsolidasi

July 12, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Isi Libur Sekolah, LDII Paser Tanamkan 29 Karakter Luhur melalui PPLS dan Munaqosah July 12, 2026
  • LDII Kotim Resmikan TK Baitul Ilmi dan Pembangunan Sekolah Dasar July 12, 2026
  • LDII Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kesbangpol Jelang Musda July 12, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.