Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Guru Harus Tanggap Perubahan Zaman

2016/10/08
in Organisasi
0
menghormati guru
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (1/10). Memasuki era digital pola hubungan antara guru dan anak didik berubah. Jika dahulu guru menjadi pusat ilmu pengetahuan anak didik, kini lewat perkembangan teknologi informasi kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. Anak didik bisa belajar dari mana saja berkat internet dan media sosial.

Internet seperti pisau bermata dua. Ketika bangsa ini menghadapi masalah dunia pendidikan, internet menjadi solusi juga pangkal kerusakan generasi muda. Walhasil, guru tetap menjadi bagian utama dunia pendidikan. Pemikiran inilah yang muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar DPP LDII.

FGD bertema “Mewujudkan Kualitas SDM dengan Menyiapkan Generasi Unggul Berkarakter” dihadiri oleh Edi Winarto Sekjen Asosiasi Media Digital Indonesia, Profesor Furqon Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Qudrat Nugraha Sekjen Persatuan Guru Republik Indoensia (PGRI), dan DR Basseng Wakil Sekretaris Umum DPP LDII.

Dalam pertemuan itu, Edi Winarto mengakui dampak internet terhadap lunturnya marwah guru. Menurutnya, generasi yang lahir antara tahun 2000 – 2016 lebih banyak dipengaruhi oleh revolusi digital. Di era ini muncul perubahan luar biasa pada karakter anak. Anak lebih cerdas akibat  mendapat asupan informasi dari media digital seperti smartphone, komputer yang terhubung ke internet, dan sebagainya. Setiap waktu mereka mengakses media sosial.

“Era revolusi digital akan menyebabkan efek negatif jika kita tidak mencegah dan menyikapinya. Negara China dan Rusia telah membuat benteng. Di level dunia, Indonesia ranking tinggi pengguna Twitter. Media sosial seperti Twitter mampu mempengaruhi persepsi masyarakat,” ujarnya.

Ketika mengakses internet dan media sosial, anak didik memperoleh banyak informasi yang bisa mengubah pola pikir mereka. Edi menyayangkan, interaksi guru sebagai teman bagi anak didik sangat sulit untuk diaplikasikan. Ada jarak antara guru dan anak didik. Edi berharap agar guru bisa mengikuti perkembangan zaman. “Guru harus menganggap anak didik sebagai partner yang sejajar karena jika mendoktrin dan mendikte, khawatir akan terjadi perlawanan serta kiritik dari anak didik,”ujarnya.

fgd ldii guru

Di sisi lain, Profesor Furqon menambahkan bahwa ada cara pengajaran atau pedagogi yang hilang dari bangsa Indonesia kini. Hubungan guru dan anak didik yang tidak selaras mengakibatkan marwah dan wibawa guru di mata masyarakat hilang. Pendidikan karakter harus digalakkan dalam dalam kehidupan manusia.

“Secara institusional dan berjamaah moral Indonesia sudah dirusak. Karakter adalah cermin keadaan qolbu atau hati dan pikiran. Jika qolbu sehat, karakternya akan bagus. Ada komponen karakter yaitu kesadaran sebagai makhluk dan hamba Tuhan, kasih sayang, dan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Furqon menegaskan agar pendidikan karakter berhasil, pedagogi spiritual harus ditanamkan. “Pendidikan harus melibatkan Allah SWT, jangan hanya melibatkan guru dan media dengan cara berdoa sebelum mengajar. Seperti Imam Al-Ghazali yang didoakan gurunya, ia berhasil menjadi imam besar,” ujarnya

Pedagogi spiritual juga juga harus berdasarkan prinsip kasih sayang. Guru harus mengajar dengan penuh kasih sayang kepada anak didik. Guru harus memberikan keteladanan yang tidak hanya diucapkan dalam kata, akan tetapi harus selaras dengan perbuatan. Prinsip rahmaniah, pendidikan harus didasarkan kasih sayang. Guru mengajar karena sayang kepada anak didiknya. Lalu Uswatun Hasanah atau keteladanan, tidak bisa hanya dicuapkan kata kata dan harus dibuktikan dengan perbuatan.

Perubahan terus terjadi dan cara mempersiapkan pendidikan bagi generus masa depan tidak sama dengan generasi tua. Furqon menegaskan, pendidikan bukan hanya mempersiapkan ekonomi dan profesionalitas Sumber Daya Manusia (SDM), tapi juga mempersiapkan manusia secara sosial dan moral.

 

 

 ldii basengGerakan Menghormati Guru

Ada perubahan yang signifikan dari zaman dulu hingga zaman sekarang.  Qudrat Nugraha menjelaskan jika kini alokasi anggaran pendidikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) mencapai 20 persen tidak akan menjamin kesuksesan pendidikan.

“Kurikulum di negara-negara maju tidak secanggih di Indonesia. Seharusnya komponen kurikulum saat ini memang cukup mapan. Pendidikan itu menciptakan manusia yang bisa bersaing di zamannya. Seperti itulah pendidikan dan rohnya pendidikan adalah guru,” ujarnya.

Maka LDII menginisiasi “Gerakan Menghormati Guru” sebagai reaksi terhadap lunturnya marwah guru. Wakil Sekretaris Umum DPP LDII Basseng menyatakan kepada para peserta FGD, persepsi masyarakat dalam gerakan menghormati guru jangan hanya berhenti pada  murid menghormati guru. “Seharusnya menteri ikut menghormati guru, pengusaha dan media, ormas, dan guru,” ujarnya

Untuk mewujudkan “Gerakan Menghormati Guru” Basseng mengemukaan dua hal, yaitu upaya interinsik dari guru dan upaya eksterinsik dari anak didik, masyarakat, dan pemerintah. Pada upaya interinsik, guru jangan hanya menuntut dari pemerintah dan masyarakat. Guru harus mengembangkan karakter, mengajarkan disiplin, dan sabar.

Guru juga harus mengajarkan kebajikan dan tahu batas-batas kebajikan. Hal-hal yang bersifat karakter juga harus dipraktekan. “Mengajarkan kesuksesan di atas penderitaan orang lain adalah bukan kebajikan,” ujarnya

Guru juga harus mengembangkan kompetensi kinerjanya. Pada masa yang akan datang, akan banyak fenomena baru yang muncul seperti perkembangan teknologi yang memunculkan banyak media pembelajaran. “Guru harus menjadi expert di bidangnya. Guru harus menguasai bagaimana sistem otak pada anak didik bekerja agar bisa menangkap ilmu pengetahuan. Penguasaan terhadap teknologi adalah keniscayaan,” ujar Basseng menambahkan.

Pada upaya eksterinsik, pemerintah perlu mengembangkan sistem pendidikan yang tidak transaksional, tidak cukup 20 persen alokasi anggaran APBN pada pendidikan. Masyarakat juga perlu memberikan insentif sosial ketika insentif finansial yang didapat dari guru kurang layak. “Ada kebanggaan ketika masyarakat menghormati guru. “Banyak guru jaman dulu meski tidak mengejar finansial namun tetap terhormat dimata masyarakat,” ujarnya

Basseng di akhir FGD menyimpulkan beberapa hal. Menurutnya, strategi terbaik mempersiapkan masa depan adalah mempersiapkan generasi pembelajar. Saat ini pengetahuan ada di mana-mana. Orang yang cepat menjadi pembelajar akan menjadi sukses. “Gerakan menghormati guru akan melahirkan generasi muda dengan karakteristik learner competent dan pedagogi spiritual,” ia menyimpulkan. (Khoir/LINES)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Arif on Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan
  • Supardo bin Kayat on Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik
  • Yanuar Eko Saputro on LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang
  • Bapak Zaini on Tabligh Akbar LDII Padang Bekali Calon Jemaah Haji, Siap Secara Lahiriah dan Batiniah
  • nuha cn on Perintah Berkurban Berdasarkan Al Quran dan Al Hadits
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

April 23, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

April 27, 2026
Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

3
BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

3
Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

April 29, 2026
LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

April 29, 2026
LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

April 29, 2026
Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

April 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag April 29, 2026
  • LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital April 29, 2026
  • LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian April 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.