Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Jalan Panjang LDII Membangun Tim Rukyatul Hilal

2024/03/18
in Artikel
1
Tim Rukyatul Hilal LDII memantau hilal 1 Ramadan pada 10 Maret lalu sebelum diumumkan Sidang Isbat Kementerian Agama. Foto: LINES.

Tim Rukyatul Hilal LDII memantau hilal 1 Ramadan pada 10 Maret lalu sebelum diumumkan Sidang Isbat Kementerian Agama. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Rukyatul hilal merupakan perintah Allah dan Rasul untuk menentukan bulan baru. Selama satu dekade, akhirnya LDII memiliki tim rukyatul hilal di setiap provinsi.

Awan membungkus senja di atas cakrawala Pantai Pelabuhan Ratu, dan hanya meninggalkan warna oranye tipis. Tim Rukyatul Hilal LDII bersama puluhan orang pemantau hilal lainnya, memenuhi Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (10/3).

Mereka mengarahkan moncong-moncong lensa teropong bintang ke arah matahari terbenam. Berharap melihat selarik tipis bulan sabit muda atau hilal. Sebagian lain terlihat sibuk mencatat. Rupanya awan tebal menguapkan harapan mereka.

Salah satu Anggota Tim Rukyatul Hilal DPP LDII, Nanang Ahmad mengatakan sulit melihat hilal pada hari itu. Terlebih, menurut prediksi hisab dan kondisi astronomi, kemungkinan posisi hilal terlihat sangatlah kecil. Hal ini dipengaruhi oleh hubungan rotasi matahari dengan bumi.

“Terutama saat posisi bulan saat matahari tenggelam menurut prediksi hisab, ketinggian bulan hanya berkisar nol koma sekian derajat, sehingga menurut prediksi kemunculan hilal akan sangat kecil terlihat,” ungkapnya.

Sementara, cuaca menjadi variabel kedua yang mempengaruhi pemantauan hilal. Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas Sukabumi adalah salah satu dari 73 titik pemantauan hilal oleh Tim Rukyatul Hilal LDII yang tersebar di seluruh Indonesia, “Kondisinya cerah berawan, dan berkabut memenuhi arah tenggelamnya matahari, sehingga kemungkinan ketika matahari mulai terbenam akan lebih sulit melihat hilal,” ujarnya.

Meski sejumlah lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksi tanggal jatuhnya awal bulan Ramadan, namun LDII memandang pemantauan hilal tetap perlu dilakukan untuk memastikan hasil perhitungan metode hisab.

“Ini sebagai ikhtiar kita untuk memastikan apakah benar-benar bulan atau hilal tidak terlihat atau tidak memenuhi syarat pada hari ini, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an, dan Al-Hadits untuk melakukan rukyatul hilal,” lanjutnya.

Setiap awal bulan Ramadan maupun Syawal, kegiatan merukyat hilal menjadi perhatian umat Islam untuk memastikan kapan awal memulai dan mengakhiri ibadah puasa. Itulah sebabnya tradisi melihat hilal dan menghitungnya berdasarkan ilmu falak atau astronomi menjadi perhatian khusus bagi DPP LDII dalam menentukan awal Bulan Hijriyah.

Bahkan, dua minggu sebelumnya, pada Selasa (27/2) Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII menyelenggarakan latihan teori dan praktik melihat hilal. Pelatihan tersebut diikuti anggota Tim Rukyatul Hilal LDII di seluruh Indonesia.

Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII menyelenggarakan latihan teori dan praktik melihat hilal. Foto: LINES.

Ketua Departemen PKD DPP LDII, KH Aceng Karimullah menyampaikan pelatihan itu rutin diselenggarakan LDII untuk mempersiapkan tim yang terlatih untuk mewakili DPW dan DPD LDII dari seluruh Indonesia, “Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, diharapkan setiap provinsi akan memiliki perwakilan tim hisab rukyat, yang dapat memberikan laporan yang akurat terkait penglihatan hilal,” harap KH Aceng.

Tim Rukyatul Hilal DPP LDII yang mulai terbentuk sejak 2012, pada awalnya hanya memiliki modal 5 unit teropong, lalu mengalami loncatan 12 tahun kemudian. Alat yang lebih lengkap, canggih, dan tim yang tersebar di seluruh Indonesia.

DPP LDII berharap bahwa tim hisab rukyat yang terbentuk di setiap provinsi di Indonesia bisa berkolaborasi dengan lembaga atau ormas lainnya. “Kami optimis bahwa angkatan ketiga ini akan mencapai semua provinsi, dan kami berharap setiap tim dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu ini di tingkat lokal,” tambahnya.

sementara itu, anggota Departemen PKD DPP LDII, Wilnan Fatahillah, menjelaskan mengenai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) tim rukyatul hilal. Menurutnya, Tim Rukyatul Hilal DPP LDII terdiri dari pengurus DPP yang telah mendapatkan pelatihan hisab-rukyat serta pengurus atau guru pondok pesantren yang telah mengikuti pelatihan serupa, “Mereka menjadi ujung tombak dalam melakukan pengamatan dan perhitungan posisi hilal,” ujar Wilnan.

Salah satu tugas utama tim ini adalah membuat perhitungan jatuhnya awal Ramadan, Syawwal, dan Dzuhijjah, serta melaporkannya kepada Ketua Umum dan Dewan Penasihat Pusat DPP LDII, “Mereka juga bertanggung jawab melaksanakan pengamatan hilal di lokasi yang telah ditentukan, baik secara mandiri maupun bersama pemerintah dan organisasi Islam lainnya, sebagai konfirmasi atas hisab yang telah dilakukan.

Mereka juga bertugas untuk menggali lebih dalam pengetahuan tentang ilmu falak melalui pelatihan hisab-rukyat serta membuat laporan kegiatan dan memonitor tim rukyat hilal di wilayah DPD Kota/Kabupaten.

Usai mengikuti pelatihan, mereka kemudian menyebar melakukan rukyatul hilal di 73 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Dengan jeli, mereka mengintip angkasa dari balik lubang teleskop dan binocular. Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan rujukan penentuan awal Ramadan yang akan dibahas pada sidang isbat.

Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan

Kementerian Agama (Kemenag) menerima laporan rukyatul hilal di 134 titik berbagai daerah untuk menentukan awal Ramadan 2024. Hasil liputan atau observasi terhadap hilal di beberapa titik itu, menjadi dasar dalam musyawarah sidang isbat.

Perwakilan pengurus DPP LDII yang hadir pada sidang isbat di Kemenag berfoto bersama Tim Hisab Rukyat Kemenag. Foto: LINES.

Sidang yang diikuti oleh perwakilan ormas Islam, perwakilan duta besar negara sahabat, serta jajaran Kemenag ini diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal yang disampaikan anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag H. Cecep Nurwendaya.

Dalam paparannya, ia mengungkapkan, secara astronomis, posisi hilal di Indonesia pada saat maghrib di tanggal 10 Maret 2024 atau 29 Sya’ban 1445 H masih berada di bawah kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Indonesia Malaysia Singapura), yang ditetapkan pada 2021, sehingga kemungkinan tidak dapat teramati.

“Di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal pada 29 Sya’ban 1445 H sudah berada di atas ufuk. Namun demikian, masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat MABIMS,” ungkap Cecep

Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Sementara menurut Cecep, pada saat Magrib 10 Maret 2024, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada antara: – 0° 20‘ 01“ (-0,33°) s.d. 0° 50‘ 01“ (0,83°) dan elongasi antara: 2° 15‘ 53“ (2,26°) s.d. 2° 35‘ 15“ (2,59°).

“Bila melihat angka tersebut, hilal menjelang awal Ramadan 1445 H pada hari rukyat ini secara teoritis dapat diprediksi tidak akan terukyat, karena posisinya berada di bawah kriteria Imkan Rukyat tersebut,” jelas Cecep.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Departemen PKD DPP LDII, Wilnan Fatahillah yang juga hadir pada sidang isbat di Kemenag mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Tim Rukyatul LDII, posisi hilal pada saat itu sangat rendah. Artinya, dari sekujur nusantara pada sore itu, hilal akan sulit untuk diamati.

“Sebenarnya sebelum kesepakatan MABIMS yang menyatakan standar minimal posisi hilal akan terlihat, dari pengalaman kami saja jika hilal ada di ketingian dua derajat saja memang sudah sulit untuk dilihat. Apalagi ini di hanya ada di nol derajat, maka bisa dipastikan mustahil bisa melihat hilal,” ungkapnya.

Meski secara teoritis hilal dapat diprediksi tidak akan terukyat berdasarkan metode hisab, namun ia memandang rukyatul hilal tetap perlu dilakukan sebagai nilai ibadah.

“Kita menganut hisab dan rukyat, rukyat dilakukan untuk mengkonfrmasi hasil perhitungan atau hisab yang sudah dilakukan jauh-jauh hari. Sehingga baik hisab maupun rukyat itu kita laksanakan untuk menetapi perintah Al-Qur’an maupun Al-Hadits,” tutupnya. (FU/LINES)

Tags: Hisab RukyatldiiRukyatul Hilal

Comments 1

  1. Pri Adhi Joko Purnomo says:
    2 years ago

    Alhamdulillah..
    Tim rukyatul hilal di LDII sudah ada…
    Semoga barokah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MANSUR GHOZALI on Lurah Air Jamban Resmikan TK IT Insan Mulia Naungan LDII Bengkalis
  • H Gatot on LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi
  • Azizs on LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026
  • Dharmajaya on Kunci Keikhlasan
  • Fauzi Achmadi on Kunci Keikhlasan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

July 11, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

July 11, 2026
LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi

LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi

July 12, 2026
Silaturahim dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DPP LDII Diskusi Persoalan Umat

Silaturahim dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DPP LDII Diskusi Persoalan Umat

July 9, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

5
LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

3
Kunci Keikhlasan

Kunci Keikhlasan

2
Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

2
LDII Mimika Dorong Lahirnya Wirausahawan Mandiri dalam Usaha Pengelasan

LDII Mimika Dorong Lahirnya Wirausahawan Mandiri dalam Usaha Pengelasan

July 15, 2026
LDII Papua Barat Matangkan Persiapan Siaran Langsung Salat Jumat Bersama RRI Manokwari

LDII Papua Barat Matangkan Persiapan Siaran Langsung Salat Jumat Bersama RRI Manokwari

July 15, 2026
LDII Sulbar Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah Hadiri Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026

LDII Sulbar Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah Hadiri Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026

July 15, 2026
Pengajian Putri LDII Polewali Mandar Tekankan Pentingnya Menjaga Lisan

Pengajian Putri LDII Polewali Mandar Tekankan Pentingnya Menjaga Lisan

July 15, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Mimika Dorong Lahirnya Wirausahawan Mandiri dalam Usaha Pengelasan July 15, 2026
  • LDII Papua Barat Matangkan Persiapan Siaran Langsung Salat Jumat Bersama RRI Manokwari July 15, 2026
  • LDII Sulbar Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah Hadiri Tabligh Akbar Madrasah Fair 2026 July 15, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.