Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Bencana

2009/10/01
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dalam jangka waktu yang singkat, serentetan bencana telah menyinggahi saudara – saudara kita. Gempa dahsyat di Jawa Barat, kemudian disusul gempa hebat di Padang, Sumatera Barat dan gempa berikutnya di kaki Kerinci. Semuanya menelan korban harta, benda dan nyawa. Semuanya meninggalkan cerita, tangis duka dan derita. Kejadian yang tidak bisa diduga dan tidak bisa disangka. Hanya sekejap dan meluluh -lantakkan segalanya. Dalam hitungan detik dan menit. Namun mampu menghancurkan berbagai bangunan yang dibangun berlama – lama oleh anak manusia. Itulah dahsyatnya kuasa Allah Yang Maha Perkasa. Siapa mampu mencegahnya? Apakah ada yang merasa aman dari KuasaNya?

Dalam ketermenungan hati ini, bait – bait puisi Rendra selalu memenuhi biduk benak kepala saya. Saya mau, saya ingin, berhasrat bahwa,
………. keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku".
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Sengaja saya kutip Makna Sebuah Titipan ini, untuk mewakili perasaan saya. Setidaknya itulah perasaan hati ini seketika. Spontan ketika mendengar gempa dan selamat darinya. Mungkin juga kebanyakan manusia. Ya, saya tidak menampik bahwa terkadang memang pernah demikian. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, banyak pemahaman-pemahaman yang akhirnya memberikan pencerahan kepada batin saya bahwa itu perlu dikoreksi kembali. Tidak demikian adanya, sebab setelah menjadi orang iman, beribadah, tahu dalil, ngaji tentu akan terjawab semua keluh kesah dan keraguan hidup ini. Begitulah hati, mbolak-mbalik dan iman yang naik-turun.
Seandainya tidak ada saudara kita yang ikut tertimpa gempa, mungkin kita sepakat  mengatakan kalau itu merupakan siksa. Namun berhubung ada juga saudara kita yang tertimpa, maka kita katakan itu sebagai musibah. Toh, kita mendapatkan pencerahan yang jelas dari para penasehat bahwa gempa itu sebagai siksa untuk orang kafir, sedangkan bagi orang iman itu sebagai musibah. Benarkah?
Apapun namanya, apapun bentuknya, yang namanya musibah itu tidak mengenakkan.  Dan walaupun kita tidak tertimpa bencana tersebut, namun biasanya kita juga kena imbasnya besar maupun kecil.  Sebenarnya ada kerancuan pemahaman (dibenak saya); kapan kita mengatakan bencana itu musibah dan kapan kita mengatakan itu sebagai siksa. Hal ini terkait dengan keberadaan kita dengan masyarakat luas – di sekitar kita. Sebab kita akan gampang mengatakan itu sebagai siksa, bencana, hukuman dan apapun yang bersifat jelek, jika kejadian itu tidak menimpa kita. Sebaliknya jika itu menimpa kita, maka kita tidak serta merta mengatakan hal yang sama bukan?
Mari kita simak lagi surat Fathir ayat 45, Allah berfirman; ”Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya/aniayanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.”
Ayat tersebut setidaknya mengingatkan kita bahwa Allah tidak akan menyiksa lagi hambanya di dunia ini secara langsung jika melanggar hukum-hukum-Nya, melainkan menunggu sampai nanti setelah mati. Maka kemudian Allah berfirman dalam surat Asy-syura ayat 30, ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
Jadi, kedua ayat ini klop – saling melengkapi. Artinya menerangkan bahwa bencana yang terjadi itu sebab ulah manusia sendiri, seperti banjir bandang dan tanah longsor sebab hutannya digunduli. Kecelakaan kereta api sebab masinisnya ngantuk. Kapal tenggelam karena perawatannya tidak memenuhi standar. Lumpur panas nongol sebab SOP-nya dilanggar, dsb. Tapi bagaimana dengan bencana Alam? Itu adalah sunnatullah – hukum Allah. Sesuatu yang telah digariskan oleh Allah akan terjadi. Maksudnya bukan sebagai suatu siksaan karena ulah hamba yang menentangNya. Sebab Allah sudah berjanji sesuai ayat di atas. Dan tidak pilih kasih, baik ada orang iman atau tidak di dalamnya. Coba kita simak surat Anfaal ayat 33: Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.
Dengan ayat – ayat ini semoga menjadi tambah jelas dan tambah luas kolam  pemahaman kita. Maka, jika ada orang yang mengatakan kalau bencana itu sebagai peringatan dari Yang Kuasa, kita bisa mengiyakan. Kalau ada orang yang mengatakan gempa itu sebagai siksa, kita bisa menerima. Atau seperti kata Ebiet, bahwa bencana adalah tanda kalau Tuhan telah bosan melihat tingkah kita, dengan seraya kita menganggukinya. Pun kalau ada yang berkata kalau itu tandanya Allah murka, kita pun menyetujuinya. Kalau ada yang mengatakan lindu itu sebagai mushibah, kita bisa memahaminya. Apapun kata orang, kita bisa mengartikan dan mendudukkan pada tempatnya. Yang terpenting, semuanya itu berarti bagi diri masing – masing sebagai jalan pintas untuk mendekatkan diri – taqorrub – pada Yang Maha Kuasa dan berbuat baik semata pada sesama. Semua sah sesuai dengan cara pandang dan tingkat pemahaman ilmunya masing – masing. Sebab dibalik semua bencana itu, ada berkah yang tersimpan di dalamnya. Ada rahasia Allah yang akan terbuka bagi umat manusia. Allah Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana.
Dalam sekejap saya teringat syair pujian di masjid kampung saya. Para fatayat sering mengumandangkan bait pujian berikut ini:

Bumine goyang – bumine goyang, arane lindu
Ora sembahyang – ora sembahyang bakale wudu.
(Ketika bumi bergoncang, itulah yang namanya gempa
Ketika orang tidak sembahyang, rugilah akhirnya)

Bagi yang belum bisa memahami uniknya dinamika hidup ini, masih ada waktu untuk memperbaiki perspektifnya, sehingga menjadi manusia yang utama – pol – jembar wawasannya, baik  dalam bertindak maupun bertutur kata di atas cakrawala kehidupan ini. Jangan serta merta kita gembira jika bencana itu tidak menimpa kita atau saudara kita dan mengatakan itu siksa. Namun gunakanlah itu sebagai introspeksi, motivator peningkatan ibadah kita, seraya istirja jika perlu atau berdoa – yaitu doa ketika melihat orang dicoba. Dan yang paling penting representasikanlah rasa empati kita dalam wujud yang sebenarnya. Jangan hanya bilang kasihan, tetapi tak berbuat apa – apa.

Oleh :Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Arif on Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan
  • Supardo bin Kayat on Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik
  • Yanuar Eko Saputro on LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang
  • Bapak Zaini on Tabligh Akbar LDII Padang Bekali Calon Jemaah Haji, Siap Secara Lahiriah dan Batiniah
  • nuha cn on Perintah Berkurban Berdasarkan Al Quran dan Al Hadits
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

April 27, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

April 23, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

2
Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

3
Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

April 29, 2026
LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

April 29, 2026
LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

April 29, 2026
Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

April 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag April 29, 2026
  • LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital April 29, 2026
  • LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian April 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.