Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Keindahan Sebenarnya

2020/07/17
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Entah sudah berapa kali saya membaca cerita ini. Selalu menarik dan memberi inspirasi. Suatu hari, Nasruddin mencari jarum di halaman rumahnya yang penuh hamparan pasir. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantu mencarinya. Tetapi selama sejam mencari, jarum itu tak kunjung diketemukan. Merasa penasaran, tetangganya pun bertanya, “Jarumnya jatuh dimana?” “Jarumnya jatuh di dalam rumah,” jawab Nasruddin. “Kalau jarum jatuh di dalam rumah, kenapa mencarinya di luar?” tanya tetangganya geregetan. Dengan santai Nasruddin menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.”

Entah apa obyeknya tidaklah penting. Mau jarum, koin emas, atau cincin itu hanya alat saja. Yang penting adalah pesan moral yang terkandung di dalamnya, yaitu kegemaran manusia dalam pencarian kesenangan dan keindahan hidup yang berorientasi keluar; terang, gemerlap, menarik dan menggoda. Anekdot ini seperti gambaran apik yang disampaikan Yang Maha Tinggi bahwa dihiaskan, dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imron: 14)

Jadi, memang tidak salah, jika begitu banyak perjalanan kehidupan dalam mencari kebahagiaan dan keindahan dengan cara mencarinya keluar. Sesuai perkamennya. Ditambah karena faktor peradaban, keserakahan dan factor-faktor lainnya, paradigma mencari keluar sangat relevan. Ada yang mencari bentuk kebahagiaan lewat kehalusan kulit, empuknya jabatan, kilau baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian keluar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, kesenangan hidup di dunia, tidak akan berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang karena mutasi atau pension.

Pekerjaan rumahnya kemudian adalah merubah orientasi dari luar ke dalam. Kedua bola mata ternyata hanya mampu menangkap 1200, masih ada 2400 sisi sebaliknya yang belum kita jelajahi. Selama ini kita tinggalkan karena gelap, tidak menarik, terasa jauh, sepi, tak tertangkap oleh mata dan panca indera lainnya. Tetapi di sanalah sebenarnya letak apa yang kita cari: daerah-daerah potensi di dalam diri. Berawal dari sini, kita cari letak ‘sumur’ kebahagiaan dan keindahan yang tak pernah kering menuju keterhubungan dengan tempat kembali di sisi Allah yang abadi. Tak perlu jauh-jauh, karena ‘sumur’ itu ada di dalam diri tiap-tiap orang.

Perjalan ke dalam ‘sumur’ ini bisa dimulai dengan kegiatan sederhana yaitu “stop comparing” (berhenti membandingkan). Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, biangnya pasti dari sikap suka membandingkan. Sesuai tingkatannya, bisa membandingkan dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Misalnya orang kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Dia membandingkan dirinya dengan orang kulit putih. Akhirnya hobi untuk operasi plastik, demi menyamakan tandingannya tadi. Nah, dari sini orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, hidupnya kurang lebih sama dengan orang kaya tadi. Berhentilah membandingkan!

Selanjutnya, mulailah mengalir (start flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi diri sendiri. Apa yang disebut ‘flowing’ ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Perlahan tapi pasti kepercayaan diri pun muncul, bersemi ke sana-sini. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun sedikit demi sedikit dari dalam, dengan sabar dan penuh ketulusan. Puncaknya, sebuah hadiah mewah bahwa tidak ada kehidupan yang paling indah selain menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya.

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الأَشْعَرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ
كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا ‏

Dari Abi Malik Al-Asy’ari, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Setiap orang keluar di pagi hari untuk menjual dirinya, maka ada kalanya dia membebaskannya atau malah menghancurkannya.” (Rowahu Muslim).

Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang.

Tags: ceritahidupkeindahankesenanganmoral

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Tarmuji on LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi
  • Mijo on LDII Kota Banjarmasin Gelar CAI 2026 untuk Penguatan Karakter Pemuda
  • H. Warsito on Masjid Al Fatah Naungan LDII Lampung Timur Terima Kartu ID Masjid dari KUA Sekampung
  • H. Warsito on Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih
  • H. Warsito on CAI 2026 Bekali Generasi Muda LDII Depok dengan Karakter Luhur dan Jiwa Kepemimpinan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

July 30, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
Berdayakan Toleransi Beragama, LDII Jakarta Kunjungi Pimpinan Ponpes Al Itqon

Berdayakan Toleransi Beragama, LDII Jakarta Kunjungi Pimpinan Ponpes Al Itqon

July 28, 2026
Bumi Terancam Godzilla El Nino, DPP LDII Minta Sejarah Kurang Pangan Tidak Terulang

Bumi Terancam Godzilla El Nino, DPP LDII Minta Sejarah Kurang Pangan Tidak Terulang

July 29, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

10
Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

5
Bangga Sujud

Bangga Sujud

2
LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

2
LDII Bataguh Kapuas Panen Padi dengan Intensifikasi Tani Dukung Ketahanan Pangan

LDII Bataguh Kapuas Panen Padi dengan Intensifikasi Tani Dukung Ketahanan Pangan

August 1, 2026
LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi

LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi

August 1, 2026
Munaqosah Generus LDII Karaton Jadi Evaluasi Pembinaan Generasi Qurani

Munaqosah Generus LDII Karaton Jadi Evaluasi Pembinaan Generasi Qurani

August 1, 2026
Tim Rukyatul Hilal LDII Observasi Awal Safar dengan Pendekatan Astronomi

Tim Rukyatul Hilal LDII Observasi Awal Safar dengan Pendekatan Astronomi

August 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Bataguh Kapuas Panen Padi dengan Intensifikasi Tani Dukung Ketahanan Pangan August 1, 2026
  • LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi August 1, 2026
  • Munaqosah Generus LDII Karaton Jadi Evaluasi Pembinaan Generasi Qurani August 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.