Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Burung

2010/01/20
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Akhir – akhir ini sehabis sholat shubuh, rasanya malas untuk beranjak. Penginnya  bisa nongkrong berlama – lama di musholla. Untuk apa? Yang jelas menikmati pagi. Dalam keheningan pagi, terasa sangat indah suasananya. Hembusan anginnya sejuk menerpa. Udara dingin – bersihnya menusuk dada. Sekujur tubuh bergegas menyapa. Dengan lantunan syukur, menikmati suasana yang ada. Tapi, bukan itu yang beda. Riuh burung berkicau, benar – benar menjadikan semuanya lain. Merdu, ramai dan atraktif. Lincah, berirama laksana orkestra.

Mengiringi semesta bertasbih mengagungkanNya. Allah berfirman, ”Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS Al-Israa:44). Semakin asyik tenggelam dalam keheningan, semakin asyik pula pikiran jauh melayang. Pertama, mencari fenomena apa yang tengah terjadi. Kenapa kok banyak banget bunyi burung? Tumben banget ada kicau burung yang elok. Bertalu – talu. Bersahutan seperti melihat malaikat. Kicau itu tidak dari burung – burung emprit, prenjak, burung pipit atau burung gereja saja. Yang cuma ribut dan bergerombol beraninya. Ada kicau lain, seperti yang sering saya dengar di hutan dan tempat orang berlomba kicau burung. Benar – benar syahdu. Ada yang pendek – pendek. Ada yang panjan – panjang. Ada yang ritmik, ada yang acak. Kebetulan di seberang ujung gang blok saya, ada tetangga yang hobby pelihara burung. Selain aktif lomba, mereka juga memijahkan juga. Puluhan burung ada di sangkar dan kandang mereka. Kebanyakan burung perkutut. Kadang setiap pagi anak saya yang paling kecil suka ngajak main melihat burung – burung itu. Dan tentu saja mendengarkan gratis kicauannya. Dari kegiatan inilah saya bisa membedakan sedikit suara kicau burung itu.

Nah, selidik punya selidik, ternyata semua itu buah dari tiga pohon besar yang saya tanam akhir abad 20 dulu. Kayaknya jauh ya abad 20 padahal sekitar tahun 1999. Sekarang tumbuh besar dan hidup di halaman depan rumah saya. Dua pohon rambutan dan satu pohon nangka. Diameternya hampir 20 cm. Jadi lumayan besar. Kanopinya saja membuat jalan depan rumah saya paling rindang. Tanpa saya sadari, ternyata pohon – pohon itu menjadi rumah surga para burung. Dan dugaan saya ada burung piaraan yang lepas, semacam cocak rowo, yang tinggal sementara di dahan pohon itu. Sehingga setiap pagi ada kicau yang tak henti – henti eloknya. Rejeki, batinku.

Kedua, masalah thiyaroh. Ingat kenangan ketika bersama Ibu di desa dulu. Kalau ada burung yang bunyi bertalu – talu, pasti komentarnya miris. Menakutkan. Kalau ada burung gagak bunyi, biasanya habis maghrib, komentarnya — wah mau ada yang mati nih. Kali lain ketika dengar kicau burung di senja hari, komentarnya — ada perawan hamil nih. Atau ada jago berkokok, selepas isyak, katanya ada setan lewat. Padahal harusnya malaikat lewat bukan? Semua dikaitkan dengan hal yang kurang baik. Dan masih banyak lagi yang lain. Naudzubillah. Saya yakin Ibu mendapat hal serupa dari mbah buyut dulu. Suka menghubung – hubungkan dan merangkai kejadian dengan sekililingnya. Dalam agama yang demikian itu jelas tidak boleh. Gugon tuhon. Itu merusak tatanan dan bisa berkembang menjadi  syirik. Alhamdulillah dengan ngaji semua jadi jelas. Kalau saya tidak mengingat itu, pasti juga terseret. Maka dengan sigap saya membelokkan bisikan – bisikan yang menggoda masalah thiyaroh ini. Ujungnya melarikannya ke dalil – dalil, pun lari dari bahaya syirik karenanya.
Dari Mu’awiyah bin al-Hakam as-Sulami – dalam hadits Jariyah -, ia berkata : “Wahai Rasulullah, diantara kami masih ada yang suka bertathayyur.” Rasulullah SAW menjawab : “Itu hanyalah sesuatu yang terlintas dalam hati mereka, maka janganlah sampai mereka meneguhkan niat karenanya.” (HR Muslim).
Dari Anas bin Malik, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda : “Tidak ada ‘adwa (penjangkitan atau penularan penyakit) dan thiyarah, akan tetapi yang membuat diriku senang adalah fa’l (perasaan optimis, harapan bernasib baik dan sukses), kalimah hasanah (kata-kata yang baik). (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Thiyarah adalah syirik, dan setiap orang pasti … (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakal kepada-Nya. ( al-Bukhari dalam al-adabul mufrad).
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik. “Para sahabat bertanya: “Lalu apakah tebusannya?” Beliau menjawab: “Hendaknya ia mengucapkan: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiadalah burung itu (yang dijadikan obyek tathayyur) melainkan makhluk-Mu dan tiada Ilah yang haq kecuali Engkau.” (Hadits Shahih diriwayatkan Ahmad II/220)
Ketiga, pentingnya mengenal alam sekitar dan menjaganya. Jangan biarkan lingkungan sekitar kita rusak, atau bahkan kita yang merusaknya. Allah berfirman; ” Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (QS ar-Ruum 41) 

Tanah longsor dan banjir, adalah akibat hutan yang gundul karena digunduli. Fenomena perubahan iklim adalah akibat dari ulah manusia sendiri yang tidak arif terhadap lingkungannya. Sebagai orang iman selain sejuk hatinya, sejukkanlah lingkungan juga dengan amal sholeh nyata. Rajin menanam pohon, rajin berkebun kalau masih ada tanahnya. Dan jangan lupa menanam tanaman barokah semisal jarak, besaran dan asem.

Keempat,,,ketika baru mau melanjutkannya, tiba – tiba ada panggilan dari dalam rumah. Buyarlah kegiatan mencermati elok suara burung pagi itu. Setiap bangun tidur anak ketiga saya pasti merengek minta dilayani, layaknya nggak pernah ketemu bertahun – tahun. Apa boleh buat, suara ini begitu mantap membahana. Segera direspon agar tidak berubah menjadi tangis dan ratapan, seperti anak burung yang kehilangan induknya. Memecah kebisuan pagi.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • HMRidwan354 on Komunitas Generus Tuli Indonesia Wadahi Pengajian Warga Disabilitas
  • sri wijayati on Merdeka Sejati
  • H. Warsito on LDII Papua Selatan Ajak Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
  • H. Warsito on LDII Hadiri Harlah ke-51 MUI Purwakarta, Perkuat Sinergi Ormas Islam
  • H. Warsito on LDII Hadiri Harlah ke-51 MUI Purwakarta, Perkuat Sinergi Ormas Islam
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Hadiri Upacara HUT RI yang Dihelat Pemkab Sumedang

LDII Hadiri Upacara HUT RI yang Dihelat Pemkab Sumedang

August 24, 2026
Warga LDII Tabanan Ramaikan HUT RI dengan Pengibaran Bendera Bawah Laut dan Jalan Sehat

Warga LDII Tabanan Ramaikan HUT RI dengan Pengibaran Bendera Bawah Laut dan Jalan Sehat

August 24, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM

Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM

3
LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

3
Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok

Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok

3
LDII Perkuat Organisasi dari Akar Rumput, Padukan Konsolidasi dengan Green Dakwah

LDII Perkuat Organisasi dari Akar Rumput, Padukan Konsolidasi dengan Green Dakwah

August 28, 2026
Wujudkan Kemandirian Ekonomi, LDII Takalar Dorong Pemuda Berani Berwirausaha

Wujudkan Kemandirian Ekonomi, LDII Takalar Dorong Pemuda Berani Berwirausaha

August 28, 2026
Bupati Mimika Resmikan Masjid Miftahul Huda Naungan LDII

Bupati Mimika Resmikan Masjid Miftahul Huda Naungan LDII

August 28, 2026
LDII Silaturahim dengan Diskominfotik Provinsi Bengkulu Diskusikan Rencana Pelatihan Jurnalistik

LDII Silaturahim dengan Diskominfotik Provinsi Bengkulu Diskusikan Rencana Pelatihan Jurnalistik

August 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Perkuat Organisasi dari Akar Rumput, Padukan Konsolidasi dengan Green Dakwah August 28, 2026
  • Wujudkan Kemandirian Ekonomi, LDII Takalar Dorong Pemuda Berani Berwirausaha August 28, 2026
  • Bupati Mimika Resmikan Masjid Miftahul Huda Naungan LDII August 28, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.