Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Wawasan Tahukah Anda

Tahukah Anda, Berlebihan Saat Belanja Termasuk Gangguan Mental?

2021/02/23
in Tahukah Anda
0
dok: pawel/unsplash

dok: pawel/unsplash

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (23/02). Punya rasa terobsesi membeli sesuatu dengan frekuensi checkout keranjang belanja online shop yang sering? Atau bahkan berbelanja hanya untuk menghilangkan stres dan letih? Ternyata kedua ciri di atas adalah bagian dari karakter pengidap gangguan belanja kompulsif atau compulsive buying disorder (CBD).

Gangguan ini ditandai dengan perilaku membeli secara berlebihan dan berlanjut yang dapat berkonsekuensi buruk bagi seseorang. Seperti halnya sifat addicted (kecanduan), gangguan kompulsif ini biasanya muncul bersamaan dengan beberapa penyakit mental lain yaitu gangguan makan, cemas, bosan, marah, dan depresi. Yang mana, saat seseorang merasa cemas hanya bisa diatasi dengan euforia setelah berbelanja. Namun setelahnya, malah merasa menyesal dan bersalah. Dan hal ini bisa terulang kembali.

Sebuah penelitian menjelaskan, barang yang dibeli oleh pengidap gangguan kompulsif biasanya tidak terkategori mahal, akan tetapi pembelian dilakukan dalam jumlah yang banyak sehingga pengeluaran menjadi tidak terkendali.

Karakteristik Pengidap Gangguan Kompulsif

Karakteristik yang dimiliki pengidap gangguan kompulsif yaitu:

  • Obsesi untuk selalu berbelanja di setiap waktu.
  • Barang yang dibeli pada akhirnya tidak digunakan sama sekali.
  • Merasa senang dan puas setelah berbelanja, sering kali melewati ketetapan batas anggaran yang sudah dibuat.
  • Berbelanja sebagai solusi dari melepas stres dan letih. Bahwa keinginan untuk berbelanja dipicu oleh emosi negatif yang sedang kita rasakan.
  • Sadar bahwa kebiasaan buruk ini akan berdampak pada masalah pemborosan dan keuangan, tapi tetap dilakukan secara berulang.

Sebelum berbelanja barang yang sebenarnya tidak butuhkan, biasanya sering menghabiskan waktu mencari informasi terkait barang tersebut. Hal itu bisa disebabkan hanya mengikuti dorongan hati tanpa melakukan pertimbangan, sehingga mungkin saja yang terjadi adalah barang yang sudah dibeli belum sempat digunakan, sudah berhasrat untuk belanja lagi.

Hal-hal yang dapat memicu gangguan CBD yaitu, self esteem atau harga diri berdasarkan kepercayaan diri yang rendah, tingkat kecemasan yang lebih tinggi dari umumnya orang, sikap perfeksionis dalam memenuhi ekspektasi diri, berfantasi bahwa masalah pada dirinya selesai dengan berbelanja, tidak terkendali, cenderung bergantung pada orang lain, memiliki kebutuhan akan pujian, membutuhkan solusi dari masalah, dan lain-lain.

Mengutip Psychology Today, perawatan yang harus diambil saat mengidap gangguan kompulsif ini adalah bagaimana mengatasi emosi yang mendasari kecanduan tersebut. Terapi kognitif-perilaku adalah salah satu jawaban mengatasi CBD, karena bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respons kita dari negatif menjadi positif. Usaha lain yang dapat kita lakukan yaitu menyingkirkan sumber dana yang mudah diakses seperti mobile banking atau e-wallet, kartu ATM, dan melakukan belanja dengan teman atau kerabat. Terakhir, menemukan cara yang bermakna untuk menghabiskan waktu luang kita selain berbelanja, seperti muhasabah diri, memperbanyak amalan, dan mendekatkan diri kepada Allah. (Nisa/LINES)

Tags: BelanjaGangguan MentalkesehatanMentalTahukah Anda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.