Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Tantangan Perang Dingin Baru di Depan Mata, Akademisi Sarankan Semangat KAA Dikobarkan Lagi

2023/04/18
in Nasional
2
Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), Singgih Tri Sulistyono mengatakan, fenomena KAA menghadapi beberapa aspek terkait situasi dan kondisi geopolitik terkini. Foto: LINES.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), Singgih Tri Sulistyono mengatakan, fenomena KAA menghadapi beberapa aspek terkait situasi dan kondisi geopolitik terkini. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (18/4). Tanggal 18 April diperingati sebagai Hari Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang melahirkan Dasasila Bandung. KAA yang pertama digelar di Bandung pada 1955 adalah salah satu warisan Indonesia untuk perdamaian dunia. Gerakan Non-Blok kala itu tercipta untuk menahan Perang Dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet.

Menukil Encyclopaedia Britannica (2015), KAA digelar di Bandung pada 18-24 April 1955. KAA Bandung dihadiri 29 pemimpin dari Asia dan Afrika. Mereka adalah perwakilan dari separuh penduduk dunia. Pengusung dan penyelenggara KAA yakni: Indonesia, India, Birma (Myanmar), Pakistan, Sri Lanka.

Pesertanya berasal dari negara-negara dari Afrika, Asia, hingga Timur Tengah. Selain lima penyelenggara pesertanya yakni: Afghanistan, Kamboja, China, Mesir, Ethiopia, Pantai Emas (Ghana), Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Lebanon, Liberia, Libya, Nepal, Filipina, Arab Saudi, Sudan, Suriah, Thailand, Turki, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Yaman.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono mengatakan fenomena KAA mengandung beberapa aspek. Pertama, merupakan fenomena Perang Dingin di mana terjadi kontestasi dan konflik antara Blok Kapitalisme-Liberalisme berhadapan dengan Blok Sosialisme-Komunisme.

“Blok Kapitalisme-Liberalisme dipandang sebagai bekas negara-negara penjajah terhadap bangsa Asia dan Afrika. Dalam hal ini Blok Sosialisme-Komunisme mengidentikan diri sebagai negara-negara bekas jajahan kolonialisme Barat,” ujar Singgih yang juga Ketua DPP LDII.

Kedua, Singgih menilai fenomena KAA merupakan tonggak bagi Indonesia untuk mengambil peran penting dalam diplomasi internasional. Dalam hal ini Indonesia merupakan salah satu pelopor untuk menghimpun bangsa-bangsa Asia-Afrika agar terbangun solidaritas dalam menciptakan dunia yang tanpa penjajahan dan eksploitasi.

“Ini merupakan cikal-bakal bagi munculnya Gerakan Non-Blok yang tidak berpihak baik kepada Liberalisme-Kapitalisme dan Sosialisme-Komunisme dalam konteks Perang Dingin, namun bersikap netral dalam menciptakan perdamaian dunia,” lanjutnya.

Menurut Singgih, dalam konteks situasi sekarang ini, ketika persaingan antara Blok China dan Amerika Serikat sedang memuncak yang menciptakan semacam Perang Dingin Baru, maka peran Indonesia ditantang untuk bisa ikut menyelesaikan persoalan konflik global. Jika Indonesia tak mampu menjadi pionir, maka ada kemungkinan Indonesia justru menjadi bulan-bulanan bagi kekuatan internasional yang sedang berkontestasi.

“Apakah Indonesia mampu mengulangi kejayaan tahun 1950-an dan 1960-an? Kita tunggu saja. Semoga bisa,” tutupnya.

Comments 2

  1. anake pak lurah istana says:
    3 years ago

    sepakat

    Reply
  2. Budi Utomo says:
    3 years ago

    Semoga Indonesia siap menjadi pionir perdamaian dunia seterusnya

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 12
  • Dedi Century Kenya on Renungan Hari 11
  • Supadno Darmo on Ponpes Wali Barokah Gelar Rakor Matangkan Program Santunan Duafa
  • Gathot Wardoyo on Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 10
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

February 24, 2026
Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

February 23, 2026
LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

February 24, 2026
Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

February 24, 2026
Renungan Hari 8

Renungan Hari 8

3
Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

3
Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

2
Renungan Hari 9

Renungan Hari 9

2
Renungan Hari 12

Renungan Hari 12

March 2, 2026
Situasi Timur Tengah Kian Panas, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah

Situasi Timur Tengah Kian Panas, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah

March 1, 2026
Generasi Muda LDII Kutim Sambut Ramadan 1447H dengan Tahfidzul Quran

Generasi Muda LDII Kutim Sambut Ramadan 1447H dengan Tahfidzul Quran

March 1, 2026
LDII Tabanan Ajak Pemuda Bagi Ratusan Takjil Ramadan

LDII Tabanan Ajak Pemuda Bagi Ratusan Takjil Ramadan

March 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 12 March 2, 2026
  • Situasi Timur Tengah Kian Panas, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah March 1, 2026
  • Generasi Muda LDII Kutim Sambut Ramadan 1447H dengan Tahfidzul Quran March 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.