Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Wasiat

2011/10/05
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Kadang orang mati lebih berharga dari orang hidup. Contohnya, kuburan ramai dikunjungi orang, baik yang berniat baik – untuk mengingat mati, atau yang berniat jelek – untuk pemujaan dan sebagainya. Di sisi lain, banyak perkataan – perkataan orang yang mati dijadikan dalil begini dan begitu. Lebih dekat lagi, kadang perkataan orang yang mau mati lebih didengar daripada biasanya. Dituruti apa maunya, setidaknya sebagai penghormatan, begitu logika orang yang hidup. Maka biar tidak kebablasan agama pun mengaturnya dengan apa yang disebut dengan wasiat.
Allah berfirman: “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa. Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqoroh 180 – 181)

Bagi yang mafhum, ayat di atas memang mansukh dengan ayat – ayat waris, namun ayat ini menunjukkan betapa wasiat menjadi hal yang penting dalam kehidupan ini. Kalau masalah harta sudah ada pakemnya dengan ayat waris, kalaupun mau wasiat tidak boleh lebih dari 1/3 harta. Tapi kalau wasiat berupa kata – kata bijak, tak ada batasannya berapa pun jumlahnya, kecuali jika menentang aturan Allah dan Rasul. Namun biasanya wasiat itu padat, singkat dan jelas.

Ceritanya, dua hari menjelang ajal, seorang rekan kerja Tono, sebut saja begitu, memberinya ”wasiat” mengenai hidup. Waktu itu, sehabis menjalani penyinaran pada paru-parunya akibat kanker stadium tiga, pria tersebut meminta Tono tidak buru-buru pulang. ”Temani aku dulu,” pintanya.

Oke, Tono tak keberatan. Sahabat karib itu pun menyampaikan tugas-tugasnya yang belum kelar, dan agar Tono membantunya. Ia kontan berpikir: ”Jangan-jangan maut sudah dekat.” Ada semacam peringatan akan datangnya kematian. Apalagi, secara fisik, tubuh pria itu tinggal kulit pembalut tulang, tidak segempal dulu.

Memang, pada umumnya, manusia tidak memahami tanda-tanda alam. Kurang waskita. Setelah kejadian, barulah mata terbelalak: ”Oh, pantas omongannya ngelantur.” Benar saja. Dua hari setelah ”berwasiat”, laki-laki itu meninggal. Pesan akhir yang mudah diingat –tapi memberi makna dalam– pada Tono adalah: ”Jalani hidup ini apa adanya.”

Rekan Tono itu tergolong pekerja tangguh. Semangatnya tak pernah surut. Siang-malam dia kerja, tanpa mengenal lelah. Segala potensi digali agar menjadi orang sukses. Dan, akhirnya sukses betul! Harta terkumpul. Rencananya, kelak, harta itu bisa untuk bekal hidup anak dan istrinya.

Ternyata, skenario Yang Di Atas lain lagi. Dana ratusan juta itu ludes untuk mengobati penyakitnya. Kata bijak sering mengingatkan; waktu muda habis untuk mengejar kekayaan, melupakan kesehatan. Saat tua, kesehatan menghabiskan waktu dan kekayaan yang dikumpulkan. Itulah bagian dari rahasia hidup, kalau mau merenung barang sejenak. ”Kita boleh merencanakan, akan tetapi Allah yang menentukan,” ujar Tono, menyadari keterbatasannya sebagai manusia.

Setelah wasiat itu ia mengalami peristiwa yang sangat menyesakkan hati. ”Kalau saya tidak ingat wasiat itu, tidak kuat-kuat iman, bisa bunuh diri,” ujarnya, terus terang. Rekan seprofesinya, yang duitnya US$ 3 juta amblas dari bursa saham, nekat menyudahi diri dengan cara berlari, lalu menabrak dinding kaca dari lantai 20. Tubuhnya kontan menghunjam ke bawah, remuk dan tewas seketika.

Tono memang bermain valas. Sehari dia bisa untung Rp 5 juta lebih. Rezeki mengalir bak sendang. Hanya dengan menyimak turun-naiknya harga saham, dan menguasai teknik investasi, ia bergelimang uang. Seolah kenikmatan hidup ada dalam genggamannya. Tak akan ke mana – mana. Dengan uang, apa saja bisa dibeli dan dikuasai.

Sampai pada suatu saat, hanya dalam hitungan 30 detik, ”Uang saya Rp 400 juta ludes,” katanya. Nikmat itu hilang, dan berubah jadi penyesalan yang dalam. Juga kekalapan. Kalau saja trader itu ada di depan hidung, ”Pasti saya bunuh,” ujarnya. Ia cenderung membenarkan diri sendiri, dan menyalahkan orang lain.

Menyesal, marah, jengkel, tumplek-blek jadi satu. ”Kulit ini seperti tidak terasa walau ditebas golok,” katanya, menggambarkan kekalutannya. Otaknya kopong, linglung. Soalnya, ”Kalau saja saya menunda mengeksekusi satu menit saja, keuntungan yang saya peroleh Rp 1 milyar,” katanya.

Tono memang bukan ”raja spekulan” layaknya Goerge Soros. Ia juga bukan orang yang mampu menguasai diri untuk tak terhanyut dalam emosi pasar. Jake Bernstein dalam bukunya, Investor’s Quotient, menulis: ”Keberhasilan seorang pemodal jangka panjang lebih dominan dipengaruhi oleh kemampuannya mengendalikan emosi ketimbang tentang investasi.”

Dua kisah hidup itu membuat Tono tergugah, dan seperti lahir kembali. Ia mampu keluar dari kegelapan. Kini, dia lebih peduli pada menabung amal kebajikan ketimbang memburu rezeki dan menumpuk harta. Sebab, rezeki itu urusan Yang Di Atas. Titik! Dengan begitu, hidup pun tidak lagi kemrungsung. Dia pasrah, Lillahi taala.

Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya orang yang menjadikan dunia sebagai niatnya, Allah akan menjadikan kefakiran di depan matanya dan Allah akan cerai – beraikan kebutuhannya. Dan dunia tidak akan datang kepadanya, kecuali yang telah ditetapkan baginya. Dan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niatnya, Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya, Allah akan mencukupi kebutuhannya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk.” (Rowahu Ibnu Majah)

Dan, dengan ketenangannya itu, ia bisa menerima ”refleksi” secara jelas. Persis air di kolam, yang jika tak terganggu, bayangan yang muncul menjadi jelas. Ia buang pikiran-pikiran busuk, dan menggantinya dengan yang positif. Ia ingin jadi manusia spiritual yang alami, tanpa neko-neko, tanpa friksi. ”Saya berusaha menghindari bentrokan,” katanya.

Memang, tanpa disadari, Tono telah melakukan penyucian pikiran. Ia membersihkan hati dari akhlak tercela. Ia memandang sesuatu secara simpatik. Ia memperlakukan orang lain seperti diri sendiri. Di dunia yang tak sempurna ini, mencari sesuatu yang baik dan indah memang sulit. Ia tidak melihat sesuatu dari sisi itu.

Tono berusaha mengubah paradigma lama dengan cara melihat kebaikan dari seorang manusia terburuk di dunia. Di balik kekurangan dan kebusukannya, pasti ada sisi baiknya. Dan, cara pandang itu sudah dimulainya, setelah nyaris terseret menuju negeri tipuan.

Allah berfirman : “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang  membujuk.” (QS Ali Imron 185)

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya diantara yang aku khawatirkan atas kalian adalah apa yang dianugerahkan kepada kalian berupa gemerlap dan perhiasan dunia.” (Rowahu Bukhari, Muslim)

Rasulullah SAW bersabda; “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menjaganya dari dunia seperti kalian menjaga orang sakit di antara kalian dari air.” (Rowahu ath-Thabrani dg sanad shahih)

Dan itu semua bermula dari sebuah wasiat.

oleh: Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Arif on Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan
  • Supardo bin Kayat on Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik
  • Yanuar Eko Saputro on LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang
  • Bapak Zaini on Tabligh Akbar LDII Padang Bekali Calon Jemaah Haji, Siap Secara Lahiriah dan Batiniah
  • nuha cn on Perintah Berkurban Berdasarkan Al Quran dan Al Hadits
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

April 27, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

April 23, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

2
Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

3
Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

April 29, 2026
LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

April 29, 2026
LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

April 29, 2026
Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

April 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag April 29, 2026
  • LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital April 29, 2026
  • LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian April 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.