Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Bahagia

2010/06/10
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Pada tulisan sebelumnya, sudah disampaikan bahwa untuk mencapai kebahagiaan trap awal yang harus dilalui adalah kesadaran bahwa semua amal perbuatan dari yang baik maupun yang buruk, akan berpulang kembali pada diri sendiri. Kita yang menanggung ganjaran dan pahalanya. Dalam al quran diterangkan, Walaa taziru waaziratun wizro ukhro, tidak bisa menanggung orang yang menanggung pada tanggungan orang lain. Artinya kita yang berbuat ya kita yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, pilihlah beramal yang baik, walaupun seberat biji kurma dan hindarilah berbuat jahat walau seberat semut pudak pun. Selanjutnya, anak tangga kedua yang harus dilalui untuk meraih kebahagiaan adalah kesadaran bahwa kita adalah makhluk spiritual, bukan makhluk fisik. Pemahaman ini berguna untuk melepaskan keterikatan kita pada dunia mayapada. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan manusia adalah menyangka bahwa manusia adalah makhluk fisik. Banyak orang beranggapan bahwa ”Aku adalah tubuhku.” Karena itu, seluruh hidupnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Mereka mengumpulkan harta, mencari uang dan memenuhi nafsu badannya seakan-akan mereka akan hidup untuk selama-lamanya.
Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, ”Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.” Manusia bukanlah ”makhluk bumi” melainkan ”makhluk langit – makhluk surga.” Mari kita cermati kembali bunyi surat Al-A’raaf:172, ”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lupa terhadap ini”.

Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi ini. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan ”rumah” untuk mencari ”rumah” yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

Coba kita resapi paragraf di atas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau kita menyadari hal ini, kita tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila kita sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan — apalagi dengan menyalahgunakan jabatan, menempuh jalan yang salah serta menghalalkan segala cara — kalau hasilnya tidak dapat kita nikmati selama-lamanya. Apalagi kita sudah merusak jiwa kita sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi. Jadi perintah Allah di surat Adz – Dzaariyat :56; Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku adalah sebagai pengingat bahwa kita bukan makhluk bumi, tetapi kita adalah makhluk spiritual dimana jiwa kita akan kembali ke surga di hadirat Allah. Dengan beribadah kepada Allah kita diingatkan bahwa bagian terpenting dari hidup kita adalah jiwa kita yang nanti akan kembali kepada-Nya.
Mulai sekarang harus kita sadari betul bahwa jiwa kita adalah bagian terpenting yang harus kita jaga dan pelihara. Sebab dengannya kita akan terus bersama. (Sebelumnya mohon maaf, cerita ini tidak bermaksud ngendon-ngendoni masalah perwayuhan. Sekali lagi, mohon maaf –jangan disalahtafsirkan).
Seorang tua yang kaya raya sedang tergolek di tempat tidur – kamar mewah rumah sakit – menunggu maut datang menjemput. Di saat-saat terakhir, ia mengumpulkan keempat istrinya. Ia ingin mengajak mereka untuk menemaninya sampai ke alam baqa. Dipanggillah istrinya satu persatu. Dimulai dari istri keempatnya, yang paling muda sekaligus paling cantik. Istri ini berkata, ”Maafkan aku. Tentu saja aku sangat sedih memikirkan kepergianmu, tapi aku masih memiliki banyak hal yang harus aku kerjakan. Aku tak dapat menemanimu.” Kecewa dengan jawaban itu, si lelaki memanggil istri ketiganya, namun istrinya ini mengatakan, ”Aku hanya dapat menemanimu sampai engkau menghembuskan nafasmu yang terakhir.” Istri keduanya pun dipanggil. ”Aku akan menemanimu, tetapi hanya sampai di pemakaman saja,” ujarnya. Hampir putus asa, akhirnya ia memanggil istri pertamanya. Dengan mantap si istri pertama berkata, ”Aku akan menyertaimu kemanapun engkau pergi.”
Cerita inspiratif ini sebenarnya dimaksudkan sebagai gambaran kehidupan kita sendiri. Istri keempat adalah analogi dari harta yang kita kumpulkan selama kita hidup. Istri ketiga adalah tubuh kasar kita yang amat kita perhatikan dan selalu kita rawat. Istri kedua adalah analogi dari keluarga kita istri-istri kita dan anak-anak kita. Istri pertama yang paling setia adalah gambaran tubuh halus kita, jiwa dan spiritualitas kita. Inilah yang akan menyertai kita kemanapun kita pergi dari alam ruh sampai nanti ke alam baqa.
Ironisnya, banyak manusia selama hidupnya, telah menghabiskan waktu dan energi yang tidak sedikit untuk urusan harta, badan, dan keluarga. Padahal cepat atau lambat mereka akan meninggalkan kita. ”Harta” satu-satunya yang paling setia yaitu jiwa kita justru sering kita abaikan. Oleh karena itu, bangkitkan lagi semangat kita seiring sabda Nabi SAW, ”Siarkanlah salam, berikanlah makanan dan sholatlah malam ketika manusia yang lain tertidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan salam”.

Isilah rohani kita, manusia adalah makhluk spiritual. Kita bukanlah tubuh kita, kita adalah jiwa kita. Sejak pertama kali diciptakan, kita adalah makhluk spiritual, dan sampai kapanpun kita tetap makhluk spiritual. Jadi, berbahagialah dengannya.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Pri Adhi Joko Purnomo on LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Generasi Muda, Bahas Kenakalan Remaja di Era Disrupsi
  • Pri Adhi Joko Purnomo on Tingkatkan Kualitas Dakwah, LDII Kota Jambi Helat Sarasehan Guru Mengaji
  • Pri Adhi Joko Purnomo on LDII dan Kemenag Magetan Jalin Silaturahim, Siap Kolaborasi Memperkuat Pembinaan Umat
  • Pri Adhi Joko Purnomo on Road To Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar FGD Perkuat Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan
  • Pri Adhi Joko Purnomo on Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Batasi Aktivitas di Bawah Terik Matahari
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Meneladani Nabi Ibrahim, LDII Fakfak Salurkan Kurban untuk Perkuat Ukhuwah

Meneladani Nabi Ibrahim, LDII Fakfak Salurkan Kurban untuk Perkuat Ukhuwah

June 2, 2026
Wanhat DPP LDII Sebut Kemabruran Haji Dibuktikan dengan Perubahan Diri

Wanhat DPP LDII Sebut Kemabruran Haji Dibuktikan dengan Perubahan Diri

June 2, 2026
Ketua MUI Inhil Ingatkan Tiga Pilar Utama Keimanan Saat Pengajian Umum LDII

Ketua MUI Inhil Ingatkan Tiga Pilar Utama Keimanan Saat Pengajian Umum LDII

June 2, 2026
LDII Kuningan Salurkan 5.298 Paket Daging Kurban Senilai Rp1,4 Miliar

LDII Kuningan Salurkan 5.298 Paket Daging Kurban Senilai Rp1,4 Miliar

June 4, 2026
Pembekalan Generasi Penerus LDII Karawang Tekankan Kepemimpinan dan Karakter

Pembekalan Generasi Penerus LDII Karawang Tekankan Kepemimpinan dan Karakter

3
KUA Braja Selebah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan GSG LDII

KUA Braja Selebah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan GSG LDII

3
Keren (3) – Menjadi Hamba Yang Maha Hebat

Keren (3) – Menjadi Hamba Yang Maha Hebat

2
Dukung Program Pemerintah, LDII Tebing Tinggi Silaturahim dengan Pemerintah dan Aparat

Dukung Program Pemerintah, LDII Tebing Tinggi Silaturahim dengan Pemerintah dan Aparat

2
Peran Keluarga dalam Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba di Indonesia

Peran Keluarga dalam Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba di Indonesia

June 10, 2026
Mahasiswa LDII Raih First Prize Huawei ICT Competition Lewat Inovasi AI

Mahasiswa LDII Raih First Prize Huawei ICT Competition Lewat Inovasi AI

June 10, 2026
Dukung Literasi dan Pembinaan Masyarakat, LDII Tanjab Barat Silaturahim dengan Dinas Perpustakaan dan Kesbangpol

Dukung Literasi dan Pembinaan Masyarakat, LDII Tanjab Barat Silaturahim dengan Dinas Perpustakaan dan Kesbangpol

June 10, 2026
Hadiri Musda V LDII Luwu, Kajari Tekankan Peran Ormas Islam dalam Menanamkan Kesadaran Hukum

Hadiri Musda V LDII Luwu, Kajari Tekankan Peran Ormas Islam dalam Menanamkan Kesadaran Hukum

June 9, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Peran Keluarga dalam Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba di Indonesia June 10, 2026
  • Mahasiswa LDII Raih First Prize Huawei ICT Competition Lewat Inovasi AI June 10, 2026
  • Dukung Literasi dan Pembinaan Masyarakat, LDII Tanjab Barat Silaturahim dengan Dinas Perpustakaan dan Kesbangpol June 10, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.