Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Langkah Warga Dusun Sangurejo Bendung Pemanasan Global

2024/09/21
in Headlines, Nasional
0
Sangurejo1

Warga Dusun Sangurejo bekerja keras mengubah kampungnya yang miskin dan kumuh menjadi desa wisata. Kedatangan wisatawan meningkatkan penghasilan daerah itu. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Warga Dusun Sangurejo bekerja keras mengubah kampungnya yang miskin dan kumuh menjadi desa wisata. Wisatawan pun datang dan meningkatkan penghasilan warga dusun itu.

Kehidupan selalu berubah di bawah birunya langit Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tengoklah Dusun Sangurejo, di Kelurahan Wonokerto, Kapanewon Turi itu, dulunya berjuluk Dusun Pakumis akronim dari padat, kumuh, dan miskin. Namun semuanya berubah saat wabah demam berdarah membekap dusun itu pada 2012.

“Saat itu warga kurang menjaga kebersihan, saluran air kotor sehingga tak mengalir dengan baik, yang membuat nyamuk bersarang,” ujar Ketua Proklim Sangurejo, M. Choirul Huda.

Kesadaran warga Sangurejo untuk menyudahi citra kampungnya yang Pakumis pun terbentuk. Terutama saat para sesepuh kampung dan ulama mengajak mereka untuk hidup bersih. Sekitar 80 persen penghuni dusun itu adalah warga LDII, yang rutin mengadakan pengajian dan salat berjamaah di masjid, “Di setiap pengajian dan usai salat Jumat, para sesepuh dan ulama memberikan nasehat mengenai kebersihan sebagian dari iman,” tutur Choirul.

Warga LDII dan warga lainnya pun bergotong-royong membersihkan lingkungannya. Kebiasaan membuang sampah sembarangan berganti dengan memilah sampah. Tak ada lagi yang membuang sampah di saluran air. Untuk menjaga air tanah mereka membuat biopori, yang digunakan untuk menampung air hujan sekaligus wadah untuk membuat kompos.

“Warga menyapu dedaunan kering yang jatuh dari pohon, kemudian memasukkannya ke dalam lubang-lubang biopori. Daun-daun itu kemudian membusuk menjadi kompos yang dipakai memupuk tanaman,” imbuh Choirul.

Mereka juga membuat jugangan, berupa galian tanah sebagai wadah sampah organik. Bila penuh kemudian ditimbun kembali. Bekas-bekas buangan sampah organik itu, menjadi lahan yang subur untuk bercocok tanam. Kegiatan tersebut didukung oleh para kepala dukuh dan pihak Kelurahan Wonokerto, hingga Dinas Pertanian dan Peternakan Sleman. Mereka membantu menggerakkan Karang Taruna, para ibu PKK, hingga bantuan alat dan bibit buah-buahan. Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup juga membimbing dan mendampingi kegiatan mereka.

Selokan-selokan pun kini dialiri air yang bersih, mengalir deras bebas sampah. Warga Sangurejo membuat dua bak serapan untuk menadah limbah rumah tangga, sebelum dialirkan ke selokan. Alhasil, selokan itu sehat untuk memelihara ikan. Anda tak perlu jauh-jauh ke Jepang, untuk melihat ikan nila ataupun koi berenang di selokan. Pemandangan yang menarik bagi wisatawan dari kota, yang jarang melihat saluran air bersih.

Sangurejo
Saluran Air Bersih Desa Proklim. Foto: LINES.

Kebersihan dan keelokan Embung Kaliaji menjadi daya tarik utama Dusun Sangurejo. Kebersihan dusun tersebut berimbas pula ke danau kecil itu. Embung yang berfungsi sebagai tadah air dan irigasi sawah itu, menggerakkan warga untuk melestarikannya. Pepohonan ditanam di sekitar embung, dan lapangan tersebut dimanfaatkan sebagai bumi perkemahan Pramuka Sako Persada Nusantara – gerakan Pramuka berbasis masjid dan pondok pesantren, “Dari desa wisata, kemudian dukuh kami menjadi Kampung Pramuka,” papar Choirul Huda.

Keelokan Embung Kaliaji dan Dusun Sangurejo itu, menarik minat akademisi Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Atus Syahbudin. Ia pun terus mendorong program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan memenuhi berbagai syarat administrasi dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, “Tujuan saya saat itu, agar Desa Wisata Sangurejo menjadi Desa Program Komunitas untuk Iklim atau ProKlim,” papar Atus yang meraih Ph.D dari The United Graduate School of Agricultural Sciences, Universitas Ehime, Jepang.

Dengan menjadi desa ProKlim menurut Atus, kegiatan warga dusun akan semakin mudah mendapat perhatian pemerintah pusat melalui instansi terkait di Kabupaten Sleman, “Setelah menjadi desa ProKlim, maka tugas kami sebagai akademisi sekaligus Ketua DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorongnya menjadi Desa ProKlim Lestari,” papar Atus.

Menurut Atus, semakin banyak masyarakat termasuk warga LDII yang mendirikian Desa ProKlim, maka Indonesia makin berkontribusi besar dalam menekan pemanasan global dan efek rumah kaca, “Warga dibiasakan hidup sehat, menjaga air tanah dan melestarikan alam termasuk menjaga agar vegetasi di kampung maupun hutan di sekitarnya tetap lebat,” ujarnya.

Atus pun menyontohkan warga memiliki program menanam pepohonan seperti durian, alpukat, jambu kristal dan jenis-jenis buah lainnya ditanam di halaman belakang rumah penduduk, “Belum yang terhitung ditanam di lingkungan dusun dan sekitar embung, merupakan langkah penghijauan,” imbuh Atus.

Pusat Pelestarian Budaya Yogyakarta

Di Dusun Sangurejo kegiatan budaya tampak hidup. Salah satu sesepuh dusun itu, Gus Suryadi atau yang biasa disapa Gus Suryo mendirikan Padepokan Satriotomo yang mewadahi berbagai aliran pencak silat.

Padepokan itu juga melestarikan jemparingan atau memanah era Kesultanan Mataram. Panah dan busurnya dibuat secara tradisional dan masih menggunakan bilah bambu, yang pembuatannya dilestarikan oleh para prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta.

Warga Desa Sangurejo berjalan di atas selokan bersih bebas sampah. Foto: LINES.

Di area Embung Kaliaji, juga terkadang terlihat kuda perang yang dikendarai sambil berlatih memanah. Bahkan, padepokan tersebut juga melestarikan tari Badui khas Sleman, yang memadukan gerakan tari dan musik bersyair sholawat.

Tari Badui dan pencak silat tersebut ditampilkan saat menyambut para tamu dalam perhelatan deklarasi Dusun Sangureko menuju Desa ProKlim Lestari dan training of trainer (ToT) Desa ProKlim, pada 15 September 2024 di Dusun Sangurejo, “Sebenarnya tarian Badui diadaptasi dari tradisi budaya Arab yang sudah ada sejak era Keraton Mataram, kemudian dihidupkan kembali dijadikan syiar atau dakwah untuk membendung pengaruh komunis pada 1960-an,” tutur Gus Suryo, yang juga salah satu pendekar Persinas ASAD.

Gerakannya menunjukkan prajurit yang sedang berbaris dan berlatih pedang, namun disamarkan dengan tarian. Para penari pun tidak banyak yang tahu, mereka sedang memperagakan Latihan perang, “Kami berusaha menyatukan dan melestarikan beragam seni budaya, agar para generasi muda memahami akar budaya mereka,” ujarnya.

Menurutnya, akhlak mulia dan karakter terpuji terbentuk ketika generasi muda di wilayah Sleman memahami sejarah dan seni budaya leluhur mereka. Ketika generasi muda tidak tahu jati diri mereka, akibatnya mereka mudah terbawa budaya yang tidak selaras dengan nilai-nilai luhur dan tentunya juga bertentangan dengan Pancasila.

“Budaya itu mencerminkan watak seseorang. Ketika kampung ini kumuh dan kotor, tentu itu memprihatinkan kami sebagai sesepuh dusun. Karena sebagian besar penghuni dusun adalah warga LDII, kami mudah berkomunikasi dengan mereka melalui pengajian atau saat kegiatan bersama,” ungkap Gus Suryo yang juga salah satu Dewan Penasehat DPD LDII Sleman.

Menurutnya, warga LDII yang kompak dan taat mengikuti aturan pemerintah setempat menjadi pionir membangun desa wisata. Selanjutnya hubungan yang baik warga LDII dan sekitarnya, juga makin memudahkan langkah demi langkah pembentukan desa wisata hingga menjadi Desa ProKlim.

Saat kampung tertata dengan baik, pelestarian budaya tradisional asli Sleman menjadi pekerjaan rumah selanjutnya. Dengan pelestarian budaya itu, Dusun Sangurejo mengundang wisatawan untuk belajar dari kearifan lokal bagaimana memelihara alam sekaligus melestarikan budaya bangsa. (LC/LINES)

Tags: budayaDesa SangurejoKampung ProKlimPelestarian LingkunganSleman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Sudibyo on Berdayakan Toleransi Beragama, LDII Jakarta Kunjungi Pimpinan Ponpes Al Itqon
  • Nanang Naswito on LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi
  • Catur Wati on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Catur Wati on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Dharmajaya on Bangga Sujud
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

July 23, 2026
LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

July 22, 2026
LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA

LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA

July 24, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

10
Bangga Sujud

Bangga Sujud

2
LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

2
LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA

LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA

2
Bumi Terancam Godzilla El Nino, DPP LDII Minta Sejarah Kurang Pangan Tidak Terulang

Bumi Terancam Godzilla El Nino, DPP LDII Minta Sejarah Kurang Pangan Tidak Terulang

July 28, 2026
Penguatan Ukhuwah Islamiyah, MUI Jaksel Apresiasi Kunjungan LDII

Penguatan Ukhuwah Islamiyah, MUI Jaksel Apresiasi Kunjungan LDII

July 28, 2026
LDII Jakarta Selatan Kunjungi Wali Kota, Bahas Penguatan Sinergi Program Kerja

LDII Jakarta Selatan Kunjungi Wali Kota, Bahas Penguatan Sinergi Program Kerja

July 28, 2026
Berdayakan Toleransi Beragama, LDII Jakarta Kunjungi Pimpinan Ponpes Al Itqon

Berdayakan Toleransi Beragama, LDII Jakarta Kunjungi Pimpinan Ponpes Al Itqon

July 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Bumi Terancam Godzilla El Nino, DPP LDII Minta Sejarah Kurang Pangan Tidak Terulang July 28, 2026
  • Penguatan Ukhuwah Islamiyah, MUI Jaksel Apresiasi Kunjungan LDII July 28, 2026
  • LDII Jakarta Selatan Kunjungi Wali Kota, Bahas Penguatan Sinergi Program Kerja July 28, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.