Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Seputar LDII Liputan Media

LDII Ramaikan Pusat Obeservasi Bulan Kementerian Agama

2013/07/11
in Liputan Media
0
Pengamat hilal dpp ldii ramaikan Pusat Obeservasi Bulan Kementerian Agama
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Pusat Observasi Bulan menjadi lokasi yang kini mulai ramai dikunjungi umat Islam. Terutama jelang penetapan awal Ramadhan. Di lokasi ini lah masyarakat dapat menjadi saksi penetapan awal bulan puasa yang selalu diperdebatkan secara real time.

RIKO NOVIANTORO, Sukabumi

Perdebatan antar ulama dalam sidang Itsbat yang digelar Kementerian Agama, pastinya membuat sebagian umat Islam bingung. Karena perdebatan dalam penetapan awal Ramadhan itu sarat berbagai istilah astronomi dan penggunakan metode ilmu falaq yang tak semua paham.

Namun kebingungan tersebut dapat langsung terjawab. Masyarakat yang mendatangi Pusat Observasi Bulan di Desa Cibeas Kecamatan Simpenan, Sukabumi dipastikan lebih paham terkait prosesi penetapan awal Ramadhan tersebut. 

Letak pusat pemantauan awal Ramadhan ini memang cukup jauh dari Jakarta. Butuh 6-7 jam perjalanan menggunakan mobil. Itu pun dengan kondisi jalan yang sepertiga perjalanan kurang nyaman.

Setibanya di pusat observasi lelah dan kesulitan di perjalanan terbayar tuntas. Pengetahuan tentang perhitungan awal puasa yang selalu ramai diperdebatkan menjadi lebih mudah dipahami di lokasi ini.

“Memang pusat obeservasi bulan ini terbuka untuk umum. Di sinilah para astronomi, ulama dan ahli ilmu falaq berkumpul. Melihat langsung hilal atau wujud awal bulan dalam hitungan kalender Qomariah,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Ismatullah Syarief  di Pusat Observasi Bulan Cibeas.

Disebutkan dia lokasi pemantaun awal bulan memang tersebar luas dari Sabang sampai Marauke. Paling tidak ada 53 titik pantauan penetapan awal bulan Ramadhan. Semua lokasi tersebut terdapat para astronom, ulama dan ahli ilmu falaq.

Metode pemantauannya menggunakan berbagai cara. Mulai dari perhitungan ilmu falaq tradisional sampai menggunakan alat pemantau yang canggih. Dengan menggunakan komputerisasi yang dapat disaksikan secara langsung.

“Kalau melihat di Pusat Observasi Bulan ini masyarakat tentu lebih paham. Karena fenomena melihat awal Ramadhan itu tergambar jelas,” imbuhnya.

Misalkan saja, terang Ismatullah Syarief sejumlah pakar Hisab dan Rukyah telah menggunakan teknologi teropong yang canggih. Teropong tersebut ditempatkan pada titik lokasi matahari terbenam.

Dengan bantuan computer, tambah dia teropong tersebut mengikuti arah pergerakan matahari yang tenggelam. Secara bersamaan pergerakan matahari tersebut direkam melalui computer.

“Dari monitor computer itulah masyarakat melihat secara jelas pergeseran matahari dan cahaya hilal yang menjadi tanda awal Ramadhan,” jelasnya.

Selain menggunakan teknologi yang sudah modern, sebagian pakar ilmu falaq juga menggunakan metode perhitungan tradisional. Seperti penggunaan tiang yang berisikan bentangan benang yang terikat horizontal.

Pos observasi bulan berada tepat dipinggir laut. Dengan ketinggiannya sedikit lebih tinggi dari permukaan laut. Berlantai dua yang terbuka untuk umum setiap awal Ramadhan.

Meski berada di lokasi yang cukup sulit, pusat observasi bulan ini menarik perhatian masyarakat. Mereka berduyun-duyung mendatangi pusat observasi. Berharap dapat menjadi saksi kehadiran hilal Ramadhan.

Ahmad Budiawan, mahasiswa Cirebon ini sengaja dating ke pusat observasi bulan milik Kementerian Agama ini. Hanya untuk bisa melihat langsung prosesi penetapan hilal Ramadhan.

“Kebetulan saya juga mahasiswa dari UIN Cirebon. Ada mata kuliah yang berkaitan pada ilmu falaq. Kesini sekalian belajar praktek,” imbuhnya.

Budiawan tidak sendiri. Dia bersama rombongan mahasiswa dari kampusnya. Datang menggunakna bus yang diparkir cukup jauh dari lokasi pusat observasi.

“Jalannya kan sempit untuk dilewati bus. Jadi sebagaian jalan kaki menuju ke pusat observasi. ADa pula yang numpang kendaraan warga lainnya,” tuturnya.

Melihat animo masyarakat yang begitu besar terhadap pusat observasi bulan, Kementerian Agama berniat menjadi sejumlah lokasi pemantauan bulan itu sebagai objek wisata ilmiah. Dengan mengelola secara lebih baik lagi.

Apalagi keterlibatan masyarakat secara langsung saat pemantauan awal Ramadhan bisa lebih meingkatkan pemahaman terhadap perbedaan. Sekaligus belajar secara langsung metode penetapan Ramadhan.

Koordinator tim pengamat hilal DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pahala Sibuea menegaskan kehadiran pusat observasi bulan yang terbuka bagi umum sangat baik. Memberikan pemahaman terhadap metode perhitungan awal bulan secara langsung.

Tak itu saja, dia mengatakan LDII secara aktif memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat. Apalagi tim pengamat hilal LDII pun menyiapkan peralatan pemantauan bulan yang dapat digunakan masyarakat.

“Ada dua teropong berteknologi canggih ini melihat bulan. Dengan begini masyarakat tahu apa sebenarnya persoalan dari polemik penetapan Ramadhan,” terangnya. (*) –

Sumber

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.