Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Apakah Begini Cara Anda Mendidik Anak?

2013/10/03
in Opini
0
buang-sampah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 
Para filsuf mengatakan bahwa pendidikan yang paling baik adalah pendidikan yang dilakukan melalui contoh. Nenek moyang dan kakek moyang kita juga mengatakan hal yang sama. Demikian juga para psikolog. Mereka mengatakan bahwa manusia sangat mudah mengingat dan meniru apa saja yang dilihat dan dialaminya pada usia bayi sampai pada usia remaja dan akil balik.

DEWASA ini ada kebiasaan keluarga muda yang belum atau tidak punya mobil, jalan-jalan sore naik motor tanpa seorangpun yang memakai helm. Skuter matik jalan pelan-pelan mengambil jalur agak ke tengah, sambil ngobrol. Suami-istri ini sedang mendidik anak yang diboncengnya itu tentang cara melanggar tertib berlalu-lintas.
 
Dan saat polisi menangkap, dengan enteng bapak ini memberikan uang kesepakatan ke Pak Polisi dan urusan selesai, bebas melenggang. Inilah bapak yang sedang melatih dan membiasakan anaknya yang masih kecil untuk menyogok saat ada urusan apapun, dan agar meminta sogokan saat orang lain berurusan dengannya. Bapak yang sedang mempersiapkan generasi koruptor.

Demikian juga keluarga muda yang sudah punya mobil. Mereka sekeluarga keliling-keliling Jakarta dengan suami menyetir sambil mengobrol melalui ponsel. Sementara, sang istri yang cantik yang duduk di depan di sebelah suami, yang sedang makan buah rambutan, kulit rambutan dibuang langsung melalui kaca jendela depan yang terbuka sedikit. Inilah ibu yang sedang mendidik anaknya untuk membuang sampah sembarangan. Dan inilah bapak yang sedang mendidik anaknya untuk melanggar aturan berlalulintas.
 
Dan, bapak yang sangat menyayangi anaknya ini turun tangan langsung ketika anaknya terancam tidak naik kelas di SD, atau di SMP, atau di SMA, karena nilai-nilai ujian anaknya yang di bawah standar. Bertemu wali kelas, guru, terutama kepala sekolah. Menawarkan sesuatu, berdebat, bernegosiasi, atau bahkan mengancam, hingga pada akhirnya anaknya naik kelas atau paling tidak pindah sekolah sambil naik kelas. Inilah bapak yang sedang mendidik anaknya bagaimana cara menangani urusan.

Anak-anak bisa digambarkan seperti kertas putih bersih yang belum ada isinya. Tergantung kita sebagai orang tua yang mengisinya. Anak akan menyerap hal-hal yang baik dan buruk dari lingkungan terdekatnya. Sekarang bagaimana kita sebagai orang tua bisa mensortir dari perilaku-prilaku yang buruk. Cara yang paling efektif adalah memberi contoh perilaku yang baik di hadapannya. Meskipun anak belum bisa berbicara, anak sudah bisa meniru apapun yang kita kerjakan, baik dari kata-kata ataupun tingkah laku. Berikut berbagai tingkah laku kita yang akan ditiru oleh anak.

1. Berbicara Kasar
Mungkin masih terdengar lucu bila si kecil menyapa ayahnya dengan nama panggilannya. Tetapi bagaimana jika si kecil mengeluarkan kata-kata kasar seperti yang kita ucapkan? Si kecil mungkin tidak paham apa maksudnya, tetapi dia selalu aktif meniru apa yang dia dengar.

2. Kasih Sayang
Memberi contoh kepada si kecil tentang rasa sayang adalah cara efektif mengajarkan dia kasih sayang terhadap sesama. Tunjukkan kepada si kecil kepedulian kita terhadap keluarga, guru, orang-orang tak mampu, tetangga, bahkan terhadap hewan piaraan. Perhatian yang penuh kasih sayang menjadikan anak tumbuh dan berkembang dengan baik secara kognitif dan fisik.

3. Perilaku
Memberi contoh perilaku manis ketika di meja makan, berkunjung ke rumah teman atau tetangga atau di mana saja, agar dia dapat meniru perilaku-perilaku yang baik tersebut. Berikan contoh kata-kata yang seharusnya diucapkan, seperti kata “terima kasih” dan “tolong”, dan meminta maaf ketika berbuat salah.

4. Berbagi
Ketika mainan atau makanannya diminta oleh temannya atau orang lain dan dia menolaknya, kata favorit yang biasa diucapkan si kecil adalah “ini punyaku!”. Kita bisa mengajarkannya dengan membagikan makanan kita kepada teman-temannya dan kepadanya, kemudian menjelaskan kenapa kita melakukannya. Berikan dia dorongan untuk selalu berbagi dengan teman-temannya di sekolah dan di rumah, dan berikan dia pujian atas apa yang telah dia lakukan.

5. Makan Sehat
Tentu tidak adil jika orang tua makan makanan enak berlemak seperti sate, bakso, atau es krim; sementara kita memaksa anak makan sayur. Sebenarnya orang tua mewarisi kebiasaan makan anak; bahkan sejak si kecil masih dalam kadungan selera makan anak sudah mulai terbentuk.

Oleh karena itu, kita seharusnya menyediakan makanan dengan kandungan gizi seimbang dan biasakan makan bersama mereka. Perlihatkan ekspresi wajah yang menunjukkan enaknya makanan yang sedang disantap, untuk menggoda dia untuk ikut serta makan bersama kita.

6. Percaya diri
Tingkat kepercayaan diri orang tua akan mempengaruhi tingkat percaya diri anak. Sebaiknya kita tidak mencela diri sendiri ketika berbuat kesalahan atau di depan cermin, dan di atas timbangan badan. Meskipun kita termasuk tipe orang suka menertawakan diri sendiri.

Anak yang tumbuh dengan percaya diri yang sehat, ia akan mampu mengatasi berbagai masalah dalam hidupnya, entah dalam hal pekerjaan, percintaan atau yang lain. Agar ia bangga atas apa yang telah dikerjakannya, berikan pujian atas prestasi, kebaikan dan kemajuan yang telah dibuat oleh si kecil.

7. Penghargaan terhadap diri sendiri
Orang tua perlu mengajarkan murah hati dan berbagi kepada anak, dan menunjukkan kepada anak bagaimana membedakan batas-batas bagi mereka sendiri. Bila orang tua terlalu penurut terhadap semua apa keinginannya, anak akan belajar untuk mengambil keuntungan dari orang tuanya. Dari sikap penurut orang tua ini, kemungkinan anak juga akan menirunya. Anak menjadi selalu mengalah dan tidak pernah memperoleh apa yang diinginkannya.

8. Menghargai orang lain
Anak juga akan belajar banyak dari orang tuanya tentang cara menghargai orang lain. Ketika ia memasuki taman kanak-kanak, sikap sok tahu (sarkasme) akan membuat dia sulit untuk berteman. Maka ketika mendiskusikan hal-hal yang buruk, usahakan anak tidak mendengarnya.

9. Sikap Toleransi
Secara otomatis anak akan meniru anda, jika anda sering merendahkan budaya lain. Walaupun toleransi sulit unutk diajarkan, ada beberapa contoh tindakan yang bisa mengajarkannya tentang toleransi. Misalanya tanya apa pendapatnya tentang warna tas yang dipakai temannya. Jelaskan mengapa ada temannya beribadah dengan cara yang berbeda. Mengajarkan tentang hal-hal kecil ini akan membantunya mengerti masalah yang lebih besar ketika dia sudah beranjak dewasa.

10. Kepedulian terhadap lingkungan
Masalah lingkungan sudah menjadi isu penting saat ini, dan kerusakan lingkungan sudah parah. Oleh karena itu mengajarkan tentang kepedulian, mencintai dan memilihara lingkungan sejak dini sangatlah penting. Banyak tindakan kecil yang bisa kita contohkan, misalnya membuang sampah pada tempatnya, mematikan lampu yang tidak digunakan, mematikan televisi saat tidak digunakan, menghemat penggunaan air, atau mengajarinya menanam pohon.  Jelaskan kepada mereka kenapa kita harus membuang sampah pada tempatnya dan apa akibatnya jika kita membuang sampah sembarangan. //**
.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Shonoz on Di Tengah Tingginya Perceraian, LDII Surabaya Gelar Seminar Rumah Tangga
  • Mijo on Cegah Perundungan, LDII dan Kejari Bengkulu Helat Edukasi Hukum Bagi Santri
  • Sudibyo on Universitas Cokroaminoto Kerja Sama dengan LDII Pinrang dan Puskesmas Lampa Helat Seminar Wanita
  • Sudibyo on Di Tengah Tingginya Perceraian, LDII Surabaya Gelar Seminar Rumah Tangga
  • Emir Haromain on Helat Pelatihan Jurnalistik, LDII Sumsel Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Panen Raya Bawang Merah LDII Bayat Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Petani Klaten

Panen Raya Bawang Merah LDII Bayat Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Petani Klaten

June 19, 2026
Ketua LDII Padang Ajak Maknai Idul Adha dengan Ketakwaan dan Tekankan Kesalehan Sosial

Ketua LDII Padang Ajak Maknai Idul Adha dengan Ketakwaan dan Tekankan Kesalehan Sosial

June 21, 2026
Kunjungi Ponpes Wali Barokah, Imigrasi Kediri Pastikan Kelengkapan Dokumen Santri WNA

Kunjungi Ponpes Wali Barokah, Imigrasi Kediri Pastikan Kelengkapan Dokumen Santri WNA

June 21, 2026
LDII Tetapkan Puasa Tasua dan Asyura pada 25-26 Juni

LDII Tetapkan Puasa Tasua dan Asyura pada 25-26 Juni

June 18, 2026
Kunjungi Ponpes Wali Barokah, Imigrasi Kediri Pastikan Kelengkapan Dokumen Santri WNA

Kunjungi Ponpes Wali Barokah, Imigrasi Kediri Pastikan Kelengkapan Dokumen Santri WNA

7
Keren (4): Tidak Pernah Menzalimi, Selalu Membuka Pintu Kembali

Keren (4): Tidak Pernah Menzalimi, Selalu Membuka Pintu Kembali

3
Di Tengah Tingginya Perceraian, LDII Surabaya Gelar Seminar Rumah Tangga

Di Tengah Tingginya Perceraian, LDII Surabaya Gelar Seminar Rumah Tangga

2
Ketua Umum DPP LDII: Haji Mabrur Penggerak Peradaban Bangsa

Ketua Umum DPP LDII: Haji Mabrur Penggerak Peradaban Bangsa

2
Di Tengah Tingginya Perceraian, LDII Surabaya Gelar Seminar Rumah Tangga

Di Tengah Tingginya Perceraian, LDII Surabaya Gelar Seminar Rumah Tangga

June 24, 2026
Universitas Cokroaminoto Kerja Sama dengan LDII Pinrang dan Puskesmas Lampa Helat Seminar Wanita

Universitas Cokroaminoto Kerja Sama dengan LDII Pinrang dan Puskesmas Lampa Helat Seminar Wanita

June 24, 2026
Pengukuhan Pengurus DPD LDII Tulungagung Masa Bakti 2025-2030, Plt Bupati Dukungan dan Arahan

Pengukuhan Pengurus DPD LDII Tulungagung Masa Bakti 2025-2030, Plt Bupati Dukungan dan Arahan

June 24, 2026
Helat Pelatihan Jurnalistik, LDII Sumsel Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial

Helat Pelatihan Jurnalistik, LDII Sumsel Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial

June 24, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Di Tengah Tingginya Perceraian, LDII Surabaya Gelar Seminar Rumah Tangga June 24, 2026
  • Universitas Cokroaminoto Kerja Sama dengan LDII Pinrang dan Puskesmas Lampa Helat Seminar Wanita June 24, 2026
  • Pengukuhan Pengurus DPD LDII Tulungagung Masa Bakti 2025-2030, Plt Bupati Dukungan dan Arahan June 24, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.