Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Teror di Negeri Ini

2011/04/21
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Nasruddin  sedang  bersungut-sungut terhadap dirinya sendiri. Melihat gelagat itu kawan setianya bertanya apa yang ia risaukan. Begitu beratkah masalah yang dihadapinya?
Padahal biasanya dia selalu bisa menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya dengan jitu, walau penuh aroma canda.
Nasruddin berkata, “Ahmad yang  goblok  itu  selalu  menabok punggung  saya  setiap
kali  ia melihat saya. Padahal saya tidak suka diperlakukan begitu. Maka, hari ini saya menaruh satu dinamit di bawah jaket  saya.  Kalau  kali ini ia menabok saya, ia akan kehilangan tangannya!”

Lelucon di atas sangat mengena, baik untuk bahan tertawaan atau untuk kita pahami sebagai bahan pembelajaran bersama. Bahwa
dalam kehidupan ini, tidaklah mungkin merugikan orang lain tanpa  merugikan  dirinya sendiri. Demikian juga sebaliknya, tidak mungkin membantu  orang  lain  tanpa  membantu  diri sendiri.  Makanya Allah selalu mengingatkan dengan indah dalam firmanNya: “Barangsiapa yang beramal baik, maka bermanfaat untuk dirinya, dan barangsiapa yang beramal jelek, maka berat atas dirinya. Dan Tuhanmu tidaklah pernah menganiaya terhadap seorangpun hambaNya.” (QS  Fushilat : 46)

Sehari setelah membaca cerita Nasruddin di atas, saya terkejut luar biasa demi mendengar  berita bom bunuh diri di Masjid Ad-dzikra Mapolresta Cirebon.  Di Masjid. Di markas Polisi lagi. Kalau dulu sasaran ledakkannya di tempat – tempat ‘maksiat’, sekarang sudah masuk ke wilayah suci pelaku itu sendiri. Sebuah pukulan telak buat institusi yang bernama islam. Sebuah penodaan terhadap kesucian agama sebagai jalan kedamaian. Sebuah pelecehan terhadap rumah ibadah
yang selama ini diagungkan sebagai rumah Allah. Sandaran nurani. Hati jadi pilu. Tak ada kata tepat yang bisa mewakili ungkapan hati waktu itu, kecuali hanya frustasi – kebodohan yang telah meraja. Runtuh sudah bangunan logika bermasyarakat dan bernegara.

Kolam kebencian memang tak bertepi. Jurang gelap dendam selalu dalam dan tak kenal dasar. Semakin dimasuki semakin kelam. Semakin diselami semakin  menjadi. Apalagi ditaburi dengan bumbu kebodohan yang
meraja, adalah paduan yang sempurna. Klop. Kebenaran menjadi milik diri sendiri. Selanjutnya hukum seolah berpindah tangan, aturan menjadi monopoli dan norma cuma penghias belaka.  Tuhan seolah menjelma dalam diri manusia di bumi memberikan titah tak terbantah. Perbedaan diberangus. Keberagaman dibinasakan. Tidak sesuai berarti harus disingkirkan, bagaimanapun caranya. Sunnguh sebuah anomaly – pemahaman yang menyesatkan.  Memilih hukum hanya yang sesuai dan sejalan dengan alam pikirannya. Dan urat dadanya dipenuhi dengan kebanggaan berlebih. Akhirnya, ketika ketemu jalan buntu perjuangan – karena tak kunjung ada hasil sesuai keinginannya – yang ada hanya rasa frustasi dan menghukum diri sendiri. Bunuh diri pun menjadi sebuah pilihan.

Perbedaan memang mempunyai factor besar dalam hidup ini. Siapapun yang bisa mengelola perbedaan dengan baik maka dia akan berhasil. Barangsiapa yang bisa menghormati perbedaan dia akan mulya. Namun ketika memandang perbedaan sebagai kendala dan hambatan, maka dia akan terjebak dalam lingkaran setan kesesatan. Karena itu berarti melawan hukum Allah di bumi ini. Perhatikanlah ada siang – ada malam, ada lelaki – ada perempuan, ada naik ada turun, ada bukit, ada lembah dan ada iman ada kafir. Tidaklah mungkin seluruh bumi ini iman semua, kecuali sehabis banjir Nuh. Namun toh akhirnya kembali menuju kesetimbangan.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Tags: ldiiTerror

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.