Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Seri Keluarga Bahagia 6

2009/12/01
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dari Aswad ia berkata, ‘Aku bertanya kepada Aisyah ra., “Bagaimana Nabi berbuat – bertindak – tanduk di dalam rumahnya?’ Aisyah ra. menjawab, “Beliau ada dalam kerepotan keluarganya, maksud Aisyah yaitu, melayani keluarganya, maka ketika datang waktu sholat Beliau keluar untuk sholat.” (Rowahu al-Bukhori K. an-Nafaqoot)

Menurut hemat saya, hadits ini begitu penting dalam membangun, membina dan merekonstruksi hubungan yang harmonis dalam rumah tangga. Hadits ini memberikan penjelasan hadits – hadits lain yang terkait dengan masalah ketaatan dalam berumah tangga. Karena hadits ini menunjukkan bagaimana sikap keseharian Nabi SAW di dalam keluarga. Sebuah contoh yang jelas yaitu melayani. Ikut berepot – repot, guyub – rukun, bahu – membahu dalam pekerjaan sehari – hari. Dengan pelayanan yang baik inilah diharapkan ada feed back yang baik pula, berupa ketaatan sang istri dan anak – anaknya. Maka kemudian ada atsar yang menyebutkan pemimpin kaum adalah pelayan mereka. Hadits ini menunjukkan teladan yang sempurna bagaimana menunaikan kewajiban terlebih dahulu sebelum menuntut haknya. Bukan sebaliknya.

Maka terjawab sudah dialog pada SKB – 1, tentang suami yang mencuci baju itu. Tak lain karena sikap melayani, saling pengertian untuk menyelesaikan tugas bersama. Asal kedua belah pihak ridho, dibicarakan bersama, dimusyawarahkan tentu tidak mengapa. Tidak duduk jegrang, ongkang – ongkang, dasar wong lanang – layaknya raja. Tinggal perintah ini dan itu. Dan atau istri seperti babu. Yang pontang – panting ngerjain ini dan itu. Lari ke sana, lari ke sini, mulai matahari terbit sampai mata suami terpejam. Sudah siangnya kerja keras banting “tulang”, malamnya masih harus memikul beban “tulang” suaminya. Alangkah menyedihkannya. Tersadar dengan keadaan seperti ini, muncullah sebuah keluhan walaupun anaknya telah banyak tapi lupa bagaimana menikmati enaknya berhubungan suami istri. Kenapa? Sakdermo taat, katanya. Sebab badan sudah capek, takut dosa menolak ajakan suami, akhirnya menerima saja. Menggugurkan kewajiban, dalihnya. Dan biasanya suami juga tanpa ba bi bu, langsung to the point saja. Paribasane selawe nggeblag dhewe.

Mari kita cermati kembali dalil – dalil ketaatan ini. Kalau mau jujur, dalil yang banyak diaplikasikan, dijadikan hujah oleh para suami terhadap istri adalah dalil ketaatan bagi rukyah dengan ulil amrinya. Dimana disebutkan bahwa seorang muslim itu harus taat di waktu senang, susah, waktu terpaksa dan pilih kasih. Juga kewajiban taat selama tidak ma’siat. Sebenarnya tidak salah menggunakan dalil – dalil ini di dalam rumah tangga, hanya harus tetap diingat bahwa ada kalimat mastatho’na yang juga berlaku di dalamnya. Jangan hanya diambil enaknya saja, harus mengikuti perintah tak boleh nolak, seolah – olah menghilangkan mastatho’na bagi sang istri. Apalagi dibarengi ancaman seperti nanti dilaknat malaikat lho kalau nolak. Bisa dibayangkan situasi seperti ini. Apakah indah? Tentu tidak. Apakah enak? Ya enak bagi suami, tapi penderitaan buat istri.  Hidup di bawah bayang – bayang ancaman dan tekanan. Satu dua kali mungkin bisa diterima, kalau yang demikian itu berjalan lama, tentu sesuatu yang tidak diharapkan. Atau berkiblat pada dalil di bawah ini.

Dari Abu Huroiroh ra. ia berkata, “Dikatakan kepada Rasulullah SAW manakah perempuan yang baik?” Beliau menjawab,”Yaitu perempuan yang menyenangkan pada suami ketika dipandang, dan mentaatinya ketika diperintah dan tidak menyelisihi di dalam diri dan hartanya dengan apa – apa yang dibenci oleh suami.” (Rowahu an-Nasaa’i Kitabun Nikah)

Kalau ini yang dijadikan hujah, pertanyaannya adalah seberapa besar peran suami untuk menjadikan perempuan itu baik? Apakah kita sudah merasa memberikan bekal dan pembelajaran yang cukup kepadanya? Atau kita terima jadi tanpa mau tahu bagaimana kondisi istri sebelumnya? Inilah yang sering terjadi. Kita banyak terima jadi, seolah – olah semua istri kita itu sudah paham dan mengerti diri kita. Tanpa bersusah payah melakukan dialog dan membangun komunikasi yang intens sebagai pembelajaran dan meraih kondisi yang lebih baik.

Ketaatan yang baik, tentu dibangun atas dasar – dasar yang baik pula. Nah, dasar itu adalah berupa kesepahaman dari dua belah pihak. Menciptakan komunikasi yang baik. Menyediakan waktu yang cukup dan ada media yang menjembataninya. Yang ngatur seneng dan yang diatur juga seneng, itu tujuan akhirnya, sehingga bisa berjalan langgeng. Memang dalam perjalanan sebuah keluarga tidaklah mulus terus, makanya ada dalil kala susah, terpaksa, senang dan pilih kasih. Itu riaknya, yang berlaku temporer, sewaktu – waktu bukan untuk selama – lamanya. Kalau pilih kasih, terpaksa dan di bawah ancaman berlaku selama – lamanya, berarti proses pembelajaran tidak berjalan alias gatot – gagal total.

Oleh :Ustadz.Faizunal Abdillah

 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Arif on Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan
  • Supardo bin Kayat on Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik
  • Yanuar Eko Saputro on LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang
  • Bapak Zaini on Tabligh Akbar LDII Padang Bekali Calon Jemaah Haji, Siap Secara Lahiriah dan Batiniah
  • nuha cn on Perintah Berkurban Berdasarkan Al Quran dan Al Hadits
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

April 23, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

April 27, 2026
Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

3
BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

3
Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

April 29, 2026
LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

April 29, 2026
LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

April 29, 2026
Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

April 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag April 29, 2026
  • LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital April 29, 2026
  • LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian April 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.