Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Keindahan Sebenarnya

2020/07/17
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Entah sudah berapa kali saya membaca cerita ini. Selalu menarik dan memberi inspirasi. Suatu hari, Nasruddin mencari jarum di halaman rumahnya yang penuh hamparan pasir. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantu mencarinya. Tetapi selama sejam mencari, jarum itu tak kunjung diketemukan. Merasa penasaran, tetangganya pun bertanya, “Jarumnya jatuh dimana?” “Jarumnya jatuh di dalam rumah,” jawab Nasruddin. “Kalau jarum jatuh di dalam rumah, kenapa mencarinya di luar?” tanya tetangganya geregetan. Dengan santai Nasruddin menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.”

Entah apa obyeknya tidaklah penting. Mau jarum, koin emas, atau cincin itu hanya alat saja. Yang penting adalah pesan moral yang terkandung di dalamnya, yaitu kegemaran manusia dalam pencarian kesenangan dan keindahan hidup yang berorientasi keluar; terang, gemerlap, menarik dan menggoda. Anekdot ini seperti gambaran apik yang disampaikan Yang Maha Tinggi bahwa dihiaskan, dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imron: 14)

Jadi, memang tidak salah, jika begitu banyak perjalanan kehidupan dalam mencari kebahagiaan dan keindahan dengan cara mencarinya keluar. Sesuai perkamennya. Ditambah karena faktor peradaban, keserakahan dan factor-faktor lainnya, paradigma mencari keluar sangat relevan. Ada yang mencari bentuk kebahagiaan lewat kehalusan kulit, empuknya jabatan, kilau baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian keluar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, kesenangan hidup di dunia, tidak akan berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang karena mutasi atau pension.

Pekerjaan rumahnya kemudian adalah merubah orientasi dari luar ke dalam. Kedua bola mata ternyata hanya mampu menangkap 1200, masih ada 2400 sisi sebaliknya yang belum kita jelajahi. Selama ini kita tinggalkan karena gelap, tidak menarik, terasa jauh, sepi, tak tertangkap oleh mata dan panca indera lainnya. Tetapi di sanalah sebenarnya letak apa yang kita cari: daerah-daerah potensi di dalam diri. Berawal dari sini, kita cari letak ‘sumur’ kebahagiaan dan keindahan yang tak pernah kering menuju keterhubungan dengan tempat kembali di sisi Allah yang abadi. Tak perlu jauh-jauh, karena ‘sumur’ itu ada di dalam diri tiap-tiap orang.

Perjalan ke dalam ‘sumur’ ini bisa dimulai dengan kegiatan sederhana yaitu “stop comparing” (berhenti membandingkan). Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, biangnya pasti dari sikap suka membandingkan. Sesuai tingkatannya, bisa membandingkan dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Misalnya orang kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Dia membandingkan dirinya dengan orang kulit putih. Akhirnya hobi untuk operasi plastik, demi menyamakan tandingannya tadi. Nah, dari sini orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, hidupnya kurang lebih sama dengan orang kaya tadi. Berhentilah membandingkan!

Selanjutnya, mulailah mengalir (start flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi diri sendiri. Apa yang disebut ‘flowing’ ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Perlahan tapi pasti kepercayaan diri pun muncul, bersemi ke sana-sini. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun sedikit demi sedikit dari dalam, dengan sabar dan penuh ketulusan. Puncaknya, sebuah hadiah mewah bahwa tidak ada kehidupan yang paling indah selain menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya.

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الأَشْعَرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ
كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا ‏

Dari Abi Malik Al-Asy’ari, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Setiap orang keluar di pagi hari untuk menjual dirinya, maka ada kalanya dia membebaskannya atau malah menghancurkannya.” (Rowahu Muslim).

Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang.

Tags: ceritahidupkeindahankesenanganmoral

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Kh. Makmun on Silaturahim LDII-Polres Enrekang Dorong Peran Tokoh Agama Cegah Penyakit Sosial
  • Mugiyono on Jaga Toleransi, LDII Kota Salatiga Ramaikan Jalan Sehat HAB ke-80 Kemenag
  • Wartoyo Jamaah on Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene
  • Wartoyo Jamaah on Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene
  • Wartoyo Jamaah on Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kunjungi Pesantren Al-Risalah Polman, Cendekiawan NU Teliti Peran Dakwah LDII

Kunjungi Pesantren Al-Risalah Polman, Cendekiawan NU Teliti Peran Dakwah LDII

February 6, 2026
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

February 4, 2026
Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

February 8, 2026
Ikhlas Hina

Ikhlas Hina

February 9, 2026
Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

Komitmen Keharmoninsan Sosial, LDII Ampelgading Audiensi dengan Danramil

4
Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

Riset Peran Dakwah dan Nasionalisme, LDII dan Cendekiawan NU Kunjungi STAIN Majene

3
Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

Riset Terkait Nasionalisme dan Dakwah LDII, Cendekiawan NU Silaturahim ke PW Muhammadiyah Sulbar

5
Silaturahim LDII-Polres Enrekang Dorong Peran Tokoh Agama Cegah Penyakit Sosial

Silaturahim LDII-Polres Enrekang Dorong Peran Tokoh Agama Cegah Penyakit Sosial

2
Ponpes Al Ubaidah Kertosono Kunjungi Bupati Nganjuk Bahas Program Ramadan dan Lingkungan

Ponpes Al Ubaidah Kertosono Kunjungi Bupati Nganjuk Bahas Program Ramadan dan Lingkungan

February 10, 2026
Pemuda LDII Kota Malang Berbagi 2.400 Botol Air Mineral dalam Harlah Satu Abad NU

Pemuda LDII Kota Malang Berbagi 2.400 Botol Air Mineral dalam Harlah Satu Abad NU

February 10, 2026
Ketua LDII Jatim: Pewarta Jadi Kunci Penyampaian Informasi yang Benar dan Berimbang

Ketua LDII Jatim: Pewarta Jadi Kunci Penyampaian Informasi yang Benar dan Berimbang

February 10, 2026
DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat.

Sinergi Lingkungan dan Pangan, LDII Alas Barat Manfaatkan Pekarangan Warga

February 10, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ponpes Al Ubaidah Kertosono Kunjungi Bupati Nganjuk Bahas Program Ramadan dan Lingkungan February 10, 2026
  • Pemuda LDII Kota Malang Berbagi 2.400 Botol Air Mineral dalam Harlah Satu Abad NU February 10, 2026
  • Ketua LDII Jatim: Pewarta Jadi Kunci Penyampaian Informasi yang Benar dan Berimbang February 10, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.