Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Tantangan dalam Akselerasi Pemanfaatan EBT

2019/02/19
in Organisasi
0
EBT FGDFeb03
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Indonesia sepakat memaksimalkan penggunaan Energi Baru Terbarukan sesuai mandat besar pemerintah. Namun banyak tantangan yang dihadapi. Dijelaskan oleh Ir.Hudoyo Staf Ahli Menteri LHK Bidang Energi, Indonesia sebenarnya sudah mulai meninggalkan energi fosil. Dari 8 persen pemanfaatan EBT, Potensi energi air baru 6,4 persen , bio energi 5,1 persen, panas bumi indonesia 4,1 persen.

“Konsumsi energi paling besar ada di rumah tangga, kedua transportasi, terakhir Industri. Sebagian besar dipasok dari batu bara dan gas. Sementara bio masa masih sedikit pemanfaatannya,” ujar Hudoyo.

Terkait masalah kebijakan, sebagai pihak yang berwenang soal energi, sangat disayangkan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhalangan hadir memberi pemaparan. Kepada para peserta FGD, Hudoyo sebagai representasi pemerintah pun kewenangan LHK terkait masalah EBT LHK hanya sebatas penyedia ruang di dalam kawasan Hutan.

LHK punya kawasan hutan 126 juta hektar. Indonesia punya 60 persen kawasan hutan. Kawasan hutan konvervasi, cagar alam, hutan lindung, dan hutan produksi. Untuk hutan produksi digunakan untuk pengusahaan bio massa.

“Kita tidak perlu pusing-pusing soal listrik jika bisa memanfaatkan panas bumi, mikrohidro. Semua ada di lahan konservasi. Kebutuhan listrik indonesia jika dipenuhi panas bumi sudah cukup karena ada 331 titik potensi panas bumi sangat besar. Di kita pemanfaatan baru 9,3 persen dari titik yang ada,” ujarnya.

Namun Kadin Bidang EBT Fauzi Imron memberikan pandangan lain. Untuk mencapai 23 persen pemanfaatan EBT, Ada gap 16 persen yang harus dipenuhi. Dijelaskan oleh Fauzi Imron, Untuk mencapai 23 persen target itu Indonesia butuh 36 Ribu Mega watt dari EBT. Jika 1 Mega Watt Geotermal sejumlah 5,5-16 juta dolar, air 2,5 juta dolar per Mega Watt, dibutuhkan investasi 90 milyar Dolar.

“Apakah pemerintah serius dalam hal ini? Kendala dalam EBT, menteri ESDM membuat kebijakan yang tidak konsisten soal EBT. Maksudnya Meski peraturan sudah naik, BUMN tidak mengimplementasi dengan benar,” ujarnya.

Untuk bisa mencapai itu butuh investasi yang besar. Menurutnya dilihat dari kacamata pebisnis, investasi besar tapi kebijakan menteri yang tidak stabil tentu merugikan pengusaha. Harga EBT juga harus berkeadilan dan pemerintah mengadakan subsidi. Hal serupa juga dikeluhkan Peneliti Senior BPPT Suryo Buwono.

“Biaya investasi EBT relatif mahal. Skala kecil namun balik modal lama. Masalah regulasi tidak konsisten dan berubah-ubah alias inkonsistensi peraturan. Satu pemerintahan pun menteri lain kebijakan,” ujarnya.

Ditengah tantangan itu, Suryo Buwono mengajak peserta untuk optimis. Indonesia jangan mau kalah dengan Norwegia . Norwegia Saja sudah memanfaatkan Mikrohidro 98 pesen dari potensinya. Indonesia baru memanfaatkan 1 persen dari potensinya. “Indonesia memiliki potensi yang luar biasa namun perlu mengelaurkan kebijakan yang mendorong pelaku kepentingan memanfaatkan EBT,”ujarnya.

Di akhir perbincangan semua narasumber memuji apa yang telah dilakukan LDII. Tidak hanya pengusaha dan pengembang, LDII juga mengembangkan EBT. Seperti Panel Surya di Ponpes Walibarokah Kediri dan Mikrohidro Perkebunan Teh Jamus. Dengan Jujur, Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo menjelaskan, pengembangan EBT itu tidak ada unsur bisnis

“Asal usulnya dari shodaqoh warga LDII. Jika kerjasama berbentuk publik-privat maka jatuhnya akan menjadi bisnis, uang shodaqoh investasi ditanggung umat. Ponpes Walibarokah hanya membiayai operasionalnya. Demikian juga perkebunan teh jamus mikrohidro,” ujarnya.

Inilah yang konsep tanggung renteng yang ingin disampaikan Prasetyo Sunaryo. Tidak hanya unsur pemerintah dan pengusaha saja, rakyat juga harus berpartisipasi mewujudkan pemanfaatan EBT. Harapannya fasilitas EBT bisa terjangkau dengan merata dan Indonesia pun mampu mencapai 23 persen perjanjian Paris Agrement.(khoir/lines)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • wita on DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026
  • Nanang Naswito on Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi
  • Abdul Karim on DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026
  • Ibnu Kayat Tanjung on Pererat Kolaborasi, LDII Dlingo Jalin Silaturahim dengan Pengurus LDII Playen dan Patuk
  • Supardo on Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya Pimpin DPP LDII 2026-2031
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

April 10, 2026

Wamenhaj Bicarakan Upaya Siasati Antrian Haji di Munas X LDII

April 10, 2026
Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum 2026-2031

Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum 2026-2031

April 10, 2026
Puncak Kezaliman

Puncak Kezaliman

April 14, 2026
Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

Wamenhaj Soroti LDII Sebagai Organisasi Bersih, Kompak, dan Bersinergi untuk Ibadah dan Kebangsaan

11
Puncak Kezaliman

Puncak Kezaliman

3
DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026

DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026

2
Budaya dan Pendidikan Jadi Kunci Hadapi Dinamika Global Disorot dalam Munas X LDII

Budaya dan Pendidikan Jadi Kunci Hadapi Dinamika Global Disorot dalam Munas X LDII

2
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

April 16, 2026
Ponpes Wali Barokah Kediri Siap Jadikan Budaya Islam Nusantara sebagai Kekuatan Perdamaian Dunia

Ponpes Wali Barokah Kediri Siap Jadikan Budaya Islam Nusantara sebagai Kekuatan Perdamaian Dunia

April 16, 2026
Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

April 16, 2026
Ponpes Wali Barokah Dukung Transparansi Keuangan Haji dan Budaya Resik

Ponpes Wali Barokah Dukung Transparansi Keuangan Haji dan Budaya Resik

April 16, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi April 16, 2026
  • Ponpes Wali Barokah Kediri Siap Jadikan Budaya Islam Nusantara sebagai Kekuatan Perdamaian Dunia April 16, 2026
  • Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi April 16, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.