Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Awas Ghibah!

2021/02/06
in Nasehat
4
Ilustrasi: Ihsan

Ilustrasi: Ihsan

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah; Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan

Ada sebuah kisah klasik, yang konon, ia setua sejarah umat manusia. Kisah itu berupa kebiasaan menemukan kepuasan jiwa dengan bercerita keburukan-keburukan orang lain. Mereka seperti menemukan hiburan di sana. Oleh karenanya, kisah ini berkembang terus dari waktu ke waktu. Tanpa henti. Dengan fasilitas-fasilitas dan acara-acara sesuai zamannya. Begitu pesat dan mengundang pesona. Sedikit yang menyadari kalau di balik kebiasaan tua ini tersembunyi racun kejiwaan yang sangat berbahaya. Dan lebih sedikit lagi yang sadar bahwa cara bertumbuh seperti ini, bisa membuat jiwa bertambah gelap dan pekat. Sebab bertumbuh dari gelap ke gelap, berpindah dari keburukan satu ke keburukan yang lain. Marilah kita meneliti pesan tua Rasulullah ﷺ dalam hal ini.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخْيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’. Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah ﷺ bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan (fitnah) tentang saudaramu.” (HR. Muslim).

Ini adalah pelajaran penting. Akar musabab ghibah adalah kebiasaan tua berpikir negatif. Kepo. Penuh sak-wasangka. Dan ternyata mengakar sangat dalam pada banyak jiwa. Saking dalamnya, seolah-olah dosa warisan, penyakit generatif, padahal bukan. Dalam bahasa lain sering disebut andil bala syaitan. Tak bisa ditumpas dengan mudah. Sudah mendarah daging, bercampur sempurna. Tak ada beda inang dan benalunya. Seperti baju kotor yang kecemplung oli, diperlukan ketekunan dan kerja keras yang luar biasa agar jiwa bisa bersih kembali seperti sedia kala. Memang tak mudah, karenanya Allah mengingatkan dengan tegas.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمُ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُم أَنْ يَأكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۚ وَاتَّقُوْا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوّابٌ رَحيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan jangan di antara kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kalian akan merasa jijik. Bertakwalah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12).

Seorang sahabat yang sukses membersihkan jiwanya, berpesan indah, berat dan penuh harap dalam hal ini. Untuk keluar dari belenggu ghibah harus sabar dan hati-hati. Awas ghibah. Proses pembersihannya terjadi secara sangat pelan dan perlahan. Perlu kesadaran dan kesabaran luar biasa. Itu pun sekali-sekali ia masih kelepasan marah di sana-sini, menggunjing sesekali, sebelum benar-benar terbit matahari pencerah jiwa. Pertama, menjauh secara sopan dari lingkungan yang penuh pergunjingan dan “kekerasan”. Termasuk dalam hal ini televisi, tontonan, pergaulan, lingkungan yang mengarah pada timbulnya “kekerasan”. Pilih teman dan lingkungan pergaulan yang baik. Terus-menerus melatih diri agar senantiasa positif memandang kehidupan adalah langkah ke dua. Tekad yang tidak pernah menyerah adalah kawan terbaik pendamping jiwa. Mengolah sampah masalah menjadi bunga indah kedamaian adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan untuknya. Imam Muslim meriwayatkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: “Ruh-ruh itu laksana tentara yang berkumpul, maka yang saling mengenal daripadanya niscaya menyelaraskan (saling menyesuaikan) dan yang bertentangan daripadanya, niscaya saling menyelisihi (berseberangan).” (HR Muslim).

Melengkapi pesan sahabat tadi, Sang Guru Bijak pun memberikan wejangan indah. Untuk membangun jiwa bersih ini, warisan Abdullah Al Muzani ini sangat melengkapi.

إن عرض لك إبليس بأن لك فضلاً على أحد من أهل الإسلام فانظر، فإن كان أكبر منك فقل قد سبقني هذا بالإيمان والعمل الصالح فهو ير مني، وإن كان أصغر منك فقل قد سبقت هذا بالمعاصي والذنوب واستوجبت العقوبة فهو خير مني، فإنك لا ترى أحداً من أهل الإسلام إلا أكبر منك أو أصغر منك.

“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah. Jika ada orang lain yang lebih tua darimu maka seharusnya engkau katakan: “Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal shalih dariku maka ia lebih baik dariku.” Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu maka seharusnya engkau katakan, “Aku telah lebih dulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku.” Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat yang lebih tua atau yang lebih muda darimu”. (Hilyatul Auliya).

Di dunia spiritual sering disampaikan nasehat indah pencerah jiwa; penderitaan, musibah, cobaan bukanlah hukuman. Ia adalah cara untuk memanggil jiwa agar segera pulang ke rumah cinta, kebaikan, kasih sayang-Nya. Pendekatan ini banyak sekali membantu para pencari kedamaian untuk mengolah sampah masalah menjadi bunga indah kesembuhan. Dan rasanya perlu kita cermati petuah berikut; “Di kala tulus dan tekun untuk selalu melihat sisi-sisi indah orang lain, suatu hari Anda akan berjumpa bagian terindah dari diri Anda”. Inilah yang disebut sebagai pencerahan; terbitnya matahari jiwa. Ia dimulai dengan melihat sisi-sisi indah dari hidup sendiri. Kemudian diperluas menjadi melihat sisi-sisi indah orang lain. Puncaknya, seseorang berjumpa bagian terindah dari jiwanya sendiri. Dan akibatnya, menendang jauh-jauh bola-bola ghibah dan prasangka jelek dari dalam gawang pikiran dan lebarnya lapangan hati.

Langkah-langkah ini jauh lebih mudah dilakukan oleh ia yang selalu melihat sisi-sisi indah dari hidupnya sendiri. Perlu diketahui bahwa bukan hal-hal besar yang membuat hidup terasa indah. Sering kali hal-hal kecillah yang membuat hidup terasa indah. Dari menyeruput teh di cangkir, berdekapan indah dengan seprei yang baru diganti, mengingat masa kecil yang indah atau bercengkrama sejenak dengan anak-anak. Dan puncaknya, perhatianlah kupu-kupu kehidupan di sekitar kita mengajarkan. Tidak mungkin kupu-kupu indah hinggap lama pada sampah. Ia akan memilih bunga-bunga yang indah. Demikian juga jiwa yang indah. Sebagaimana sifat alami bunga yang indah, sifat alami jiwa indah akan terlahir di alam yang indah, sesuai hadits yang diriwayatkan Imam Muslim itu.

Tags: ghibahImam Muslim

Comments 4

  1. Jasuma Jaya Husda says:
    5 years ago

    untuk likenya di mana?

    Reply
  2. Arga says:
    5 years ago

    Mau nanya nih pa admin, umapama ada org yg ngasih tau keburukan org lain untuk memberi peringatan/perlindungan trus itu gimana?

    Reply
    • FA Abdillah says:
      5 years ago

      Nabi pernah memberi tahu Aisyah tentang perangai sesorang – sbg sifat yang memang sdh diketahui umum spt itu, tapi Nabi tetap bersikap baik terhadapat orang tersebut.

      Reply
  3. Yuniati says:
    5 years ago

    Mantabs

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Arif on Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan
  • Supardo bin Kayat on Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik
  • Yanuar Eko Saputro on LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang
  • Bapak Zaini on Tabligh Akbar LDII Padang Bekali Calon Jemaah Haji, Siap Secara Lahiriah dan Batiniah
  • nuha cn on Perintah Berkurban Berdasarkan Al Quran dan Al Hadits
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

April 23, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

April 23, 2026
Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

3
BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

3
Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

April 29, 2026
LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

April 29, 2026
LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

April 29, 2026
Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

April 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag April 29, 2026
  • LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital April 29, 2026
  • LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian April 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.