Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Semangat Wirausaha Lahir Dari Mindfulness

2020/01/03
in Organisasi
0
Toronata Tambun
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp
Entrepreneur bukan tentang mencetak uang, tapi bagaimana membuat sesuatu yang bernilai dalam masyarakat. Demikian mengutip Toronata Tambun, pembicara Entrepreneurship Boot Camp, Desember 2019 yang digelar selama dua hari, di Gedung DPP LDII Jakarta (28/12).
Mengawali acara itu, Prasetyo Sunaryo, Ketua DPP LDII yang hadir memberikan sambutan mengatakan, Indonesia keturunan bangsa besar, tapi karena kita tidak mau belajar, maka akhirnya termasuk learning poverty.
Learning proverty merupakan sifat malas belajar. Ini menyebabkan miskinnya inovasi dan tertinggal dalam berbagai hal dari bangsa lain. 
Berangkat dari isu learning poverty tersebut, dengan pelatihan wirausaha ini, Prasetyo berharap wirausahawan LDII dapat belajar marketing dengan sikap mindfulness (khusuk), yang mana pikiran, perhatian, dan fokus ada dalam kegiatan belajar itu. Ia juga menambahkan, teori temuan dari Profesor Ellen Langer dari kampus Harvard, penelitian mindfulness selama 40 tahun dan menemukan bahwa orang berhasil dengan fokus. 
Sementara Toro, panggilan akrab Toronata, memaparkan 42 persen anak muda di Indonesia tak bermanfaat bagi orang di sekitarnya berdasarkan penelitian Pisa tahun 2017. 
Data sebelumnya menunjukkan 56 persen,  skornya di bawah 10. Apa yang membedakan generasi muda Indonesia dengan di luar negeri?
Salah satu treat entrepreneur, kata Toro yaitu tidak gampang tersinggung, karena punya mindfulness. Toro menilai, pembahasan mengenai mindfulness selama ini tidak mudah dan selalu ‘menyinggung’. 
Mindfulness muncul dari frontal cortex. Bagian otak itu yang paling banyak dipakai untuk melakukan berbagai kegiatan. Seratus juta tahun belakangan, ada satu bagian yang disebut prefrontal cortex. Yang menjadi penghubung antara bagian otak lain dengan frontal cortex. 
Gambar bagian-bagian otak ini, seperti menggambarkan jam terbang pilot, yang sudah punya 100 jam terbang dengan dua jam terbang, apakah sama saja? Sama. Jika prefrontal cortex-nya tidak sambung sama saja, “Bahaya jika yang punya 100 jam terbang merasa tahu segalanya,” kata Toro.
Mindfulness, jelasnya lagi diajak berpikir empat hal: big picture (bertindak melihat dari kondisi dan situasi), melakukan kegiatan sistematis dan terencana, 300-800 kali dalam hidup memutuskan mau bicara positif atau negatif, 3-9 jam mengatur pernafasan untuk melatih otak lebih tenang.
Teori tadi digunakan agar terlatih menghubungkan prefrontal cortex ke frontal cortex.
Kaitannya dengan entrepreneur atau wirausaha, apakah karena fleksibilitas? Jika kebebasan waktu menjadi ukuran, bisa jadi kebanyakan orang salah. Seperti halnya pemanfaatan UMKM. Toro mengatakan, “Jangan jadi pusat kemiskinan, tapi jadi pusat pengembangan bisnis teknologi.”
Mengenai pelatihan ini, Ary Wibisono yang juga pembicara bootcamp mengatakan, “Menjadi negara maju perlu jembatan, salah satunya mengembangkan usaha yang berstandar global.“ Yang mana, negara maju tersebut mengembangkan dua macam entrepreneur, yakni wirausaha UKM Enterprise dan Innovation Believement Enterprise(IBE). 
“Jangan merasa mudah jadi pengusaha, karena dalam bootcamp ini peserta akan dilatih jadi pengusaha tangguh,” kata Ary.
Sehingga nantinya para pelaku bisnis bisa menembus pasar global negara maju dengan pendekatan IBE. (*/lines)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.